By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept

Agro Redaksi

Redaksi Malang Raya

Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Kota Batu
  • Malang Raya
  • Bhayangkara
    • Bhayangkara Batu
    • Bhayangkara Malang
  • TNI
  • Pendidikan
  • Politik
Reading: UNIVERSITAS BRAWIJAYA KUKUHKAN LIMA PROFESOR, HADIRKAN GAGASAN BARU UNTUK PERTANIAN, MATERIAL, PSIKOLOGI, TEKNOLOGI, DAN KOMUNIKASI
Share
Font ResizerAa
Agro RedaksiAgro Redaksi
Search
  • Agro Home
  • Kota Batu
  • Malang Raya
  • Bhayangkara Batu
  • Bhayangkara Malang
  • TNI
  • Pendidikan
  • Politik
Have an existing account? Sign In
Follow US
Agro Redaksi > Blog > Pendidikan > UNIVERSITAS BRAWIJAYA KUKUHKAN LIMA PROFESOR, HADIRKAN GAGASAN BARU UNTUK PERTANIAN, MATERIAL, PSIKOLOGI, TEKNOLOGI, DAN KOMUNIKASI
Pendidikan

UNIVERSITAS BRAWIJAYA KUKUHKAN LIMA PROFESOR, HADIRKAN GAGASAN BARU UNTUK PERTANIAN, MATERIAL, PSIKOLOGI, TEKNOLOGI, DAN KOMUNIKASI

akbar
Last updated: September 21, 2026 3:21 pm
akbar
Published: September 21, 2026
Share
SHARE

Agroredaksi.com – MALANG – Universitas Brawijaya (UB) akan mengukuhkan lima profesor dari berbagai bidang keilmuan. Pengukuhan tersebut menghadirkan gagasan dan temuan akademik yang diarahkan untuk menjawab berbagai persoalan, mulai dari keberlanjutan pertanian, rekayasa material, kesehatan psikologis, teknologi pemisahan molekuler, hingga dekolonisasi pengetahuan melalui literasi visual.sidang senat akan berlangsung pada hari Selasa 22 septembar 2026 di Gedung Samanta Krida Univer Brawijaya malang.

Lima profesor yang dikukuhkan yakni Prof. Ir. Edi Dwi Cahyono, M.Agr.Sc., M.S., Ph.D.; Prof. Dr. Ir. Putu Hadi Setyarini, S.T., M.T.; Prof. Cleoputri Al Yusainy, S.Psi., M.Psi., Ph.D.; Prof. Ir. Winarto, S.T., M.T., Ph.D.; serta Prof. Dr. Desi Dwi Prianti, S.Sos., M.Comn.

Prof. Ir. Edi Dwi Cahyono, M.Agr.Sc., M.S., Ph.D. dikukuhkan sebagai Profesor dalam bidang Ilmu Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian pada Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan (FBIPK).
Ia merupakan Profesor aktif ke-25 di FBIPK, Profesor aktif ke-258 di UB, dan ke-456 dari seluruh profesor yang telah dihasilkan UB.
Dalam pidato pengukuhannya, Prof. Edi mengangkat tema “E/D/C-RITA: Model Penyuluhan dan Komunikasi Baru untuk Adopsi Inovasi Pertanian Berkelanjutan.”
Model tersebut dikembangkan berdasarkan pengalaman penelitian dan pengamatan lapangan selama 38 tahun. Gagasan ini berangkat dari persoalan mengapa petani belum tentu langsung menggunakan inovasi pertanian meskipun telah mengetahui manfaatnya.
Menurut Prof. Edi, keputusan petani untuk tidak mengadopsi inovasi tidak selalu menunjukkan kegagalan atau kurangnya pemahaman terhadap teknologi. Keputusan tersebut dapat menjadi pilihan rasional setelah petani memperoleh informasi, mencoba inovasi, mengamati hasil, serta menyesuaikannya dengan kondisi di lapangan.
“Tidak mengadopsi inovasi bukan selalu berarti petani gagal atau kurang memahami teknologi. Keputusan tersebut dapat menjadi pilihan yang rasional setelah petani mempertimbangkan informasi, mencoba inovasi, mengamati hasil, dan menyesuaikannya dengan kondisi mereka.”
E/D/C-RITA menempatkan proses tersebut sebagai bagian penting dalam pengambilan keputusan, dengan menekankan aspek refleksivitas, yakni kemampuan menilai informasi, melihat hasil, dan memperbarui pemahaman sebelum mengambil keputusan.
Model E/D/C-RITA terdiri atas lima tahap, yakni kesadaran, evaluasi awal, evaluasi refleksif, keputusan ambang, dan evaluasi setelah keputusan.
Dalam model tersebut, penyuluh tidak lagi hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi sebagai katalisator yang membantu petani mempertimbangkan pilihan sekaligus menjadi mitra dalam menciptakan solusi.
Model ini juga dilengkapi COAST Framework, instrumen 30 item untuk membantu penyuluh mengidentifikasi hambatan adopsi dan menentukan pendekatan sesuai kondisi petani.
Melalui E/D/C-RITA, Prof. Edi menawarkan paradigma penyuluhan yang mengedepankan dialog, pertimbangan, dan kemandirian petani.
Prinsip tersebut dirangkum dalam adagium, “Jangan Dipaksa-Terpaksa-Terbiasa, Tetapi Diajak-Menimbang-Memandirikan.”

Prof. Dr. Ir. Putu Hadi Setyarini, S.T., M.T. dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Pelapisan dan Karakterisasi Material pada Fakultas Teknik (FT).
Ia merupakan Profesor aktif ke-34 di FT dan Profesor aktif ke-259 di UB, serta ke-457 dari seluruh profesor yang telah dihasilkan UB.
Dalam pidato pengukuhannya, Prof. Putu mengenalkan COAT360, sebuah kerangka kerja integratif yang menghubungkan seluruh tahapan rekayasa pelapisan, karakterisasi, performa, ketahanan, hingga kinerja material fungsional dalam satu siklus yang terstruktur dan berorientasi keberlanjutan.
Kerangka tersebut dikembangkan untuk menjawab tantangan pengembangan teknologi material yang selama ini masih banyak bergantung pada metode coba-coba atau trial and error, sehingga menghasilkan data yang terpisah-pisah.
COAT360 menempatkan kondisi permukaan dan antarmuka sebagai jembatan antara proses pembuatan dengan fungsi akhir material.
Keunggulan kerangka ini terletak pada integrasi data, termasuk pemanfaatan informasi keberhasilan maupun kegagalan sebagai umpan balik untuk memperbaiki material pada tahap berikutnya.
“COAT360 dirancang untuk menghubungkan proses pelapisan, karakterisasi, performa, dan ketahanan material dalam satu siklus. Dengan integrasi data, keberhasilan maupun kegagalan dapat menjadi umpan balik untuk menghasilkan material yang lebih baik dan berkelanjutan.”

Prof. Cleoputri Al Yusainy, S.Psi., M.Psi., Ph.D. dikukuhkan sebagai profesor dalam bidang Psikologi Umum dan Eksperimen.
Ia mengembangkan gagasan “Lebur Duka Labur Rasa”, sebuah model Psikologi berbasis realitas kehidupan.
Dalam pandangannya, kemuliaan Psikologi sebagai kajian ilmiah tidak hanya terletak pada kemampuan memahami proses mental dan perilaku, tetapi juga pada praksisnya dalam membentuk individu agar memiliki kondisi psikologis yang lebih sehat.
Cleo mengkritisi kecenderungan model hedonis dalam Psikologi arus utama yang menitikberatkan pada selebrasi ego, kesenangan hidup, dan optimisme.
Ia menawarkan pendekatan yang melihat kehidupan melalui tradisi kontemplasi, dengan memahami bahwa berbagai hal terjadi karena kondisi atau syarat yang mendukungnya telah terpenuhi, terlepas dari pemaknaan subjektif seseorang.
Model tersebut memandang diri bukan sebagai entitas yang sepenuhnya solid, melainkan memiliki tiga ciri yang cair, yaitu mineness, centeredness, dan selfhood.
“Menerapkan model ini bukan untuk menambah sesuatu, tetapi justru melepaskan kemarahan, ketakutan, dan ketidaktenangan.”
Model Lebur Duka Labur Rasa ditawarkan sebagai upaya merevitalisasi cita-cita Psikologi sebagai ilmu yang tidak hanya mengkaji proses mental dan perilaku, tetapi juga membantu membentuk individu yang memiliki mental lebih bugar.
Cleo merupakan profesor ke-5 di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik serta profesor ke-458 di Universitas Brawijaya.

Prof. Ir. Winarto, S.T., M.T., Ph.D., Guru Besar Fakultas Teknik bidang Simulasi Dinamika Molekuler, mengembangkan penelitian untuk mencari solusi pemisahan air-alkohol dan penangkapan karbon dioksida atau CO₂ secara lebih efisien.
Dalam pidato pengukuhannya, Prof. Winarto memaparkan pemanfaatan molecular dynamics (MD) untuk melihat perilaku molekul pada skala yang sangat kecil.
Penelitian tersebut berangkat dari kebutuhan energi yang besar dalam proses pemisahan alkohol dari air. Metode konvensional seperti distilasi membutuhkan energi dalam jumlah besar.
Melalui simulasi, Prof. Winarto menunjukkan bahwa carbon nanotubes (CNTs) yang diberi medan listrik dapat memperkuat proses pemisahan air dari metanol maupun etanol.
Medan listrik membuat molekul air di dalam CNT tersusun lebih teratur sehingga lebih mudah masuk dan bertahan di dalam nanotube.
Metode tersebut kemudian dikembangkan untuk menangkap CO₂ dari gas hasil pembakaran. Simulasi menunjukkan material tersebut dapat mengadsorpsi CO₂ dibandingkan nitrogen (N₂) dan oksigen (O₂), sehingga berpotensi digunakan dalam teknologi penangkapan karbon.
Penelitian juga menggunakan boron nitride nanotubes (BNNT) dan membran. Hasil simulasi menunjukkan keberadaan membran Si₃N₄ dapat memperkuat efek pemisahan.
“Simulasi molecular dynamics memungkinkan kita memahami mekanisme material pada skala molekuler. Dengan memahami perilaku molekul tersebut, kita dapat membantu merancang material dengan kinerja yang lebih baik dan mengarahkannya pada penerapan teknologi nanomaterial.”
Ke depan, Prof. Winarto berencana memperluas pemanfaatan simulasi MD ke bidang penyimpanan energi, khususnya baterai dan superkapasitor.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan peneliti eksperimental agar hasil simulasi dapat divalidasi dan dikembangkan menuju penerapan teknologi nanomaterial.

Prof. Dr. Desi Dwi Prianti, S.Sos., M.Comn. dikukuhkan sebagai profesor dalam bidang Ilmu Media, Gender dan Studi Budaya.
Dalam pidato pengukuhannya, Desi mengangkat gagasan “Dekolonisasi Pengetahuan Subjek Terjajah Melalui Visual Dekolonial.”
Menurut Desi, pengalaman kolonialisme tidak hanya meninggalkan luka fisik dan mental, tetapi juga membentuk pengetahuan yang memengaruhi cara masyarakat membaca dan memahami dunia.
Pengaruh tersebut tidak hanya berkaitan dengan penguasaan wilayah, tetapi juga pemaknaan realitas sosial, tubuh, gender, hingga cara manusia memandang masa depan.
Desi menilai persoalan tersebut semakin penting karena cara manusia mengonsumsi pesan telah berubah dari dominasi teks menjadi visual.
“Kita hidup dalam paradoks, dibanjiri representasi visual tetapi minim kemampuan membaca dan mengkritiknya. Inilah salah satu bentuk epistemik kolonial yang bekerja dalam diri, yaitu kolonisasi cara kita membaca dunia.”
Untuk menjawab persoalan tersebut, Desi menawarkan Literasi Visual Dekolonial sebagai perangkat analisis sekaligus pedagogi.
Pendekatan tersebut mencakup modul ajar literasi visual kritis, protokol kurasi museum inklusif, serta riset transdisipliner mengenai tatanan visual di ruang digital.
Menurut Desi, dekolonisasi pengetahuan merupakan upaya membongkar rezim pengetahuan kolonial sekaligus membangun produksi pengetahuan yang berorientasi pada pemberdayaan.
Ia menawarkan tiga langkah strategis, yakni menyingkap sudut pandang pengarang dan kepentingan, melacak asal-usul historis standar visual hingga ke rezim pengetahuan kolonial, serta melawan dengan memproduksi tatanan visual tandingan.
“Menyingkap berarti mengganti pertanyaan ‘apa yang saya lihat?’ dengan ‘mengapa gambar ini ada di sini, dari sudut pandang siapa ia disusun, dan siapa yang justru tidak hadir di dalamnya?’.”
Ia berharap Literasi Visual Dekolonial dapat membuat masyarakat tidak lagi sekadar menjadi penerima gambar, tetapi menjadi pembaca yang berdaulat atas gambar.
“Ilmu komunikasi bukan sekadar teknik menyusun pesan yang efektif. Sebab bagi saya, ilmu pengetahuan harus bekerja untuk memanusiakan dan memerdekakan.”
Desi merupakan profesor dalam bidang Ilmu Media, Gender dan Studi Budaya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya.(Sfl)

UB Peringkat 3, Perguruan Tinggi Penerima Beasiswa Unggulan Terbanyak 2025
Guru Besar FAI UMM Dikukuhkan, Bikin Model EMAS Baca Kitab Gundul
SDN Pendem 01 Gelar Teacher Award Night, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu Apresiasi Guru Berdedikasi
UMM Gandeng Ayah-atasi Stunting di NTT
UB Berangkatkan Bantuan Logistik untuk Masyarakat Terdampak Bencana di NTT
Share This Article
Facebook Email Print
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Popular News
Pendidikan

Gandeng Industri, UB Bekali Mahasiswa Instrumentasi dengan Praktik Teknologi PLC-HMI

akbar
akbar
October 14, 2026
Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Taman Rekreasi Selecta Berikan Diskon Tiket hingga 30 Persen
Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Selecta Berikan Diskon Tiket hingga 30 Persen
Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Wali Kota Nurochman Ziarah dan Kirim Doa di Makam Mbah Batu
Wali Kota Malang Dukung Pengembangan Ekonomi Karbon, Lewat Ngalam Seger dan Ngalam Rijik Perkuat Komitmen Pengendalian Emisi
Kadisparta Kota Batu Apresiasi Diskon 50 Persen JTP Group, Ajak Pelaku Wisata Beri Promo HUT Kota
Wali Kota Malang Dukung Pengembangan Ekonomi Karbon, Lewat Ngalam Seger dan Ngalam Rijik Perkuat Komitmen Pengendalian Emisi
Rayakan HUT ke-25 Kota Batu, Jatim Park Group Beri Diskon Tiket 50 Persen untuk Warga Lokal

Kategori

  • Home
  • Kota Batu
  • Malang Raya
  • Bhayangkara
    • Bhayangkara Batu
    • Bhayangkara Malang
  • TNI
  • Pendidikan
  • Politik
- Advertisement -
Ad imageAd image
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
© Agro Redaksi. by carabellijuliet.com
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up