Agroredaksi.com-BATU — Momen Bulan maulid membawa berkah bagi petani tanaman hias di Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Memasuki bulan Maulid, permintaan tanaman hias jenis pillow atau dendron meningkat untuk kebutuhan dekorasi maupun taman.
Meningkatnya permintaan tersebut membuat sejumlah petani kewalahan memenuhi pesanan. Stok tanaman yang tersedia di kebun belum sepenuhnya mampu mencukupi kebutuhan pembeli.
Salah satu petani tanaman hias di Desa Gunungsari, Lasnan mengatakan permintaan tanaman hias mengalami peningkatan menjelang momentum Maulid Nabi. Tanaman jenis dendron banyak dicari karena dapat digunakan sebagai pelengkap dekorasi berbagai kegiatan hajatan , keagamaan maupun penataan taman.
“Pesanan meningkat, tapi ada yang belum bisa kami penuhi karena stok tanaman masih terbatas,” ujar Lasnan.
Di tingkat petani, tanaman hias tersebut dijual dengan harga sekitar Rp500 per tangkai. Sementara itu, bibit tanaman dengan ukuran lebih besar dipasarkan seharga Rp2.500 per tangkai.
Menurut Lasnan, budidaya tanaman hias membutuhkan waktu dan ketelatenan. Sejak bibit ditanam, tanaman memerlukan waktu sekitar enam bulan hingga memasuki masa panen pertama.
Setelah panen perdana, tanaman masih dapat dipanen berulang kali selama perawatannya dilakukan secara rutin. Penyiraman yang teratur menjadi salah satu faktor penting agar tanaman tetap tumbuh dengan baik.
Selain itu, pemupukan juga perlu diperhatikan. Penggunaan pupuk yang tepat membantu tanaman tetap segar, tumbuh optimal, dan tidak mudah layu sebelum dipanen maupun dipasarkan.
Budidaya tanaman hias menjadi salah satu peluang usaha bagi warga Desa Gunungsari. Usaha ini dinilai dapat dijalankan dengan memanfaatkan lahan yang tidak terlalu luas, sehingga bisa menjadi sumber tambahan pendapatan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga.
Meningkatnya pesanan menjelang Maulid Nabi diharapkan dapat memberikan keuntungan bagi petani tanaman hias, sekaligus mendorong pengembangan usaha hortikultura di Kota Batu.(Sfl)

