Agroredaksi.com – Cuaca yang tidak menentu disertai hujan lebat dan angin kencang dalam hampir satu bulan terakhir berdampak pada sektor perikanan tangkap. Sejumlah nelayan memilih mengurangi aktivitas melaut karena gelombang tinggi dan angin kencang dinilai membahayakan keselamatan. Akibatnya, pasokan ikan laut ke pasar tradisional mengalami penurunan.

Pantauan pada Rabu (26/02/2026), di Pasar Gentengan, Jalan Brantas, Kota Batu, harga hampir semua jenis ikan laut mengalami kenaikan. Rata-rata kenaikan berkisar antara Rp3.000 hingga Rp7.000 per kilogram dibandingkan harga normal. Kenaikan tersebut terjadi merata pada berbagai jenis ikan laut.
Sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan di antaranya ikan dorang, ikan kembung, cumi-cumi, ikan teri nasi, barakuda, kuniran, tongkol, hingga kakap. Bahkan untuk beberapa jenis ikan perairan dalam seperti kakap merah dan dorang, stok di pasar saat ini terbatas dan lebih sulit ditemukan dibandingkan hari-hari biasa.
Dian, salah satu pedagang ikan di Pasar Gentengan, mengatakan kenaikan harga semakin terasa saat memasuki bulan Ramadan. Menurutnya, peningkatan permintaan ikut memengaruhi harga di tengah pasokan yang berkurang.
“Sudah hampir satu bulan ini harga naik karena nelayan jarang melaut. Sekarang masuk Ramadan, permintaan juga bertambah jadi harga makin naik,” ujar Dian saat ditemui di lapaknya, Rabu (26/02/2026).
Ia menambahkan, beberapa jenis ikan bahkan mulai sulit didapat dari pemasok.
“Biasanya kakap merah dan dorang selalu ada, tapi sekarang stoknya terbatas. Kadang harus menunggu kiriman lebih lama,” imbuhnya.
Meski demikian, untuk ikan air tawar harga cenderung stabil dan tidak mengalami kenaikan signifikan. Ikan seperti lele, nila, dan gurame relatif aman karena merupakan hasil budidaya, sehingga tidak terlalu terpengaruh oleh kondisi cuaca laut maupun angin badai.
Para pedagang berharap kondisi cuaca segera membaik agar nelayan dapat kembali melaut secara normal. Dengan begitu, pasokan ikan laut ke pasar kembali stabil dan harga berangsur turun sehingga tidak memberatkan masyarakat, terutama di bulan Ramadan.(Sfl)

