Agroredaksi com– Pembangunan Lapangan Desa Sumberejo, Kecamatan Batu, Kota Batu, hingga akhir Desember 2025 telah mencapai progres sekitar 80 persen. Proyek yang semula ditargetkan rampung pada akhir Desember 2025 tersebut mengalami keterlambatan akibat faktor cuaca, khususnya intensitas hujan yang cukup tinggi selama masa pelaksanaan pekerjaan.

Kepala Desa Sumberejo, Riyanto, menjelaskan bahwa pembangunan lapangan desa tersebut telah berjalan sesuai kontrak yang disepakati sejak awal. Namun kondisi cuaca yang tidak mendukung membuat penyelesaian pekerjaan tidak dapat tercapai sesuai target awal.
“Untuk pembangunan lapangan sampai akhir Desember 2025 itu sudah 80 persen. Sesuai target kontrak seharusnya selesai akhir Desember, tetapi karena kendala cuaca, hujan sangat berpengaruh terhadap kinerja pekerja,” ujar Riyanto.

Meski demikian, Riyanto menegaskan bahwa pihak pelaksana proyek tetap memiliki komitmen untuk menyelesaikan pembangunan hingga tuntas. Bahkan, kontraktor pelaksana siap menanggung denda keterlambatan masa kerja sebagaimana telah diatur dalam kontrak.
“Untuk masalah denda keterlambatan, pihak CV sudah siap dan sanggup memenuhi denda yang telah disepakati. Kami juga sudah berkomitmen bersama pelaksana, insya Allah pertengahan Januari, paling lambat sekitar tanggal 15 Januari, pekerjaan sudah selesai,” tambahnya.
Pembangunan lapangan Desa Sumberejo merupakan kegiatan yang didanai melalui Bantuan Khusus Pemerintah Kota Batu Tahun 2025 dengan nilai kontrak sebesar Rp1.365.277.000. Proyek ini dilaksanakan selama 90 hari dan dikerjakan oleh CV Dipa Pratama. Lapangan tersebut dibangun dengan memperhatikan standar nasional, baik dari segi ukuran, sistem resapan air, maupun irigasi.
Setelah pekerjaan fisik selesai, lapangan belum dapat langsung digunakan. Riyanto menjelaskan bahwa akan dilakukan penanaman rumput dan masa perawatan selama kurang lebih tiga bulan. Selama masa perawatan tersebut, tanggung jawab sepenuhnya berada di tangan pihak pelaksana.
“Nanti setelah selesai, ada penanaman rumput dan masa perawatan sekitar tiga bulan agar rumput bisa tumbuh maksimal. Insya Allah saat Liga Desa Sumberejo tahun 2026, lapangan sudah bisa dipakai,” jelasnya.
Sementara itu, untuk pembangunan tribun penonton belum dapat direalisasikan pada tahun ini. Hal tersebut dikarenakan anggaran Bantuan Keuangan Khusus (BKK) tahun 2025 difokuskan pada pembangunan lapangan dan sistem irigasi.
“Untuk tribun belum, kami agendakan untuk tahun berikutnya. Kami sudah membuat proposal dan menyampaikannya ke Pemerintah Kota Batu. Mudah-mudahan ada respons agar kelanjutan pembangunan tribun bisa terwujud,” tutup Riyanto.(Sfl)

