By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept

Agro Redaksi

Redaksi Malang Raya

Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Kota Batu
  • Malang Raya
  • Bhayangkara
    • Bhayangkara Batu
    • Bhayangkara Malang
  • TNI
  • Pendidikan
  • Politik
Reading: TEKUNI USAHA PENYEMAIAN HAMPIR 8 TAHUN, PETANI NGANTRU KEMBANGKAN BIBIT CABAI DAN BERAGAM SAYURAN
Share
Font ResizerAa
Agro RedaksiAgro Redaksi
Search
  • Agro Home
  • Kota Batu
  • Malang Raya
  • Bhayangkara Batu
  • Bhayangkara Malang
  • TNI
  • Pendidikan
  • Politik
Have an existing account? Sign In
Follow US
Agro Redaksi > Blog > Ekonomi > TEKUNI USAHA PENYEMAIAN HAMPIR 8 TAHUN, PETANI NGANTRU KEMBANGKAN BIBIT CABAI DAN BERAGAM SAYURAN
EkonomiPertanian

TEKUNI USAHA PENYEMAIAN HAMPIR 8 TAHUN, PETANI NGANTRU KEMBANGKAN BIBIT CABAI DAN BERAGAM SAYURAN

akbar
Last updated: September 19, 2026 6:43 pm
akbar
Published: September 19, 2026
Share
SHARE

Agroredaksi.com-KAB.MALANG – Usaha penyemaian bibit tanaman menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung kebutuhan petani sebelum tanaman dipindahkan ke lahan pertanian.
Di Desa Ngantru, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, seorang petani bernama Wawan telah menekuni usaha penyemaian berbagai jenis tanaman sayuran dan cabai selama hampir delapan tahun.
Usaha yang awalnya terus dikembangkan secara bertahap tersebut kini menggunakan sistem pottray dalam proses pembibitan. Sistem ini digunakan untuk membuat pertumbuhan bibit lebih terkontrol, terutama pada bagian akar, sekaligus membantu mengurangi tingkat stres tanaman ketika nantinya dipindahkan ke lahan.


Wawan menjelaskan, pada sistem pottray, setiap bibit memiliki ruang atau tempat tumbuh tersendiri. Media tanam yang digunakan juga ditempatkan di dalam wadah tersebut sehingga akar dapat berkembang secara lebih terarah.

“Kalau untuk usaha penyemaian ini, kita sudah berjalan hampir delapan tahun. Untuk sekarang kita menggunakan sistem pottray,” jelas Wawan.

Menurutnya, penggunaan sistem tersebut memberikan keuntungan ketika bibit sudah waktunya dipindahkan. Tanaman tidak terlalu mengalami stres karena akar tidak banyak mengalami kerusakan saat dikeluarkan dari media persemaian.
Pertumbuhan akar yang baik juga menjadi salah satu faktor penting agar bibit dapat lebih cepat beradaptasi setelah ditanam di lahan.
Selain menggunakan pottray, Wawan juga menempatkan media persemaian di atas papan atau rak, bukan langsung di atas permukaan tanah.
Cara tersebut dilakukan agar terdapat sirkulasi udara di bagian bawah wadah persemaian. Dengan demikian, bagian akar tidak langsung bersentuhan dengan tanah dan kelembapan dapat lebih terkontrol.

“Ini kita gunakan untuk mempercepat sirkulasi dan pertumbuhan akar di masing-masing tanaman. Jadi akar bisa cepat melingkar di media. Ketika nanti diambil untuk ditanam, tingkat stresnya lebih kecil,” terangnya.

Sistem tersebut juga memungkinkan akar berkembang di dalam ruang media masing-masing. Saat bibit dipindahkan, media dan akar dapat ikut terangkat sehingga kemungkinan kerusakan akar bisa ditekan.
Selain memperhatikan media dan posisi persemaian, Wawan juga memanfaatkan greenhouse sebagai tempat pembibitan.
Greenhouse digunakan terutama untuk membantu melindungi bibit dari perubahan kondisi cuaca, termasuk saat hujan. Perlindungan tersebut dinilai penting karena bibit yang masih muda relatif lebih rentan terhadap kondisi lingkungan dan serangan penyakit.

“Greenhouse ini salah satunya untuk menghindari saat cuaca hujan. Tingkat penanggulangan penyakit juga lebih bisa dikendalikan, sehingga ketahanan tanaman lebih baik,” kata Wawan.

Di tempat penyemaian miliknya, berbagai jenis bibit tanaman diproduksi sesuai kebutuhan pasar dan petani.
Untuk tanaman cabai, terdapat beberapa jenis yang disemai, mulai dari cabai kecil hingga cabai besar. Selain cabai, tersedia pula bibit tanaman sayuran seperti sawi, kubis,terong ,kol dan bibit tanaman sayur persawahan lainya.
Beragamnya jenis tanaman tersebut menjadi bagian dari upaya Wawan memenuhi kebutuhan petani yang membutuhkan bibit siap tanam.
Proses produksi bibit dimulai dari penanaman benih. Setelah melalui proses perawatan dan pertumbuhan di tempat persemaian, bibit kemudian dipersiapkan hingga mencapai kondisi yang siap dipasarkan.
Dari awal benih ditanam hingga bibit siap dijual kepada konsumen, membutuhkan waktu sekitar satu bulan.

“Dari mulai tanam biji sampai siap untuk dijual ke customer, sekitar satu bulan,” ungkapnya.

Selama proses tersebut, kondisi bibit terus diperhatikan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik. Pengaturan media, sirkulasi udara, perlindungan dari cuaca, serta pengendalian penyakit menjadi bagian dari proses perawatan sebelum bibit sampai ke tangan petani.
Wawan mengatakan, usaha penyemaian yang telah dijalankan selama hampir delapan tahun tersebut secara perlahan mulai mengalami perkembangan pasar.
Saat ini pemasaran bibit masih didominasi wilayah sekitar tempat usahanya. Bibit yang dihasilkan dipasarkan ke sejumlah desa hingga kecamatan di sekitar wilayah Ngantang.

“Alhamdulillah, mulai ada perkembangan pasar. Untuk sementara kita masih antar-desa dan antar-kecamatan,” ujarnya.

Meski jangkauan pemasaran belum secara khusus menyasar luar kota, jumlah bibit yang dipasarkan terus mengalami perkembangan.Kondisi tersebut menjadi peluang bagi usaha penyemaian untuk terus dikembangkan, seiring kebutuhan petani terhadap bibit yang siap tanam.
Bagi Wawan, penyemaian bukan sekadar menanam benih hingga menjadi bibit. Proses tersebut membutuhkan ketelitian sejak pemilihan benih, penggunaan media tanam, pengaturan tempat persemaian, hingga memastikan bibit cukup kuat ketika dipindahkan ke lahan.
Penggunaan sistem pottray dan greenhouse menjadi salah satu bentuk pengembangan yang dilakukan untuk menghasilkan bibit dengan kualitas pertumbuhan yang lebih baik.
Dengan pengalaman hampir delapan tahun, Wawan berharap usaha penyemaian yang dijalankannya dapat terus berkembang dan memperluas jangkauan pemasaran.Terlebih, kebutuhan bibit tanaman sayuran dan cabai terus menjadi bagian penting dalam kegiatan pertanian, karena keberhasilan tanaman di lahan juga tidak terlepas dari kualitas bibit yang digunakan sejak awal.(Sfl)

Resmi Beroperasi, Melati Hospital Satsuitubun Malang Hadirkan Nuansa Homey untuk Pasien
Pertamina Patra Niaga Berbagi Energi Kemerdekaan dengan Masyarakat dan Konsumen
Croco Train, Wahana Keluarga BEP untuk Nikmati Batu Ekonomis Park dengan Santai
Momentum Imlek 2026, Stasiun Malang Jadi Pilihan Transportasi Aman dan Nyaman
Pencairan RTLH 2026 Mulai Disalurkan, Disperkim Kota Batu Tekankan Swadaya Warga
Share This Article
Facebook Email Print
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Popular News
Pendidikan

Gandeng Industri, UB Bekali Mahasiswa Instrumentasi dengan Praktik Teknologi PLC-HMI

akbar
akbar
October 14, 2026
Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Taman Rekreasi Selecta Berikan Diskon Tiket hingga 30 Persen
Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Selecta Berikan Diskon Tiket hingga 30 Persen
Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Wali Kota Nurochman Ziarah dan Kirim Doa di Makam Mbah Batu
Wali Kota Malang Dukung Pengembangan Ekonomi Karbon, Lewat Ngalam Seger dan Ngalam Rijik Perkuat Komitmen Pengendalian Emisi
Kadisparta Kota Batu Apresiasi Diskon 50 Persen JTP Group, Ajak Pelaku Wisata Beri Promo HUT Kota
Wali Kota Malang Dukung Pengembangan Ekonomi Karbon, Lewat Ngalam Seger dan Ngalam Rijik Perkuat Komitmen Pengendalian Emisi
Rayakan HUT ke-25 Kota Batu, Jatim Park Group Beri Diskon Tiket 50 Persen untuk Warga Lokal

Kategori

  • Home
  • Kota Batu
  • Malang Raya
  • Bhayangkara
    • Bhayangkara Batu
    • Bhayangkara Malang
  • TNI
  • Pendidikan
  • Politik
- Advertisement -
Ad imageAd image
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
© Agro Redaksi. by carabellijuliet.com
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up