Agroredaksi.com-Batu, 3 November 2025 – Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) mulai melakukan pembongkaran dan revitalisasi sejumlah pedestrian di jalan protokol. Salah satunya berada di Jalan Brantas Kota Batu yang di kerjakan sejak bulan Agustus 2025.

Kepala DPUPR Kota Batu, Alfi Nurhidayat, menjelaskan bahwa Jalan Brantas menjadi titik kumpul aliran air permukaan dari sejumlah kawasan di atasnya. Karena itu, struktur drainase di sepanjang jalan tersebut diperbesar dimensinya agar mampu menampung volume air lebih banyak, terutama saat musim hujan, sehingga tidak meluber ke jalan.

Alfi menyebutkan, secara keseluruhan ada 11 titik pedestrian yang dibongkar dan diganti baru sejak awal Agustus lalu. Rata-rata pengerjaan tiap titik berlangsung selama 120 hari. Revitalisasi ini bertujuan mempercantik wajah kota sekaligus meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan daya tarik wisata.
“Tidak hanya itu, Pemerintah Kota Batu ingin menciptakan ruang publik yang ramah dan inklusif. Pedestrian nantinya bisa menjadi destinasi wisata olahraga jalan kaki yang menarik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” jelasnya.
Beberapa lokasi pedestrian yang masuk dalam program revitalisasi meliputi Jalan Brantas, Jalan Gajah Mada, Jalan Dewi Sartika, Jalan Pattimura, Jalan Sultan Agung, Jalan Agus Salim, Jalan Kawi, hingga kawasan timur Alun-Alun Kota Batu. Total anggaran yang dikucurkan mencapai puluhan miliar rupiah dengan target rampung pada November mendatang.
Khusus untuk Jalan Brantas, Alfi menekankan adanya pergantian struktur drainase dengan kapasitas lebih lebar. Hal ini penting karena drainase di kawasan tersebut menjadi titik utama penampungan air permukaan dari berbagai wilayah sekitarnya.
Dengan adanya pelebaran dan penataan ulang ini, pedestrian Kota Batu diharapkan tampil lebih estetis, nyaman bagi pejalan kaki, serta mampu mendukung sektor pariwisata dan perekonomian lokal.(sfl)

