Agroredaksi.com-MALANG – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Studium Generale bersama Prof. Dr. Muliaman D. Hadad, Ph.D, Wakil Ketua Dewan Pengawas Danantara Indonesia Sovereign Fund, bertempat di Basement Dome UMM, Rabu (23/11/25).
Acara ini dihadiri Rektor UMM Prof. Dr. Nazarudin Malik, M.Si, para kaprodi, dosen, serta ratusan mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Dalam sambutannya, Rektor UMM Prof. Nazarudin Malik menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kuliah umum tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana penting bagi mahasiswa untuk memahami arah pembangunan ekonomi nasional dan peluang peran generasi muda di dalamnya.

Sementara itu, Prof. Muliaman Hadad menjelaskan secara komprehensif tentang Danantara Indonesia, lembaga pengelola investasi strategis milik pemerintah yang diluncurkan pada 24 Februari 2025.
Danantara, atau Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, dibentuk untuk mengonsolidasikan dan mengoptimalkan aset-aset negara dari berbagai BUMN strategis, seperti Pertamina, PLN, Telkom, Bank Mandiri, BRI, dan BNI.

Total aset yang dikelola diperkirakan mencapai sekitar 900 miliar dolar AS, yang akan diarahkan untuk investasi di sektor-sektor prioritas seperti hilirisasi industri, energi terbarukan, pusat data, teknologi, produksi pangan dan protein, serta kecerdasan buatan.
Lebih jauh, Prof. Muliaman menekankan bahwa keberadaan Danantara merupakan bagian dari upaya mendukung Visi Indonesia Emas 2045—yakni mewujudkan Indonesia yang berdaulat, maju, adil, dan makmur tepat di usia 100 tahun kemerdekaan.
Visi tersebut didukung empat pilar utama: pembangunan manusia dan penguasaan IPTEK, pembangunan ekonomi berkelanjutan, pemerataan pembangunan, serta ketahanan nasional dan tata kelola pemerintahan.
Ia juga menyinggung inisiatif pembangunan strategis dalam kerangka Asta Cita, yang mencakup hilirisasi industri hijau, ketahanan pangan dan energi, investasi energi rendah karbon, penguatan teknologi, ekonomi biru, serta pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia.
“Mahasiswa harus punya wawasan tentang peluang besar di balik transformasi ekonomi ini. Ke depan, generasi muda bisa berperan langsung, baik di sektor pemerintahan maupun industri strategis yang dikelola Danantara,” ujar Prof. Muliaman.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memperoleh pemahaman baru mengenai arah pembangunan ekonomi nasional, serta potensi peran mereka dalam mendukung terwujudnya ekonomi mandiri menuju Indonesia Emas 2045.(Sfl)

