Agroredaksi.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya mencatat sebanyak 895 wisatawan mancanegara (WNA) menggunakan layanan kereta api di wilayah Malang Raya selama periode Angkutan Lebaran 11–31 Maret 2026.

Jumlah tersebut meningkat 22 persen dibandingkan periode Natal dan Tahun Baru 2025/2026 yang mencapai 732 wisatawan. Tren ini menunjukkan meningkatnya minat wisatawan asing terhadap kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, dan efisien.Selama periode tersebut, pergerakan wisatawan didominasi melalui Stasiun Malang sebanyak 767 wisatawan. Selain itu, Stasiun Malang Kota Lama tercatat 74 wisatawan, Stasiun Lawang 28 wisatawan, Stasiun Kepanjen 25 wisatawan, dan Stasiun Sumberpucung 1 wisatawan.Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyebut peningkatan ini menjadi indikator meningkatnya kepercayaan wisatawan mancanegara terhadap layanan kereta api di Indonesia.
“Peningkatan jumlah wisatawan asing ini menunjukkan kereta api semakin menjadi pilihan transportasi yang aman, nyaman, dan andal,” ujarnya.
Ia menambahkan, konektivitas antar stasiun yang terhubung dengan pusat kota serta didukung integrasi antarmoda menjadi nilai tambah bagi wisatawan.
“Kemudahan akses ini memberikan pengalaman perjalanan yang lebih praktis dan menyenangkan bagi wisatawan mancanegara,” tambahnya.
Meningkatnya jumlah wisatawan asing ini juga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal di Malang Raya. Sektor perhotelan, kuliner, transportasi lanjutan, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut merasakan dampaknya.
KAI Daop 8 Surabaya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan, mulai dari kemudahan pembelian tiket, kebersihan sarana dan prasarana, hingga pelayanan pelanggan, guna memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh pengguna jasa, termasuk wisatawan mancanegara.(Sfl,)

