By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept

Agro Redaksi

Redaksi Malang Raya

Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Kota Batu
  • Malang Raya
  • Bhayangkara
    • Bhayangkara Batu
    • Bhayangkara Malang
  • TNI
  • Pendidikan
  • Politik
Reading: Dosen Unisma Kembangkan Alat Sterilisasi HTST–PEF untuk Jus Kunyit Tanpa Pengawet
Share
Font ResizerAa
Agro RedaksiAgro Redaksi
Search
  • Agro Home
  • Kota Batu
  • Malang Raya
  • Bhayangkara Batu
  • Bhayangkara Malang
  • TNI
  • Pendidikan
  • Politik
Have an existing account? Sign In
Follow US
Agro Redaksi > Blog > Malang Raya > Dosen Unisma Kembangkan Alat Sterilisasi HTST–PEF untuk Jus Kunyit Tanpa Pengawet
Malang RayaPendidikan

Dosen Unisma Kembangkan Alat Sterilisasi HTST–PEF untuk Jus Kunyit Tanpa Pengawet

akbar
Last updated: January 27, 2026 1:25 pm
akbar
Published: January 27, 2026
Share
SHARE

Agroredaksi.com – Hadi Apriliawan, dosen Universitas Islam Malang (Unisma), berhasil menghadirkan terobosan baru dalam teknologi pengolahan minuman herbal, khususnya sterilisasi jus kunyit agar lebih tahan lama, aman dikonsumsi secara massal, serta tetap mempertahankan kualitas alaminya.
Inovasi tersebut mengombinasikan teknologi High Temperature Short Time (HTST) dengan Pulsed Electric Field (PEF), yakni perpaduan pemanasan singkat bersuhu tinggi dan kejutan listrik terkontrol. Metode ini dinilai mampu menekan pertumbuhan mikroba tanpa merusak kandungan gizi maupun karakter alami jus kunyit.

“Kami ingin menghasilkan produk jus kunyit yang aman, awet, tetapi tetap alami tanpa tambahan pengawet kimia,” ujar Hadi Apriliawan saat ditemui, Selasa (27/01/25).

Menurutnya, metode HTST–PEF yang dikembangkan telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk pengolahan minuman. Selain itu, teknologi ini terbukti mampu mempertahankan warna, aroma, rasa, serta kandungan nutrisi, termasuk kurkumin sebagai senyawa aktif utama kunyit.
Penelitian Sterilisasi Jus Kunyit
Dalam penelitian terbarunya yang dilakukan pada April 2025, Hadi menguji dua metode sterilisasi, yakni Low Temperature Long Time (LTLT) dan HTST yang dikombinasikan dengan PEF. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan HTST–PEF pada suhu 75°C selama 9 detik menjadi metode paling efektif.
“Kombinasi tersebut mampu menurunkan Total Plate Count (TPC) hingga 0,3 × 10² CFU/mL, jauh di bawah ambang batas maksimal SNI untuk sterilitas komersial minuman,” jelasnya.

Hasil Uji Mikrobiologi Jus kunyit segar pada kondisi awal tercatat memiliki TPC sebesar 3,0 × 10⁴ CFU/mL, yang menyebabkan produk mudah rusak dan tidak tahan simpan. Pengujian yang dilakukan di PT Metro Mesin Mendunia, Kepanjen, menunjukkan perbedaan signifikan antarperlakuan, yaitu:

Tanpa sterilisasi: 3,0 × 10⁴ CFU/mL
60°C selama 1 detik: 2,6 × 10⁴ CFU/mL
60°C selama 9 detik: 1,3 × 10⁴ CFU/mL
75°C selama 1 detik: 2,3 × 10³ CFU/mL
75°C selama 9 detik (terbaik): 0,3 × 10² CFU/mL

Hadi menegaskan bahwa metode ini efektif membunuh bakteri patogen tanpa merusak kurkumin, senyawa antioksidan utama pada kunyit yang berperan penting dalam menangkal peradangan hingga potensi kanker.

Manfaat bagi Industri dan Masyarakat
Teknologi HTST–PEF karya Hadi Apriliawan tersedia dalam berbagai kapasitas, mulai dari 10 liter hingga 500 liter, sehingga dapat dimanfaatkan oleh UMKM hingga industri skala menengah. Selain efisien secara energi, teknologi ini juga mampu menjaga mutu sensoris dan nilai gizi produk minuman herbal.
Tak hanya berfokus pada riset, Hadi juga aktif melakukan pelatihan gratis bagi pelaku UMKM pengolahan minuman di Desa Curungrejo, Kepanjen, Kabupaten Malang.

“Kami ingin teknologi ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama UMKM, agar produk lokal bisa naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas,” ungkapnya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali pengetahuan lengkap mulai dari proses blending kunyit, pemerasan, sterilisasi HTST–PEF, pendinginan cepat pada suhu 5–10°C, hingga desain kemasan dan pelabelan sesuai standar SNI.
Dengan keunggulan produk yang awet tanpa pengawet kimia, inovasi ini membuka peluang besar bagi sari kunyit lokal untuk dipasarkan secara luas, baik di Jawa Timur maupun di tingkat nasional. (Sfl)

Wahyu Hidayat Dorong Penegakan Hukum Humanis Lewat Restorative Justice
Gandeng Industri, UB Bekali Mahasiswa Instrumentasi dengan Praktik Teknologi PLC-HMI
Jelang Lebaran,Wali Kota Wahyu ImbauMasyarakat Tidak Panic Buying
Roadrace Supermoto Championship 2026 Siap Guncang Sirkuit Tugu Malang
Mahasiswa UMM, Ciptakan Alat Deteksi Rematik
Share This Article
Facebook Email Print
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Popular News
Pendidikan

Gandeng Industri, UB Bekali Mahasiswa Instrumentasi dengan Praktik Teknologi PLC-HMI

akbar
akbar
October 14, 2026
Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Taman Rekreasi Selecta Berikan Diskon Tiket hingga 30 Persen
Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Selecta Berikan Diskon Tiket hingga 30 Persen
Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Wali Kota Nurochman Ziarah dan Kirim Doa di Makam Mbah Batu
Wali Kota Malang Dukung Pengembangan Ekonomi Karbon, Lewat Ngalam Seger dan Ngalam Rijik Perkuat Komitmen Pengendalian Emisi
Kadisparta Kota Batu Apresiasi Diskon 50 Persen JTP Group, Ajak Pelaku Wisata Beri Promo HUT Kota
Wali Kota Malang Dukung Pengembangan Ekonomi Karbon, Lewat Ngalam Seger dan Ngalam Rijik Perkuat Komitmen Pengendalian Emisi
Rayakan HUT ke-25 Kota Batu, Jatim Park Group Beri Diskon Tiket 50 Persen untuk Warga Lokal

Kategori

  • Home
  • Kota Batu
  • Malang Raya
  • Bhayangkara
    • Bhayangkara Batu
    • Bhayangkara Malang
  • TNI
  • Pendidikan
  • Politik
- Advertisement -
Ad imageAd image
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
© Agro Redaksi. by carabellijuliet.com
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up