Agroredaksi.com – MALANG –Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, khususnya penutupan Selat Hormuz oleh Iran serta blokade yang dilakukan Amerika Serikat, mulai memberikan dampak nyata terhadap perekonomian global, termasuk Indonesia.Dampak tersebut salah satunya terlihat dari penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi seperti Pertadex dan Pertamax Turbo yang mengalami kenaikan. Kondisi ini menjadi sinyal kuat bahwa gejolak global berimbas langsung pada sektor energi dalam negeri.

Peneliti Senior Pusat Penelitian Kebijakan Ekonomi (PPKE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB), Joko Budi Santoso, SE., ME, menegaskan bahwa situasi ini menuntut kekuatan fiskal pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

“Pemerintah membutuhkan kapasitas fiskal yang kuat untuk menanggung beban subsidi energi, terutama untuk BBM seperti biosolar dan pertalite. Pembiayaan yang dibutuhkan tentu tidak kecil di tengah tekanan global saat ini,” ujarnya.
Selain itu, masyarakat juga mulai dihadapkan pada potensi kenaikan inflasi. Sejumlah indikator awal sudah terlihat, seperti naiknya harga bahan baku plastik yang berpotensi diikuti kenaikan harga logistik lainnya.
“Ketika harga energi naik, efek berantainya sangat luas. Biaya distribusi meningkat, harga barang ikut naik, dan ini berujung pada tekanan inflasi yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” tambahnya.
Lebih lanjut, Joko menjelaskan bahwa beban ekonomi ini tidak hanya dirasakan oleh pemerintah pusat, tetapi juga akan berdampak pada pemerintah daerah. Terlebih, kebijakan efisiensi anggaran pada tahun 2025 hingga 2026 menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga keberlanjutan program pembangunan.
“Pemerintah daerah harus mampu beradaptasi dengan kondisi ini. Efisiensi anggaran harus diimbangi dengan penyusunan program yang lebih produktif dan efektif agar tetap bisa bertahan di tengah tekanan ekonomi global,” tegasnya.
Dengan situasi yang terus berkembang, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas ekonomi serta melindungi daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian global.(Sfl)

