Agroredaksi com-BATU – Dinas Pendidikan Kota Batu terus memperkuat komitmen menciptakan lingkungan belajar yang ramah anak melalui kegiatan Diseminasi Budaya Sekolah Aman Nyaman yang digelar selama empat hari, 14 hingga 17 April 2026, di Agrokusuma, Kota Batu.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu,Alfi Nurhidayat, M.T., Ph.D dan diikuti lebih dari 100 kepala sekolah serta wakil kepala sekolah SD negeri dan swasta dari dua kecamatan di Kota Batu. Diseminasi ini menjadi langkah strategis dalam mensosialisasikan budaya sekolah yang aman dan nyaman, sekaligus meningkatkan pemahaman para pendidik tentang pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari kekerasan, perundungan, serta berbagai perilaku negatif lainnya.

Dalam sambutannya, Alfi Nurhidayat menegaskan bahwa pembangunan budaya sekolah yang positif tidak bisa hanya dibebankan kepada guru, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh ekosistem pendidikan.
“Tujuan utama kita adalah menumbuhkan komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan kenyamanan sekolah. Tidak hanya guru, tetapi juga wali murid dan peserta didik. Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa ke depan program ini akan diperluas agar menyentuh seluruh elemen pendidikan, tidak hanya tenaga pendidik.
“Ke depan tidak hanya guru, namun wali murid bahkan murid juga akan mendapatkan bimbingan, mulai dari tingkat SD maupun SMP, agar budaya sekolah aman dan nyaman benar-benar menjadi gerakan bersama,” tambahnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Modul Pembiasaan Karakter Hebat yang menempatkan pendidikan karakter sebagai fondasi utama dalam proses pembelajaran. Sekolah tidak lagi hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga berperan sebagai ruang aman bagi anak untuk tumbuh, berkembang, serta membentuk kepribadian yang utuh.
Sejumlah sekolah yang telah menjadi pilot project di Kota Batu, seperti SDN Giripurno 2, SDN Tlekung 2, dan SDN Pendem 1, sebelumnya telah menunjukkan berbagai praktik baik. Inovasi seperti Kabul Juning, Parasku, dan CEKAR menjadi contoh nyata bagaimana nilai-nilai karakter dapat diinternalisasikan menjadi budaya sekolah yang berdampak langsung pada peningkatan rasa aman, kenyamanan, serta hubungan sosial yang lebih sehat di lingkungan pendidikan.
Tidak hanya berfokus pada pemahaman konsep, kegiatan ini juga memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan di Kota Batu. Salah satunya adalah upaya pencegahan kekerasan dan bullying melalui pemberian strategi konkret kepada pihak sekolah dalam menciptakan lingkungan yang aman secara fisik maupun psikis bagi peserta didik. Dengan adanya pemahaman ini, sekolah diharapkan mampu mendeteksi potensi masalah sejak dini serta mengambil langkah pencegahan yang tepat.Selain itu, kegiatan ini juga berkontribusi dalam penguatan karakter peserta didik. Melalui pembiasaan nilai-nilai positif seperti empati, toleransi, disiplin, dan penghargaan terhadap keberagaman, sekolah dapat membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepribadian yang kuat dan berintegritas.
Manfaat lain yang tidak kalah penting adalah proses diseminasi praktik baik dari sekolah-sekolah percontohan. Pengalaman dan metode yang telah terbukti berhasil dapat direplikasi oleh sekolah lain secara sistematis dan berkelanjutan, sehingga pemerataan kualitas lingkungan belajar yang aman dan nyaman dapat segera terwujud di seluruh sekolah dasar di Kota Batu.Kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi antar unsur dalam ekosistem pendidikan, mulai dari sekolah, guru, peserta didik, hingga orang tua dan masyarakat. Sinergi ini menjadi kunci dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif, inklusif, serta berorientasi pada kepentingan terbaik bagi anak.
Selama empat hari pelaksanaan, peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga mendalami modul pembiasaan karakter serta menyusun rencana tindak lanjut yang akan diterapkan di sekolah masing-masing. Dengan langkah ini, diharapkan implementasi budaya sekolah aman dan nyaman tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi benar-benar menjadi gerakan nyata di setiap satuan pendidikan.
Kegiatan diseminasi ini dilaksanakan berdasarkan Permen dikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 dan Kepmen dikdasmen Nomor 17 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Melalui kegiatan ini, Dinas Pendidikan Kota Batu menegaskan komitmennya dalam menghadirkan sekolah sebagai ruang aman bagi anak-anak untuk belajar, tumbuh, dan berkembang secara optimal.(Sfl)

