Agroredaksi.com – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Brawijaya resmi bertransformasi menjadi Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika (FSTeM). Perubahan nama tersebut dilakukan sebagai langkah menjawab perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bergerak sangat cepat dalam beberapa tahun terakhir.Perubahan nama ini sekaligus menandai perluasan paradigma keilmuan yang sebelumnya identik dengan disiplin ilmu dasar menjadi lebih terbuka terhadap perkembangan teknologi digital, komputasi, hingga sains data.

Ketua Senat Akademik Fakultas (SAF) FSTeM Universitas Brawijaya, Prof. Sasmito Djati mengatakan, perubahan besar dalam dunia pengetahuan dan teknologi memengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat sehingga perguruan tinggi harus mampu beradaptasi.
“Sekitar tiga tahun terakhir kita melihat perubahan sangat cepat dari era knowledge dan teknologi. Perubahannya luar biasa dan itu mempengaruhi kultur budaya masyarakat. Sehingga kami sebagai ilmu dasar yang mendasari semua ilmu pengetahuan harus menyiapkan diri,” ujarnya.
Sasmito menjelaskan, proses perubahan nama tersebut telah melalui tahapan panjang selama tiga tahun. Menurutnya, pergantian nama bukan berarti meninggalkan identitas lama FMIPA, melainkan meneruskan semangat ilmu dasar agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

“Dulu ketika berbicara matematika dan IPA seperti bangunan tertutup, biologi, kimia, fisika berjalan sendiri-sendiri. Ketika masuk dunia komputasi dan teknologi digital ternyata tidak ada batasnya. Maka kami harus menjawab itu dengan mengubah nama fakultas tanpa meninggalkan identitas dulu,” tambahnya
Nama baru Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika atau FSTeM dipilih untuk menggambarkan keterbukaan ilmu pengetahuan yang semakin terintegrasi dengan teknologi dan kebutuhan masyarakat modern.
“Kami tidak meninggalkan matematika, biologi, kimia, dan fisika karena itu dasar semua ilmu. Namun kami akan mengarah ke masyarakat yang knowledge driven context, yakni masyarakat berbasis ilmu pengetahuan yang kontekstual dan terbuka,”Tutupnya kepada media
Sementara itu, Dekan FSTeM UB, Prof. Sukir Maryanto menegaskan bahwa perubahan nama justru memperbesar ruang pengembangan FMIPA ke depan.
“Perubahan nama kami anggap MIPA semakin besar untuk mewadahi program studi yang ada. Karena di situ ada bioinformatika, sains data, aktuaria, sehingga perlu diperluas lagi,” jelasnya.
Menurutnya, paradigma baru FSTeM membuka peluang pengembangan program studi dan riset yang lebih luas tanpa meninggalkan jati diri ilmu dasar.
“Dengan nama STeM paradigmanya memperluas kapasitas MIPA dan jati diri. Kita mewadahi paradigma ilmu yang berkembang di FSTeM. Peluang pengembangan makin besar karena wadahnya lebih besar, meskipun tantangannya juga sangat besar,” ujarnya.
Ia menambahkan, FSTeM ditargetkan menjadi pusat gravitasi perkembangan sains, teknologi, dan matematika di Indonesia. Bahkan, fakultas tersebut diklaim menjadi fakultas pertama dengan konsep STeM di Indonesia.
“Semangatnya kita menjawab berbagai permasalahan di masyarakat. Ketika ada teknologi terbaru berkembang tanpa ilmu dasar itu tidak akan bisa. Fakultas ini ditargetkan menjadi pusat gravitasi perkembangan sains, teknologi, dan matematika di Indonesia,” katanya.
Ke depan, FSTeM juga membuka peluang pembentukan program studi baru seperti teknologi material hingga geosains. Saat ini, FSTeM memiliki total 19 program studi yang terdiri dari 10 program sarjana (S1), 5 program magister (S2), dan 4 program doktor (S3).(Mp/sfl,)

