Agroredaksi.com – Malang.Bertepatan dengan peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) pada Oktober 2025, Pusat Pemberdayaan Disabilitas Lingkar Sosial Indonesia (LINKSOS) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Difabel Pecinta Alam (Difpala) Seven Summits II Gunung Arjuno untuk Kampanye PRB Inklusif.”

Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Kamis, 9 Oktober 2025, bertempat di Ruang Perpustakaan 1, Gedung Malang Creative Center (MCC) mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai.
FGD ini bertujuan untuk menggalang jaringan nasional dan kerjasama lokal di bidang pengurangan risiko bencana (PRB) yang inklusif, sekaligus menggalang dukungan untuk event Difpala Seven Summits II.
Program Difpala Seven Summits (Disability Seven Summits) merupakan misi pendakian tujuh gunung di Indonesia oleh komunitas Difabel Pecinta Alam, hasil kolaborasi antara Lingkar Sosial Indonesia (LINKSOS) dan Komisi Nasional Disabilitas (KND).
Setelah sukses mendaki Gunung Kawi pada edisi pertama tahun 2024, tahun ini Difpala melanjutkan misinya ke Gunung Arjuno melalui jalur Sumber Brantas, Kota Batu.
Selain menjadi momentum kampanye PRB inklusif, kegiatan ini juga menjadi ajang pengenalan Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana (ULD PB) Kabupaten Malang yang baru diresmikan pada 31 Juli 2025 lalu.
Ketua Lingkar Sosial Indonesia, Ken kerta menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari semangat kemandirian dan inklusi difabel dalam upaya pengurangan risiko bencana.
“Melalui FGD ini kami ingin membangun pemahaman bersama bahwa teman-teman difabel bukan sekadar penerima manfaat, tetapi juga pelaku aktif dalam mitigasi bencana dan pelestarian alam,” ujar Ken Rabu (8/10).
“Misi Difpala Seven Summits II di Gunung Arjuno akan menjadi simbol keberanian dan kolaborasi lintas pihak untuk mewujudkan PRB yang benar-benar inklusif,” tambahnya.
Dalam kegiatan ini, LINKSOS menggandeng sejumlah lembaga dan tokoh penting, di antaranya:
Komisi Nasional Disabilitas, Dinas Sosial Kota Batu, BPBD Kabupaten Malang, BPBD Kota Malang, BPBD Kota Batu, SIAP SIAGA, ULD PB Kabupaten Malang, Perhutani Kabupaten Malang, Pos Pendakian Gunung Arjuno via Sumber Brantas, Bapak Asmujiono (Pendaki Gunung Everest), PT Otsuka Indonesia, Malang Creative Center, Rescue Bela Negara Malang, BMH Jatim Gerai Malang, Yayasan Khatulistiwa Sinema Nusantara (Kastara), KADE OUTDOOR.
Perwakilan BPBD Kabupaten Malang, Sutopo Wibowo, turut mengapresiasi langkah inklusif yang diinisiasi LINKSOS ini.
“Konsep PRB inklusif menjadi penting karena bencana bisa menimpa siapa saja. Dengan melibatkan komunitas difabel, kita memperluas jangkauan kesiapsiagaan dan memastikan tidak ada yang tertinggal dalam penanggulangan bencana,” ujarnya.
Kegiatan FGD ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antar-lembaga dan membangun kesadaran bersama tentang pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana yang ramah bagi penyandang disabilitas.(Sfl)
—
Kirim dari Fast Notepad

