Agroredaksi.com– Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Ir. Alfi Nurhidayat, M.T., Ph.D., menegaskan peran strategis pemuda sebagai garda terdepan dalam pembangunan daerah. Hal ini disampaikannya dalam kegiatan Sosialisasi Kepemudaan dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Seleksi Pemuda Pelopor Kota Batu 2026 di Arjuna Hall Hotel Zam-Zam, Rabu (6/5) pagi.

Dalam sambutannya, Alfi menyoroti bahwa pemuda memiliki karakteristik unik, seperti fleksibilitas, kemerdekaan berpikir, serta kemampuan melahirkan inovasi untuk menjawab berbagai tantangan zaman.
“Pemuda memiliki keleluasaan dan inovasi untuk menjadi solusi atas berbagai persoalan bangsa, khususnya di Kota Batu,” ujarnya di hadapan peserta.
Ia menegaskan, esensi dari pemilihan Pemuda Pelopor bukan sekadar mencari yang terbaik, melainkan membuka ruang kolaborasi, memperluas jejaring, serta mendorong lahirnya ide-ide baru.
“Dengan banyak bertemu, kita saling mengenal dan membuka jaringan. Dari situ muncul inspirasi yang mungkin sebelumnya tidak kita bayangkan,” imbuhnya.

Alfi juga mengingatkan agar kegiatan tidak berhenti pada seremoni, melainkan berkelanjutan dan berdampak nyata bagi masyarakat.
“Kegiatan dikatakan berhasil jika berdampak dan lestari. Ada pembangunan berkelanjutan di dalamnya,” tegasnya.
Di akhir arahannya, ia berpesan agar peserta mengikuti seluruh tahapan dengan semangat serta menyerap ilmu dari para narasumber.
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya. Khoirunnas anfa’uhum linnas,” tutupnya.
Melalui ajang ini, Pemerintah Kota Batu berharap lahir generasi muda yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki kepedulian sosial tinggi dalam memajukan daerah.
Dalam pelaksanaannya, Dinas Pendidikan menetapkan lima kategori utama seleksi, yakni kewirausahaan, seni budaya, ekonomi digital, lingkungan, serta sosial kemasyarakatan. Cakupan ini diperluas untuk memberi ruang kreativitas pemuda di berbagai sektor pembangunan.
Berdasarkan petunjuk teknis, peserta harus merupakan Warga Negara Indonesia yang berdomisili di Kota Batu, berusia 16–30 tahun per 28 Oktober 2026, bukan ASN atau terikat kontrak dengan instansi pemerintah, serta memiliki karya nyata yang telah dirintis minimal satu tahun dan mendapat rekomendasi dari organisasi kepemudaan atau perangkat desa/kelurahan.
Adapun tahapan seleksi dimulai dari sosialisasi pada 8 April 2026, dilanjutkan pendaftaran dan seleksi administrasi pada 15–30 April 2026, dengan total 22 peserta dari 25 organisasi kepemudaan. Selanjutnya, peserta mengikuti tahap wawancara dan peninjauan lapangan untuk memastikan keaslian karya.
“Pemenang terbaik tingkat kota akan kami proyeksikan untuk berkompetisi di tingkat Provinsi Jawa Timur,” tambahnya.
Pemkot Batu juga menyiapkan piagam penghargaan dan uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi kepada para pemenang.
Dalam kegiatan ini turut hadir Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Timur, Dr. M. Hadi Wawan Guntoro, sebagai pemateri. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya membangun kemandirian melalui kepeloporan.
Ia mengajak para pemuda untuk menjadi penggerak yang mampu memberdayakan lingkungan sekitar serta memberi manfaat luas bagi masyarakat.
“Pemuda pelopor harus mampu membangun kemandirian melalui kepeloporan, sekaligus mengajak pemuda lain agar berdaya guna dan berdampak bagi masyarakat,” ujarnya. (Sfl)

