By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept

Agro Redaksi

Redaksi Malang Raya

Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Kota Batu
  • Malang Raya
  • Bhayangkara
    • Bhayangkara Batu
    • Bhayangkara Malang
  • TNI
  • Pendidikan
  • Politik
Reading: Dokter RSUB Berikan Tips Cegah Campak
Share
Font ResizerAa
Agro RedaksiAgro Redaksi
Search
  • Agro Home
  • Kota Batu
  • Malang Raya
  • Bhayangkara Batu
  • Bhayangkara Malang
  • TNI
  • Pendidikan
  • Politik
Have an existing account? Sign In
Follow US
Agro Redaksi > Blog > Malang Raya > Dokter RSUB Berikan Tips Cegah Campak
Malang RayaPendidikan

Dokter RSUB Berikan Tips Cegah Campak

akbar
Last updated: March 11, 2026 3:54 pm
akbar
Published: March 11, 2026
Share
SHARE

Agroredaksi.com-Dokter spesialis anak, rumah sakit Universitas Brawijaya (RS UB), dr. Laurentia Ima Monica, Sp. A. M. Biomed menyampaikan beberapa langkah mencegah penyakit menular campak yang sedang marak terjadi di Indonesia.

Data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) 2025 menunjukan bahwa kasus campak Indonesia berada di posisi kedua setelah Yaman dan diatas India. Kasus di Yaman menembus angka 11.288, di Indonesia 10.744 kasus, dan di India 9.666 kasus.

“Sementara di Indonesia sejak Februari 2026, kasus suspek sudah mencapai 10 ribuan. Jika melihat data tahun 2025, kasus suspek mencapai 60-63 ribuan dengan angka kematian 69 kasus. Jadi bisa dibayangkan, jika angka suspeknya sudah setinggi ini, dan ketika kita tidak melakukan apapun, angkanya pasti akan jauh lebih tinggi,” ujar dr. Laurentia.

dr. Laurentia menegaskan perlunya membuat langkah-langkah komprehensif yang efektif mengatasi campak. Baginya, tingginya angka suspek disebabkan oleh rendahnya cakupan vaksinasi yang masih di angka 83%, seharusnya di atas 95%. Rendahnya cakupan vaksin ini terjadi salah satunya karena resistensi dari masyarakat untuk divaksin.

“Padahal kekebalan komunitas (herd immunity) melalui cakupan vaksin sangat penting. Apabila cakupan imunisasi di suatu kelompok atau komunitas tinggi, maka kekebalannya juga akan tinggi. Hal ini dapat melindungi diri sendiri dan kelompok rentan yang tidak bisa divaksin karena kondisi tertentu,” jelas dr. Laurentia

Beberapa kondisi seseorang yang tidak bisa menerima vaksin dan rentan terkena campak seperti pasien dengan penyakit kronis, mengonsumsi obat-obatan tertentu misal steroid, penderita penyakit jangka panjang, kemudian usia rentan lainnya yakni bayi kecil dan ibu hamil.

Bagi para orang tua dan masyarakat, dr. Laurentia merekomendasikan beberapa hal yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh guna mencegah penyakit yang menular lewat udara ini. Pertama, vaksinasi campak secara rutin yang bisa dilakukan sejak anak usia 9 bulan, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), rutin mencuci tangan, jangan berkerumun jika tidak perlu, dan melakukan isolasi diri apabila sakit atau menunjukan gejala campak.

“Ciri-ciri kondisi klinis campak dapat dilihat berdasarkan fasenya yaitu fase inkubasi, prodromal, dan erupsi,” tambah dr. Laurentia.

Fase inkubasi yaitu masa seseorang terpapar hingga timbul sakit dalam waktu 10-14 hari sebelum fase prodromal. Fase prodromal ditandai munculnya trias campak seperti demak, pilek, dan mata merah, fase ini berlangsung 4 hari. Kemudian, muncul bintik putih di pipi bagian dalam, 1-2 hari sebelum fase erupsi. Fase erupsi, pasien mengalami kemerahan merata, dan bintil dari kepala, belakang telinga, menyebar keseluruh tubuh, terakhir tangan kaki. Fase ini terjadi dalam kurun waktu 4-10 hari. Terakhir, fase konvalesen, dimana titik merah di tubuh berkurang bukan hilang, dan berganti menjadi kecoklatan, bersisik, jika mengalami diare gejalanya menurun. Fase ini terjadi dalam kurun waktu 4-10 hari.

dr. Laurentia juga menjelaskan bahwa kondisi campak dibagi menjadi ringan dan berat. Kondisi berat dapat disertai pneumonia, sesak, gagal nafas, infeksi otak, penurunan kesadaran, hingga kejang.

“Meskipun demikian, penyakit ini bisa sembuh. Tapi karena disebabkan oleh virus dan kita belum ada antivirus, jadi sangat bergantung pada kekebalan tubuh kita, serta apabila sudah mengalami gejala diatas, segera diperiksakan seawal mungkin. Karena, jika sudah terlambat akan susah penangannya,” tambah dr. Laurentia. (And/sfl)

PJT 1 Galakkan Penghijauan, 550 Bibit Pohon Diserahkan kepada Warga di CFD Ijen
Tinjau SRMP 14 Batu: Fasilitas Ditingkatkan, Potensi Siswa Dipetakan
BI CATAT PENJUALAN ECERAN BULAN OKTOBER DIPRAKIRAKAN TUMBUH POSITIF
FSTeM UB Gaspol Hadapi Akreditasi Baru LAMSAMA, Bidik Seluruh Prodi Raih Status Unggul
Pembangunan jembatan Depan SMPN 3 Kota Batu Capai 75 Persen, DPU PR Pacu Penyelesaian Pertengahan Desember
Share This Article
Facebook Email Print
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Popular News
Pendidikan

Gandeng Industri, UB Bekali Mahasiswa Instrumentasi dengan Praktik Teknologi PLC-HMI

akbar
akbar
October 14, 2026
Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Taman Rekreasi Selecta Berikan Diskon Tiket hingga 30 Persen
Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Selecta Berikan Diskon Tiket hingga 30 Persen
Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Wali Kota Nurochman Ziarah dan Kirim Doa di Makam Mbah Batu
Wali Kota Malang Dukung Pengembangan Ekonomi Karbon, Lewat Ngalam Seger dan Ngalam Rijik Perkuat Komitmen Pengendalian Emisi
Kadisparta Kota Batu Apresiasi Diskon 50 Persen JTP Group, Ajak Pelaku Wisata Beri Promo HUT Kota
Wali Kota Malang Dukung Pengembangan Ekonomi Karbon, Lewat Ngalam Seger dan Ngalam Rijik Perkuat Komitmen Pengendalian Emisi
Rayakan HUT ke-25 Kota Batu, Jatim Park Group Beri Diskon Tiket 50 Persen untuk Warga Lokal

Kategori

  • Home
  • Kota Batu
  • Malang Raya
  • Bhayangkara
    • Bhayangkara Batu
    • Bhayangkara Malang
  • TNI
  • Pendidikan
  • Politik
- Advertisement -
Ad imageAd image
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
© Agro Redaksi. by carabellijuliet.com
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up