Agroredaksi.com – SDN Giripurno 02 Kota Batu melaksanakan Deklarasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) sekaligus Penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Anak pada Jumat (17/7/2026). Kegiatan ini menjadi wujud komitmen seluruh warga sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, serta bebas dari segala bentuk kekerasan.

Kegiatan diawali dengan penutupan MPLS Ramah Anak yang diikuti seluruh peserta didik kelas 1 hingga kelas 6 di halaman sekolah. Acara kemudian dilanjutkan dengan Deklarasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman yang diikuti seluruh warga sekolah bersama para pemangku kepentingan melalui pembacaan komitmen dan pembubuhan cap jari sebagai simbol dukungan dan komitmen bersama.

Rangkaian kegiatan berikutnya dilaksanakan di aula sekolah dengan dihadiri para stakeholder, komite sekolah, orang tua, dan tamu undangan. Kegiatan meliputi Deklarasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, sosialisasi BSAN dan program sekolah, serta Gallery Walk yang menampilkan berbagai praktik baik pelaksanaan BSAN di SDN Giripurno 02 Kota Batu. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama sebelum seluruh peserta kembali bergabung di halaman sekolah untuk mengikuti deklarasi bersama seluruh warga sekolah.

Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di SDN Giripurno 02 telah diterapkan sejak tahun 2024. Program ini berawal dari keikutsertaan sekolah sebagai sekolah percontohan (piloting) Modul Pendidikan Karakter Hebat yang dikembangkan PUSPEKA Kementerian Pendidikan melalui kerja sama Indonesia–Australia. Program tersebut membawa berbagai dampak positif, mulai dari meningkatnya karakter peserta didik, tumbuhnya budaya saling menghargai, hingga terciptanya lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman.

Berangkat dari keberhasilan tersebut, SDN Giripurno 02 mengembangkan inovasi sekolah berupa Program CEKAR (Ciptakan Empati Karakter Anak Ramah) sebagai penguat implementasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Program ini menghadirkan berbagai kegiatan yang menumbuhkan empati, karakter positif, serta budaya saling peduli di lingkungan sekolah.

Berbagai inovasi dalam Program CEKAR meliputi Website CEKAR, Kotak CEKAR, Selasa Empati, KARTIKA CEKAR, PAKAR CEKAR, Kursi Persahabatan, Sahabat CEKAR, peringatan Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak (HAKTP), serta berbagai program pembiasaan karakter lainnya yang dilaksanakan setiap hari di sekolah.
Kepala SDN Giripurno 02 Kota Batu, Mariyanah, S.Pd., mengatakan Deklarasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan komitmen nyata seluruh warga sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
“Kami ingin setiap anak datang ke sekolah dengan perasaan senang, merasa aman, dihargai, dan memiliki ruang untuk tumbuh serta berkembang sesuai potensi yang dimiliki. Budaya Sekolah Aman dan Nyaman harus menjadi kebiasaan yang hidup dalam keseharian seluruh warga sekolah,” ujar Mariyanah.
Ia menambahkan, melalui Program CEKAR pihaknya berharap nilai-nilai empati, kepedulian, dan karakter positif terus tumbuh menjadi budaya di lingkungan sekolah.
“Kami mengajak orang tua, komite sekolah, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan untuk terus berkolaborasi mewujudkan sekolah yang ramah anak, aman, nyaman, dan berkarakter. Dengan kebersamaan, kami optimistis dapat mencetak generasi yang berakhlak mulia dan siap menghadapi masa depan,” pungkasnya.(Sfl)

