Agroredaksi.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang memastikan kondisi inflasi di wilayah kerja Kantor OJK (KOJK) Malang masih berada dalam batas sasaran nasional, yakni di kisaran 2,5±1 persen. Kondisi tersebut mencerminkan stabilitas ekonomi daerah yang relatif terjaga sepanjang tahun 2025.
Kepala OJK Malang, Farid Faletehan, menyampaikan bahwa berdasarkan pemantauan terkini, inflasi di sejumlah daerah seperti Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu, Kota Pasuruan, Kota Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, hingga Kabupaten Probolinggo masih terkendali meskipun terdapat tekanan dari beberapa komoditas utama.

“Secara umum, inflasi di wilayah kerja KOJK Malang masih berada dalam rentang target. Ini menunjukkan daya beli masyarakat dan aktivitas ekonomi daerah tetap terjaga dengan baik,” ujar Farid Faletehan saat media gathering OJK Malang, Kamis (22/1/2025), di salah satu kafe di Kota Malang.
Farid menjelaskan, secara bulan ke bulan (month to month/m-to-m), inflasi terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau, transportasi, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya. Sementara secara tahun ke tahun (year on year/y-on-y), tekanan inflasi masih didominasi oleh kelompok makanan dan perawatan pribadi.
Beberapa komoditas yang tercatat menjadi pendorong inflasi antara lain cabai rawit, tomat, bawang merah, daging ayam ras, telur ayam ras, serta komoditas non-pangan seperti emas perhiasan, bensin, dan angkutan udara.
Dari sisi wilayah, Kota Malang mencatat inflasi m-to-m sebesar 0,56 persen dengan inflasi tahunan 2,81 persen, sementara Kota Probolinggo mencatat inflasi m-to-m 0,57 persen dan y-on-y 3,03 persen. Adapun daerah yang menggunakan indikator GDP deflator, seperti Kabupaten Malang dan Kabupaten Pasuruan, masing-masing mencatat inflasi tahunan 2,49 persen dan 3,16 persen. Sementara Kota Batu berada pada level inflasi yang relatif rendah, yakni 1,54 persen.
“Ke depan, OJK terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya untuk menjaga stabilitas harga, mendukung sektor UMKM, serta memastikan sektor jasa keuangan tetap sehat dan inklusif,” tegas Farid.
OJK Malang optimistis, dengan koordinasi yang kuat dan pengendalian inflasi yang konsisten, pertumbuhan ekonomi regional akan tetap berlanjut secara berkelanjutan.(Sfl)

