Agroredaksi.com-Rencana keberadaan TPS3R baru tersebut juga menjadi harapan warga yang selama ini tinggal di sekitar TPS lama. Salah seorang warga, Reza, mengaku telah tinggal di kawasan Jalan Indragiri sejak 2002. Menurutnya, aktivitas TPS mulai dirasakan warga sekitar pada kisaran 2018. Seiring waktu, keberadaan TPS dinilai mulai mengganggu lingkungan sekitar.
“Lama-lama itu mengganggu kami yang tinggal di lingkungan tersebut, baik dari segi kesehatan dan lainnya,” ujar Reza.

Dia mengatakan warga sebelumnya telah menyampaikan persoalan tersebut kepada pemerintah. Salah satu keluhan yang disorot adalah dugaan pembakaran sampah secara terbuka.
Reza berharap persoalan tersebut tidak hanya diselesaikan dengan menghentikan pembakaran secara sementara. Warga, kata dia, berharap ada solusi permanen melalui pemindahan lokasi TPS.
Reza menyebut, warga mendapatkan informasi bahwa Pemkot bersama pemerintah desa dan organisasi perangkat daerah terkait tengah mempersiapkan pemindahan TPS ke lokasi baru yang tidak berada di tengah permukiman.
“Hasilnya ternyata sudah berprogres dan tengah dipersiapkan untuk pemindahan TPS. Dalam hal ini difasilitasi Pak Wali melalui Pak Sekda bersama dinas terkait. Memang sedang dipersiapkan pemindahan TPS3R di wilayah yang tidak di tengah permukiman. Sehingga ini lebih bagus,” ungkapnya.
Warga berharap proses tersebut segera memiliki progres konkret. Terlebih, keberadaan TPS selama bertahun-tahun disebut membuat warga harus berhadapan dengan persoalan bau dan lingkungan.
“Selama sekitar 10 tahun hidup bersama bau sampah, kami berharap TPS3R baru bisa segera beroperasi. Setelah kami lihat proses berlangsung bertahap, kami akan sabar menanti. Paling tidak ada progres yang konkret dari pemerintah kota maupun desa,” kata Reza.(PRJ)

