Agroredaksi.com-Batu — Pemerintah Kota Batu mendorong pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi anak-anak, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi sektor pertanian dan peternakan lokal. Kota Batu yang dikenal sebagai kota agro dinilai memiliki potensi besar untuk memasok kebutuhan bahan baku program tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat, menyampaikan bahwa petani dan peternak lokal dapat dilibatkan secara langsung dalam rantai pasok MBG. Ia mengimbau pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar memprioritaskan penggunaan bahan baku dari Kota Batu.
“Kota Batu ini kota agro. Kita punya petani dan peternak yang siap memasok kebutuhan MBG, mulai telur, susu, daging, sayur-mayur, sampai kentang. Kami mendorong dapur SPPG untuk memaksimalkan penggunaan produk lokal,” ujar Alfi Nurhidayat.
Menurutnya, pemanfaatan bahan pangan lokal tidak hanya menjamin kualitas dan kesegaran makanan bagi anak-anak, tetapi juga membuka pasar yang jelas bagi hasil pertanian dan peternakan daerah.
“Dengan melibatkan petani dan peternak lokal, program MBG tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi anak, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat. Perputaran uangnya tetap di Kota Batu,” tambahnya.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program nasional yang bertujuan menyediakan makanan sehat dan bergizi secara gratis bagi peserta didik, guna mendukung tumbuh kembang anak, meningkatkan konsentrasi belajar, serta menekan angka stunting dan kekurangan gizi. Program ini dilaksanakan melalui dapur SPPG yang bertugas menyiapkan dan mendistribusikan makanan sesuai standar gizi.
Pemerintah Kota Batu berharap sinergi antara MBG dengan sektor pertanian dan peternakan lokal dapat menciptakan manfaat ganda, yakni meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekaligus memperkuat kesejahteraan petani dan peternak sebagai bagian dari pembangunan daerah yang berkelanjutan.(Pj)

