By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept

Agro Redaksi

Redaksi Malang Raya

Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Kota Batu
  • Malang Raya
  • Bhayangkara
    • Bhayangkara Batu
    • Bhayangkara Malang
  • TNI
  • Pendidikan
  • Politik
Reading: Dari Kampus Putih, UMM Hadirkan Dua Guru Besar Baru untuk Menjawab Tantangan Pangan
Share
Font ResizerAa
Agro RedaksiAgro Redaksi
Search
  • Agro Home
  • Kota Batu
  • Malang Raya
  • Bhayangkara Batu
  • Bhayangkara Malang
  • TNI
  • Pendidikan
  • Politik
Have an existing account? Sign In
Follow US
Agro Redaksi > Blog > Pendidikan > Dari Kampus Putih, UMM Hadirkan Dua Guru Besar Baru untuk Menjawab Tantangan Pangan
Pendidikan

Dari Kampus Putih, UMM Hadirkan Dua Guru Besar Baru untuk Menjawab Tantangan Pangan

akbar
Last updated: November 29, 2025 5:52 pm
akbar
Published: November 29, 2025
Share
SHARE

Agroredaksi.com-Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengukuhkan dua guru besar baru pada Sabtu, 29 November 2025, sebagai bagian dari komitmen memperkuat kapasitas riset dan inovasi kampus. Pengukuhan ini menegaskan fokus UMM pada pengembangan keilmuan strategis di bidang silvikultur dan teknik produksi tanaman hortikultura yang berperan penting bagi ketahanan pangan. Langkah tersebut juga sejalan dengan pendirian Direktorat Saintek UMM yang bertujuan mempercepat hilirisasi riset dan menghadirkan inovasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Adapun dua guru besar yang dikukuhkan adalah Prof. Dr. Ir. Joko Triwanto, MP., IPU. dan Prof. Dr. Ir. Syarif Husen, MP.

Dalam pemaparannya, Syarif menyoroti tantangan rendahnya produktivitas kentang nasional yang masih jauh dari potensi maksimal akibat keterbatasan benih bermutu. Ia menjelaskan bahwa produktivitas yang hanya mencapai 17,67 ton/ha dapat ditingkatkan apabila petani memperoleh benih bebas virus dan memahami standar kualitas benih unggul. Menurutnya, kondisi tersebut terjadi karena penggunaan benih generasi lanjut dan minimnya akses petani terhadap benih berkualitas tinggi. Untuk menjawab persoalan ini, UMM mengembangkan teknologi kultur meristem, planlet in vitro, serta sistem Temporary Immersion Bioreactor (TIB) sebagai upaya menghasilkan benih sehat dan berstandar.

“UMM telah memiliki SOP produksi, legalitas, dan hak cipta yang mendukung penyediaan benih unggul. Teknologi stek pucuk berakar serta produksi benih G0 hingga G2 menjadi langkah penting untuk menyediakan benih secara cepat, efisien, dan terstandar. Teknologi tersebut perlu diteruskan melalui pendampingan dan pelatihan agar petani dapat mengaplikasikannya langsung di lapangan. Dengan cara itu, peningkatan produktivitas dan kemandirian benih nasional dapat tercapai secara berkelanjutan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Syarif menjelaskan bahwa UMM bekerja sama dengan pemerintah daerah, penangkar milenial, dan BUMDes untuk memastikan inovasi ini tidak berhenti pada skala laboratorium. Berbagai program pelatihan dirancang agar petani memahami cara memanfaatkan teknologi produksi benih secara benar dan berkelanjutan. Ia menilai bahwa kerja kolaboratif tersebut merupakan kunci untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dan meningkatkan pendapatan petani dalam jangka panjang.

Berbeda dengan Syarif,Prof Joko menekankan pentingnya pemanfaatan lahan di bawah tegakan hutan sebagai strategi berkelanjutan untuk memperkuat ketahanan pangan tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan. Ia menyebut bahwa model agroforestri mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar kawasan hutan. Pendekatan ini dipandang relevan dalam menghadapi perubahan iklim, degradasi lahan, dan meningkatnya kebutuhan pangan yang memerlukan solusi berkelanjutan.

“Lingkungan bawah tegakan hutan memiliki potensi besar jika dikelola secara bijak. Melalui agroforestri, kita bisa menghasilkan pangan yang beragam, menjaga stabilitas ekosistem, dan meningkatkan kesejahteraan petani. Berbagai tanaman toleran naungan seperti ganyong, garut, talas, dan porang dapat dikembangkan secara produktif di area tersebut. Potensi ini harus dimanfaatkan secara optimal agar manfaat ekologis dan ekonominya semakin luas,” ujarnya.

Dalam penjelasan lanjutnya, Joko menguraikan bahwa integrasi tanaman pangan dengan pohon hutan tidak hanya memperkaya ketersediaan pangan lokal, tetapi juga menjaga kesehatan tanah dan memperkuat infiltrasi air. Menurutnya, agroforestri mampu menjaga keanekaragaman hayati sekaligus memberikan sumber pendapatan baru bagi masyarakat sekitar hutan. Karena itu, pemanfaatan lahan bawah tegakan merupakan peluang besar yang perlu didorong melalui riset, pelatihan, dan pendampingan berbasis masyarakat.

Sementara itu, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menyampaikan peran guru besar yang sangat strategis dalam memperkuat riset dan menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. Ia menilai pembentukan Direktorat Saintek menjadi langkah penting bagi UMM untuk mempercepat hilirisasi riset dan memastikan inovasi kampus dapat dimanfaatkan secara luas. Nazaruddin juga menekankan pentingnya riset terapan sebagai jawaban terhadap tantangan deindustrialisasi nasional.

“UMM akan terus berinvestasi pada riset terapan untuk melahirkan inovasi yang mampu mendorong transformasi ekonomi dari konsumsi menuju produksi,” ujarnya. (Sflhms)

Warga Sisir Tuang ECO Enzim, Upaya Bersama Pulihkan Kualitas Air Kali
Makan Bergizi Gratis, Murid SDN 01 Desa Sumberejo Kini Lebih Ceria dan Aktif
Penutupan OSN 2025 di UMM, Wamendikdasmen Apresiasi Prestasi Sains Pelajar Indonesia
UMM Dipercaya UNESCO Kawal Misi Kelestarian Air Dunia
Gandeng Industri, UB Bekali Mahasiswa Instrumentasi dengan Praktik Teknologi PLC-HMI
Share This Article
Facebook Email Print
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Popular News
Pendidikan

Gandeng Industri, UB Bekali Mahasiswa Instrumentasi dengan Praktik Teknologi PLC-HMI

akbar
akbar
October 14, 2026
Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Taman Rekreasi Selecta Berikan Diskon Tiket hingga 30 Persen
Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Selecta Berikan Diskon Tiket hingga 30 Persen
Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Wali Kota Nurochman Ziarah dan Kirim Doa di Makam Mbah Batu
Wali Kota Malang Dukung Pengembangan Ekonomi Karbon, Lewat Ngalam Seger dan Ngalam Rijik Perkuat Komitmen Pengendalian Emisi
Kadisparta Kota Batu Apresiasi Diskon 50 Persen JTP Group, Ajak Pelaku Wisata Beri Promo HUT Kota
Wali Kota Malang Dukung Pengembangan Ekonomi Karbon, Lewat Ngalam Seger dan Ngalam Rijik Perkuat Komitmen Pengendalian Emisi
Rayakan HUT ke-25 Kota Batu, Jatim Park Group Beri Diskon Tiket 50 Persen untuk Warga Lokal

Kategori

  • Home
  • Kota Batu
  • Malang Raya
  • Bhayangkara
    • Bhayangkara Batu
    • Bhayangkara Malang
  • TNI
  • Pendidikan
  • Politik
- Advertisement -
Ad imageAd image
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
© Agro Redaksi. by carabellijuliet.com
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up