By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept

Agro Redaksi

Redaksi Malang Raya

Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Kota Batu
  • Malang Raya
  • Bhayangkara
    • Bhayangkara Batu
    • Bhayangkara Malang
  • TNI
  • Pendidikan
  • Politik
Reading: Mak Uyut Tetap Mengais Rezeki di Puncak Tangkuban Perahu, Setia Jualan kopi Meski Tak Muda lagi
Share
Font ResizerAa
Agro RedaksiAgro Redaksi
Search
  • Agro Home
  • Kota Batu
  • Malang Raya
  • Bhayangkara Batu
  • Bhayangkara Malang
  • TNI
  • Pendidikan
  • Politik
Have an existing account? Sign In
Follow US
Agro Redaksi > Blog > Ekonomi > Mak Uyut Tetap Mengais Rezeki di Puncak Tangkuban Perahu, Setia Jualan kopi Meski Tak Muda lagi
EkonomiPeristiwa

Mak Uyut Tetap Mengais Rezeki di Puncak Tangkuban Perahu, Setia Jualan kopi Meski Tak Muda lagi

akbar
Last updated: August 27, 2026 4:43 pm
akbar
Published: August 27, 2026
Share
SHARE

Agroredaksi.com — BANDUNG — Di tengah ramainya wisatawan yang berkunjung ke kawasan Gunung Tangkuban Perahu, Lembang, Jawa Barat, terdapat sosok pedagang perempuan lanjut usia yang tetap gigih mencari nafkah. Ia adalah Mak Uyut, pedagang kopi, rokok, dan makanan ringan yang setiap hari berjualan di kawasan wisata tersebut.


Sosok Mak Uyut asal desa Cikambik Lembang Jawa barat ini sudah tidak asing bagi sejumlah wisatawan yang datang ke kawasan puncak Tangkuban Perahu. Meski usianya tidak lagi muda, semangatnya untuk bekerja dan mencari rezeki secara mandiri masih terus terjaga.
Mak Uyut telah dikaruniai puluhan cucu. Namun, sejak suaminya meninggal dunia, ia menjalani kehidupan seorang diri. Kondisi tersebut tidak membuatnya menyerah. Ia memilih tetap berjualan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sejak tahun 1984 silam.
Setiap hari, Mak Uyut membawa dagangan sederhana berupa kopi, rokok, serta aneka makanan ringan. Ia berharap dagangannya dibeli para wisatawan yang datang menikmati keindahan Gunung Tangkuban Perahu.

“Saya tetap jualan karena ingin mencari rezeki sendiri. Selama masih kuat, saya ingin tetap bekerja dan tidak hanya menunggu pemberian orang,” ujar Mak Uyut.

Untuk menuju kawasan wisata Tangkuban Perahu, Mak Uyut mengaku harus mengeluarkan ongkos sekitar Rp60 ribu setiap hari dari tempat tinggalnya . Biaya tersebut cukup besar bagi seorang pedagang kecil, terlebih penghasilannya tidak selalu sama setiap hari.
Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan langkahnya. Ia tetap berangkat dengan harapan dagangannya laku dan mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

“Ongkosnya sekitar Rp60 ribu setiap hari. Mudah-mudahan dagangan laku dan ada wisatawan yang membeli. Yang penting saya tetap bisa mencari rezeki,” katanya.

Gunung Tangkuban Perahu merupakan salah satu destinasi wisata alam ikonik di Jawa Barat. Berada di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, gunung ini terkenal dengan panorama pegunungan, udara yang sejuk, serta kawah vulkanik yang menjadi daya tarik utama.


Kawasan wisata Tangkuban Perahu hampir selalu diramaikan pengunjung, baik wisatawan domestik maupun mancanegara. Mereka datang untuk menikmati panorama alam, melihat kawah, sekaligus merasakan suasana pegunungan yang menjadi salah satu ciri khas kawasan tersebut.
Di tengah keramaian itulah Mak Uyut menjalani rutinitasnya. Dengan lapak sederhana dan dagangan seadanya, ia terus bertahan mengais rezeki.
Kisah Mak Uyut menjadi potret kecil tentang keteguhan dan kemandirian. Usia lanjut dan kehidupan seorang diri tidak membuatnya berhenti berusaha.
Bagi Mak Uyut, selama tubuh masih kuat dan masih ada kesempatan untuk bekerja, mencari rezeki adalah bentuk rasa syukur.
Di puncak Tangkuban Perahu, ia bukan hanya menjajakan kopi, rokok, dan makanan ringan. Lebih dari itu, Mak Uyut sedang mempertahankan harapan dan semangat untuk terus menjalani kehidupan.(Sfl)

Fakultas Vokasi UB Gelar Kuliah Tamu Pariwisata Berkelanjutan
Pertamina Patra Niaga Perkuat Transisi Energi Melalui Sustainable Aviation Fuel (SAF) di Pertamina Investor Day 2025
Pertamina Patra Niaga Dukung Penyaluran 1.000 Seragam Sekolah untuk Anak Operator SPBU dan Siswa Difabel
Mahasiswa UB Manfaatkan Ampas Kacang Tanah jadi Snack Bar di Vietnam
Konsumen Rasakan Pelayanan SPBU Pertamina yang Bersih dan Nyaman, Bak Rumah Kedua Bagi Para Pengendara
Share This Article
Facebook Email Print
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Popular News
Pendidikan

Gandeng Industri, UB Bekali Mahasiswa Instrumentasi dengan Praktik Teknologi PLC-HMI

akbar
akbar
October 14, 2026
Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Taman Rekreasi Selecta Berikan Diskon Tiket hingga 30 Persen
Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Selecta Berikan Diskon Tiket hingga 30 Persen
Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Wali Kota Nurochman Ziarah dan Kirim Doa di Makam Mbah Batu
Wali Kota Malang Dukung Pengembangan Ekonomi Karbon, Lewat Ngalam Seger dan Ngalam Rijik Perkuat Komitmen Pengendalian Emisi
Kadisparta Kota Batu Apresiasi Diskon 50 Persen JTP Group, Ajak Pelaku Wisata Beri Promo HUT Kota
Wali Kota Malang Dukung Pengembangan Ekonomi Karbon, Lewat Ngalam Seger dan Ngalam Rijik Perkuat Komitmen Pengendalian Emisi
Rayakan HUT ke-25 Kota Batu, Jatim Park Group Beri Diskon Tiket 50 Persen untuk Warga Lokal

Kategori

  • Home
  • Kota Batu
  • Malang Raya
  • Bhayangkara
    • Bhayangkara Batu
    • Bhayangkara Malang
  • TNI
  • Pendidikan
  • Politik
- Advertisement -
Ad imageAd image
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
© Agro Redaksi. by carabellijuliet.com
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up