Agroredaksi.com-BANDUNG — Perekonomian wilayah Malang Raya dinilai menunjukkan performa yang positif di tengah dinamika dan gejolak ekonomi global. Pertumbuhan ekonomi di seluruh wilayah Malang Raya tercatat berada di atas pertumbuhan ekonomi Jawa Timur maupun nasional.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang, Indra Kuspriyadi. Rabu (26/8/2026).
Indra menjelaskan, capaian pertumbuhan ekonomi tersebut menjadi salah satu indikator bahwa perekonomian Malang Raya memiliki daya tahan yang cukup baik. Bahkan, tidak ada wilayah di Malang Raya yang pertumbuhannya berada di bawah pertumbuhan ekonomi Jawa Timur maupun nasional.
“Tidak ada yang tertinggal, semuanya pertumbuhannya di atas Jawa Timur dan nasional,” ujarnya dalam pemaparan tersebut.
Tidak hanya dari sisi pertumbuhan, stabilitas ekonomi juga menjadi kekuatan Malang Raya. Tingkat inflasi tercatat berada di bawah tingkat inflasi nasional.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dari sisi pertumbuhan maupun stabilitas, performa perekonomian wilayah Malang Raya relatif lebih baik dibandingkan nasional.Menurut Indra, capaian tersebut harus dijaga agar momentum pertumbuhan ekonomi tidak berhenti. Pertumbuhan yang sudah berjalan perlu dipertahankan sekaligus diperkuat dengan menemukan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Salah satu langkah yang perlu dilakukan adalah mencari sumber pendapatan baru melalui pemanfaatan teknologi dan digitalisasi.Digitalisasi dinilai mampu membuka peluang baru bagi masyarakat, pelaku usaha maupun pemerintah daerah. Pemanfaatan teknologi tidak hanya berkaitan dengan transaksi digital, tetapi juga dapat menjadi instrumen untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi dan menciptakan model usaha baru.

“Untuk menjaga momentum pertumbuhan ini, diperlukan sumber pendapatan yang baru. Sumber pendapatan yang baru ini bisa diperoleh jika kita bisa memanfaatkan secara optimal teknologi melalui digitalisasi,” jelasnya.
Menurut Indra, digitalisasi juga menjadi bagian penting dalam menjawab tantangan ekonomi ke depan. Perubahan perilaku masyarakat dan perkembangan teknologi membuat daerah perlu beradaptasi agar tidak kehilangan peluang pertumbuhan.
Dorong Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru.Selain menciptakan sumber pendapatan baru, BI Malang mendorong pencarian sumber pertumbuhan ekonomi baru.Upaya tersebut dapat dilakukan melalui optimalisasi dan akselerasi pada lapangan usaha yang sudah ada. Sektor-sektor yang selama ini menjadi kekuatan ekonomi Malang Raya perlu terus dikembangkan agar mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar.
Di saat yang sama, pertumbuhan ekonomi kreatif juga dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi sumber pertumbuhan baru.
Ekonomi kreatif memiliki keterkaitan erat dengan teknologi dan digitalisasi. Pelaku ekonomi kreatif dapat memanfaatkan platform digital untuk memperluas pasar, membangun merek, meningkatkan pemasaran hingga menjangkau konsumen di luar daerah.Karena itu, pengembangan ekonomi kreatif dan digitalisasi menjadi dua hal yang dinilai strategis untuk memperkuat perekonomian Malang Raya.
Indra menegaskan, upaya mencari sumber pendapatan baru harus dilakukan tanpa mengorbankan atau menyulitkan masyarakat.Pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan perlu mencari cara agar pertumbuhan ekonomi dapat menciptakan tambahan pendapatan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Bagaimana memperoleh pendapatan yang baru tanpa harus mengorbankan atau menyulitkan masyarakat, tapi juga menemukan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi yang baik,” katanya.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi dan pengembangan industri kreatif menjadi salah satu jawaban atas kebutuhan tersebut.
Dengan digitalisasi, peluang ekonomi dapat diperluas tanpa selalu bergantung pada sumber-sumber pendapatan konvensional. Sementara industri kreatif dapat menjadi ruang tumbuh bagi masyarakat dan generasi muda untuk menciptakan produk serta layanan bernilai tambah.
BI Dorong Kebijakan Berbasis Dampak
Dalam kesempatan tersebut, Indra juga menekankan pentingnya melihat kebijakan tidak hanya dari potensi, tetapi dari dampak yang benar-benar dihasilkan.
Ia berharap pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), dapat digunakan sebagai salah satu alat untuk membuat komunikasi kebijakan menjadi lebih efektif dan memberikan dampak nyata kepada masyarakat.
“Yang kita hitung sekarang, kalau saya sebagai BI, itu sekarang dihitung impact-nya, bukan potensinya,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi pesan penting bagi pemerintah daerah maupun pemangku kepentingan agar setiap kebijakan dan program ekonomi tidak berhenti pada perencanaan atau potensi, tetapi harus dapat diukur berdasarkan manfaat dan dampaknya terhadap masyarakat.
Jurnalis Diminta Melihat Perspektif Baru
Dalam kegiatan capacity building tersebut, Indra juga mengajak para jurnalis Malang Raya memanfaatkan kesempatan untuk memperoleh perspektif baru mengenai perkembangan ekonomi.
Perpindahan lokasi kegiatan dari Malang ke Bandung diharapkan dapat memberikan pengalaman dan sudut pandang berbeda bagi para jurnalis dalam melihat berbagai persoalan ekonomi dan pembangunan.
Menurutnya, perspektif baru dibutuhkan agar pemberitaan mengenai kebijakan ekonomi tidak hanya melihat persoalan dari satu sisi, tetapi mampu menggambarkan dampak, peluang dan tantangan secara lebih luas.
Ia berharap kegiatan bersama media tersebut dapat memperkuat sinergi antara BI dan insan pers dalam mengawal perkembangan ekonomi di wilayah Malang Raya.
“Semoga kita sama-sama bisa menjaga momentum pertumbuhan dan stabilitas yang ada di wilayah kita dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Dengan pertumbuhan ekonomi Malang Raya yang disebut berada di atas Jawa Timur dan nasional serta inflasi yang relatif terkendali, tantangan berikutnya adalah mempertahankan momentum tersebut.
Digitalisasi, ekonomi kreatif, optimalisasi sektor usaha yang sudah ada, serta pemanfaatan AI untuk meningkatkan dampak kebijakan menjadi bagian dari strategi yang didorong BI Malang untuk memperkuat ekonomi Malang Raya ke depan.(Sfl)

