By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept

Agro Redaksi

Redaksi Malang Raya

Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Kota Batu
  • Malang Raya
  • Bhayangkara
    • Bhayangkara Batu
    • Bhayangkara Malang
  • TNI
  • Pendidikan
  • Politik
Reading: Dosen UMM Soroti Efek QRIS, Pengeluaran Kecil Bisa Jadi Masalah Besar
Share
Font ResizerAa
Agro RedaksiAgro Redaksi
Search
  • Agro Home
  • Kota Batu
  • Malang Raya
  • Bhayangkara Batu
  • Bhayangkara Malang
  • TNI
  • Pendidikan
  • Politik
Have an existing account? Sign In
Follow US
Agro Redaksi > Blog > Ekonomi > Dosen UMM Soroti Efek QRIS, Pengeluaran Kecil Bisa Jadi Masalah Besar
EkonomiPendidikan

Dosen UMM Soroti Efek QRIS, Pengeluaran Kecil Bisa Jadi Masalah Besar

akbar
Last updated: January 21, 2026 3:20 pm
akbar
Published: January 21, 2026
Share
SHARE

Agroredaksi.com-Berbekal kemudahan dalam satu genggaman, sistem pembayaran nontunai QRIS kini menjadi primadona di kalangan mahasiswa Gen Z. Namun, di balik kepraktisan tersebut, tersimpan risiko finansial berupa ilusi digital yang sering kali tidak kasat mata bagi para penggunanya. Dosen Manajemen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Ainur Rifqi Almahdani Rahmat, M.M., menyoroti fenomena ini sebagai pemicu utama terkikisnya kesadaran finansial anak muda.

Rifqi sapaan akrabnya menjelaskan, bahwa secara psikologis, bertransaksi dengan QRIS terasa sangat berbeda dibandingkan dengan mengeluarkan lembaran uang fisik dari dompet. Saat menggunakan uang tunai, seseorang akan merasakan sensasi “kehilangan” yang nyata karena fisik uang benar-benar berpindah tangan dan terlihat berkurang. Sebaliknya, pembayaran digital membuat hambatan psikologis untuk belanja menjadi sangat rendah karena prosesnya yang terlalu instan. Kondisi inilah yang memicu munculnya latte factor, yaitu pengeluaran kecil rutin seperti kopi atau jajanan yang sering dianggap remeh namun berdampak signifikan pada tabungan di akhir bulan.

“Secara psikologis, ketika kita mengeluarkan uang fisik, ada sensasi kehilangan yang benar-benar terasa. Namun saat menggunakan QRIS, perasaan itu cenderung memudar karena prosesnya sangat singkat, cukup klik, scan, lalu transaksi selesai,” ungkapnya pada tim humas UMM pada 19 Januari lalu.

Sistem QRIS sejatinya memiliki keuntungan besar, seperti kemudahan transaksi tanpa perlu repot membawa uang kembalian dan pencatatan otomatis di aplikasi. Namun, kekurangannya terletak pada kontrol diri yang sering kali melemah akibat iming-iming promo cashback. Ia menjelaskan bahwa promo tersebut merupakan strategi bisnis untuk membentuk kebiasaan belanja yang berkelanjutan (repeat order). Konsumen yang semula tidak butuh, akhirnya terdorong membeli hanya karena merasa mendapatkan diskon, padahal secara jangka panjang justru perusahaanlah yang paling diuntungkan.

“Dalam jangka panjang, perilaku konsumtif naik karena terbentuk kebiasaan baru, yang semula bukan kebutuhan menjadi keinginan karena adanya promo, sehingga akhirnya terjadi repeat order secara terus-menerus,” jelasnya.

Bahaya jangka panjang dari ilusi saldo digital ini adalah mentalitas keuangan yang menjadi tidak disiplin karena nilai uang terasa lebih abstrak. Tanpa adanya evaluasi berkala, terkhusus Gen Z berisiko mengalami defisit anggaran karena merasa saldonya masih mencukupi padahal pengeluaran harian sudah melampaui batas yang ditentukan. Sebagai langkah antisipasi hal itu, Rifqi menyarankan penggunaan satu aplikasi khusus untuk pembayaran harian. Supaya mempermudah rekapitulasi dan evaluasi pengeluaran bulanan.

“Gunakan satu aplikasi khusus untuk transaksi QRIS, lalu biasakan mengecek rekap pengeluaran bulanan agar tujuan keuangan jangka panjang tetap terjaga dan tabungan tidak habis oleh pengeluaran kecil yang sering tidak terasa,” pungkasnya.

Strategi ini diharapkan mampu membantu mahasiswa tetap menikmati kemudahan teknologi tanpa harus kehilangan kendali atas kondisi finansial mereka. Dengan perencanaan yang matang, Gen Z tetap bisa menjalani gaya hidup cashless yang bijak sekaligus aman dari jebakan konsumerisme berlebih.(Sfl/hms)

Sempat Rp4 Ribu Dalam Sepekan, Harga Sawi Daging Kini Kembali Turun Jadi Rp2 Ribu per Kilogram
Doktor UMM Temukan Strategi “Firefighter” Tangkal Hoaks di Komunikasi Pemerintah
Rp 1000 Pertangkai, Petani Mawar Kota Batu Tetap Tertekan Biaya Perawatan di Musim Hujan
Pasar Saham Memerah Akibat Kepanikan Global, Dosen UMM Imbau Masyarakat Tak Terbawa Arus
Persma Alumni Kumpul di Malang, Soroti Arah Perjalanan Bangsa
Share This Article
Facebook Email Print
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Popular News
Pendidikan

Gandeng Industri, UB Bekali Mahasiswa Instrumentasi dengan Praktik Teknologi PLC-HMI

akbar
akbar
October 14, 2026
Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Taman Rekreasi Selecta Berikan Diskon Tiket hingga 30 Persen
Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Selecta Berikan Diskon Tiket hingga 30 Persen
Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Wali Kota Nurochman Ziarah dan Kirim Doa di Makam Mbah Batu
Wali Kota Malang Dukung Pengembangan Ekonomi Karbon, Lewat Ngalam Seger dan Ngalam Rijik Perkuat Komitmen Pengendalian Emisi
Kadisparta Kota Batu Apresiasi Diskon 50 Persen JTP Group, Ajak Pelaku Wisata Beri Promo HUT Kota
Wali Kota Malang Dukung Pengembangan Ekonomi Karbon, Lewat Ngalam Seger dan Ngalam Rijik Perkuat Komitmen Pengendalian Emisi
Rayakan HUT ke-25 Kota Batu, Jatim Park Group Beri Diskon Tiket 50 Persen untuk Warga Lokal

Kategori

  • Home
  • Kota Batu
  • Malang Raya
  • Bhayangkara
    • Bhayangkara Batu
    • Bhayangkara Malang
  • TNI
  • Pendidikan
  • Politik
- Advertisement -
Ad imageAd image
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
© Agro Redaksi. by carabellijuliet.com
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up