Agroredaksi.com-Himpunan Mahasiswa Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (HMKT FP UB) mengirimkan satu mahasiswa sebagai delegasi dalam Seminar Mahasiswa Kehutanan Indonesia (SMKI) 2025 yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Sylva Indonesia Universitas Sumatera Utara.

Delegasi tunggal UB adalah De Airazahra Dihyan Sukma yang juga merupakan satu-satunya perwakilan mahasiswa kehutanan dari wilayah Jawa Timur. Kegiatan SMKI 2025 dilaksanakan pada 6-9 November 2025 di Sumatera Utara dengan mengusung tema “Menuju Kehutanan 2030: Strategi Kolaboratif Menjawab Krisis Iklim Global” dan diikuti oleh mahasiswa kehutanan dari berbagai universitas di Indonesia sebagai forum nasional diskusi dan penguatan kapasitas rimbawan muda.
Rangkaian kegiatan hari pertama diawali dengan pembukaan resmi, talkshow nasional, serta pameran. Pada sesi ini, peserta memperoleh materi mengenai implementasi pengetahuan akademik dalam strategi nasional perubahan iklim global yang disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Agus Purwoko, S.Hut, M.Si., serta penguatan tema kegiatan mengenai strategi kolaboratif menuju kehutanan 2030 dalam merespons krisis iklim global.
Pada hari kedua, kegiatan diisi dengan paparan dari berbagai instansi, antara lain BPLH II Medan mengenai perkembangan dan masa depan pengelolaan hutan lestari di Sumatera Utara, BPDLH Sumatera Utara terkait pengelolaan pendanaan lingkungan hidup, serta BPDAS Wampu Sei Ular mengenai peran daerah aliran sungai dalam mitigasi perubahan iklim. Setelah paparan instansi, kegiatan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD). Setiap universitas memaparkan isu kehutanan dari wilayah asalnya sebagai bahan diskusi nasional. Delegasi UB menyampaikan isu strategis dari wilayah Malang, Jawa Timur terkait krisis air dan rencana pengembangan proyek geothermal di kawasan Gunung Arjuno. Diskusi berlangsung secara partisipatif dan menghasilkan berbagai gagasan serta rekomendasi kolaboratif lintas daerah.
Memasuki hari ketiga, peserta mengikuti kunjungan edukatif ke Aek Nauli Elephant Conservation Camp (ANECC). Pada kegiatan ini, peserta mempelajari upaya konservasi anggrek liar melalui pengumpulan dan budidaya anggrek endemik, termasuk Dendrobium tobense yang merupakan anggrek endemik Sumatra dan belum masuk dalam perdagangan ilegal. Selain itu, peserta juga mempelajari program rehabilitasi gajah konservasi, khususnya proses pemulihan gajah sirkus menjadi gajah yang hidup secara alami sehingga memberikan pemahaman mengenai konservasi satwa berbasis kesejahteraan hewan dan pengelolaan habitat alami. Pada malam hari, kegiatan dilanjutkan dengan malam keakraban di Balai Diklat Kehutanan Pematang Siantar sebagai sarana penguatan jejaring dan solidaritas antar mahasiswa kehutanan Indonesia.
De Airazahra Dihyan Sukma dan tim berhasil meraih Juara I kategori Karya Tulis Ilmiah pada kompetisi ilmiah yang diselenggarakan dalam rangkaian SMKI 2025. Forum ini membuka ruang bagi rimbawan muda untuk menyampaikan keluh kesah, pandangan kritis, serta rekomendasi solusi secara kolektif, sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi nasional dalam menjawab tantangan krisis lingkungan dan pembangunan kehutanan berkelanjutan di Indonesia. (Sfl/humas]

