Agroredaksi.com – Harga cabai rawit di tingkat petani kembali meroket. Di sejumlah wilayah, harga cabai rawit saat ini telah menembus Rp60 ribu per kilogram.
Kenaikan harga ini salah satunya dipengaruhi berkurangnya pasokan akibat kondisi lahan pertanian yang sebagian besar masih mengandalkan sistem tadah hujan. Pada puncak musim kemarau, sejumlah lahan mengalami kekeringan sehingga belum dapat ditanami kembali.
Kondisi tersebut berdampak pada berkurangnya produksi dan stok cabai rawit di tingkat petani. Sementara permintaan pasar tetap berjalan, pasokan yang terbatas membuat harga cabai terus mengalami kenaikan.
Di tingkat petani yang masih memiliki lahan persawahan dengan tanaman cabai produktif, harga saat ini menjadi kabar baik. Nilai jual yang mencapai Rp60 ribu per kilogram dinilai cukup menguntungkan, terutama bagi petani yang tanaman cabainya telah memasuki masa panen.

Salah satunya Sutiani , petani cabai yang masih memiliki tanaman cabai Di wilayah Lesti kecamatan batu dan mulai memasuki masa panen mulai bulan Agustus hingga Oktober saat ini. Ia mengaku harga di atas Rp50 ribu per kilogram cukup membantu menutup biaya produksi, termasuk perawatan tanaman hingga upah pekerja saat panen.
“Kalau harganya di atas Rp50 ribu per kilogram, tentu cukup menguntungkan. Bisa menutup biaya perawatan dan juga membayar pekerja yang membantu saat panen,” ujar Sutiani
Menurutnya, harga cabai rawit masih berpotensi mengalami kenaikan apabila pasokan terus menurun. Tidak hanya dari petani lokal, pasokan dari luar daerah juga disebut ikut berkurang akibat kondisi cuaca dan keterbatasan lahan yang dapat ditanami.
“Kalau pasokan terus berkurang, kemungkinan harga masih bisa naik. Sekarang saja stok dari petani lokal maupun luar kota mulai berkurang,” katanya.
Bagi petani yang masih memiliki tanaman produktif, kondisi harga saat ini menjadi momentum untuk mendapatkan keuntungan lebih baik. Namun di sisi lain, kenaikan harga juga menjadi tantangan bagi konsumen karena cabai merupakan salah satu komoditas yang pergerakan harganya cukup cepat mengikuti ketersediaan pasokan.
Dengan kondisi lahan tadah hujan yang belum seluruhnya dapat ditanami kembali, harga cabai rawit diperkirakan masih akan bergantung pada perkembangan produksi dan masuknya pasokan dari sentra-sentra cabai lainnya.(Sfl)

