By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept

Agro Redaksi

Redaksi Malang Raya

Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Kota Batu
  • Malang Raya
  • Bhayangkara
    • Bhayangkara Batu
    • Bhayangkara Malang
  • TNI
  • Pendidikan
  • Politik
Reading: Demi Cabai Tetap Hidup, Petani Tadah Hujan Gunung Banyak Rela Beli Air Tangki PDAM
Share
Font ResizerAa
Agro RedaksiAgro Redaksi
Search
  • Agro Home
  • Kota Batu
  • Malang Raya
  • Bhayangkara Batu
  • Bhayangkara Malang
  • TNI
  • Pendidikan
  • Politik
Have an existing account? Sign In
Follow US
Agro Redaksi > Blog > Ekonomi > Demi Cabai Tetap Hidup, Petani Tadah Hujan Gunung Banyak Rela Beli Air Tangki PDAM
EkonomiPertanian

Demi Cabai Tetap Hidup, Petani Tadah Hujan Gunung Banyak Rela Beli Air Tangki PDAM

akbar
Last updated: October 6, 2026 12:38 pm
akbar
Published: October 6, 2026
Share
SHARE

agroredaksi.com-Musim kemarau yang berlangsung cukup panjang membuat ketersediaan air menjadi persoalan serius bagi petani yang menggarap lahan tadah hujan di kawasan perbukitan Gunung Banyak, Desa Sumberejo, Kota Batu.

Di wilayah tersebut, sebagian lahan pertanian Tidak memiliki saluran irigasi. Para petani pun hanya bisa mengandalkan air hujan untuk memenuhi kebutuhan tanaman. Ketika hujan berhenti turun dalam waktu lama, tanaman mulai terancam kekurangan air dan petani harus mencari cara lain agar lahan tetap bisa dipertahankan.

Kondisi itu juga dirasakan Yasin. Warga desa Sumberejo, salah seorang petani cabai di kawasan perbukitan tersebut. Meski menghadapi keterbatasan air, Yasin tidak memilih membiarkan lahannya terbengkalai. Tanaman cabai yang sudah terlanjur ditanam tetap dirawat, meski kebutuhan airnya harus dipenuhi dengan cara membeli air bersih dari PDAM .

Untuk satu tangki air, Yasin harus mengeluarkan biaya sekitar dua ratus lima puluh ribu rupiah. Air tersebut kemudian ditampung dalam kolam terpal dan digunakan untuk menyiram ribuan tanaman cabai yang tumbuh di lahannya.

“Kalau musim kemarau memang sulit air, karena lahan ini tadah hujan dan tidak ada irigasi. Awalnya saya beli air per tangki sekitar dua ratus lima puluh ribu rupiah untuk menyiram tanaman dan saya sudah beli 6 tangki air bersih’.Ujarnya

Namun, membeli air secara terus-menerus bukanlah solusi yang mudah. Selain pasokannya tidak selalu tersedia, biaya yang harus dikeluarkan juga semakin besar. Jika kebutuhan air meningkat, pengeluaran petani pun ikut membengkak dan berpotensi mengurangi keuntungan saat panen itupun kalau harga hasil panen cabe bagus.

Setelah mempertimbangkan kondisi tersebut, Yasin akhirnya mengambil keputusan untuk membuat sumur bor di lahan pertaniannya. Ia mengeluarkan modal sekitar sepuluh juta rupiah untuk mendapatkan sumber air sendiri. Bagi Yasin, biaya tersebut memang cukup besar, tetapi dinilai lebih menguntungkan untuk kebutuhan jangka panjang.

“Kalau mengandalkan beli air terus, biayanya besar dan belum tentu mencukupi. Akhirnya saya memilih membuat sumur bor. Memang modal awalnya cukup besar, sekitar sepuluh juta rupiah, tetapi sekarang kebutuhan air untuk tanaman lebih aman.”

Keputusan itu kini mulai dirasakan manfaatnya. Saat hujan belum juga turun dan lahan di sekitarnya mulai mengering, Yasin masih memiliki sumber air yang dapat digunakan untuk menyiram tanaman cabainya. Ia tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pasokan air dari luar maupun menunggu hujan turun.

Di lahan tersebut, Yasin telah menanam sekitar empat ribu batang cabai yang terdiri dari cabai rawit dan cabai merah besar. Sebagian tanaman mulai berbuah dan diharapkan dapat memberikan hasil ketika memasuki masa panen.

Perawatan tanaman tetap dilakukan secara rutin, terutama penyiraman yang menjadi kebutuhan utama selama musim kemarau. Dengan adanya sumur bor, Yasin dapat mengatur penggunaan air sesuai kebutuhan tanaman dan menjaga agar cabai tetap tumbuh meski kondisi cuaca belum mendukung.

Bagi Yasin, ketersediaan air merupakan kunci agar lahan tadah hujan tetap produktif sepanjang musim kemarau. Ia tidak ingin lahan yang selama ini menjadi sumber penghasilan berhenti berproduksi hanya karena persoalan air.

Selain untuk tanaman cabai, sumur bor tersebut juga membuka peluang bagi Yasin untuk mengembangkan jenis tanaman lain. Ia berencana memanfaatkan sebagian lahan untuk menanam berbagai jenis sayuran yang memiliki masa panen lebih singkat.

Langkah itu diharapkan dapat menambah pendapatan sekaligus mengoptimalkan lahan yang dimilikinya. Dengan sumber air yang lebih terjamin, Yasin tidak hanya berusaha menyelamatkan tanaman cabai, tetapi juga menjaga keberlanjutan usaha pertaniannya.

Upaya membuat sumur bor menjadi cara Yasin bertahan menghadapi kemarau panjang. Lahan yang sebelumnya sangat bergantung pada hujan kini tetap bisa digarap dan menghasilkan. Meski membutuhkan modal besar di awal, keberadaan sumur bor membuat Yasin lebih tenang dalam merawat tanaman dan menghadapi ketidakpastian cuaca.(Sfl)

Virus Gemini Jadi Momok Petani Cabai, Tanaman Bule dan Produktivitas Terancam
Ribuan Kupon, Ratusan Ribu Poin, MyPertamina Umumkan Pemenang Tebar Hadiah 2025 Periode 1 di Cirebon
Wisman Capai 8.892 Orang, Kota Batu Tetap Jadi Primadona; Disparta Targetkan Lonjakan Jelang Nataru
UMM Dipercaya TNI AD Rancang Sistem Pemusnahan Amunisi Ramah Lingkungan
Bulog Jaga Ketahanan Pangan, Stok Beras Malang Raya Aman 10 Bulan
Share This Article
Facebook Email Print
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Popular News
Pendidikan

Gandeng Industri, UB Bekali Mahasiswa Instrumentasi dengan Praktik Teknologi PLC-HMI

akbar
akbar
October 14, 2026
Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Taman Rekreasi Selecta Berikan Diskon Tiket hingga 30 Persen
Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Selecta Berikan Diskon Tiket hingga 30 Persen
Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Wali Kota Nurochman Ziarah dan Kirim Doa di Makam Mbah Batu
Wali Kota Malang Dukung Pengembangan Ekonomi Karbon, Lewat Ngalam Seger dan Ngalam Rijik Perkuat Komitmen Pengendalian Emisi
Kadisparta Kota Batu Apresiasi Diskon 50 Persen JTP Group, Ajak Pelaku Wisata Beri Promo HUT Kota
Wali Kota Malang Dukung Pengembangan Ekonomi Karbon, Lewat Ngalam Seger dan Ngalam Rijik Perkuat Komitmen Pengendalian Emisi
Rayakan HUT ke-25 Kota Batu, Jatim Park Group Beri Diskon Tiket 50 Persen untuk Warga Lokal

Kategori

  • Home
  • Kota Batu
  • Malang Raya
  • Bhayangkara
    • Bhayangkara Batu
    • Bhayangkara Malang
  • TNI
  • Pendidikan
  • Politik
- Advertisement -
Ad imageAd image
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
© Agro Redaksi. by carabellijuliet.com
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up