Penyakit tidak menular menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat karena tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi secara global, merupakan jenis penyakit yang tak bisa ditularkan oleh penderita ke orang lain, jenis penyakit ini berkembang secara perlahan dan terjadi dalam jangka waktu yang panjang.
Istilah-istilah lain dalam penyebutannya yang bervariasi diantaranya :
Penyakit Kronis : penyakit yang menurunkan kondisi penderitanya secara bertahap dalam waktu yang lama atau menahun dan umumnya mengindikasikan para pengidapnya menderita penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan kematian.
Penyakit Non Infeksi : penyakit yang disebabkan bakteri, virus, parasit, jamur, dan mikroorganisme lainnya, dan ditemukan pada sel dalam diri individu yang tumbuh secara tak normal.
Non Communicable Disease : penis Penyakit yang disebabkan oleh infeksi dan tidak dapat ditularkan ke orang lain.
Penyakit Degenerative, merupakan jenis penyakit yang muncul akibat perubahan fungsi sel-sel pada tubuh yang mempengaruhi fungsi organ, penyakit degenerative juga dapat muncul akibat perubahan usia.
Penyakit tidak menular menimbulkan angka kematian yang tinggi tiap tahunnya dan dapat menjangkiti individu diberbagai usia maupun negara di seluruh dunia. Adapun yang termasuk ke dalam penyakit tidak menular antara lain :
1.Penyakit kardiovaskular yang berkaitan dengan naiknya tekanan darah, gula darah, lipid darah dan obesitas. Kondisi ini mengakibatkan munculnya penyakit seperti serangan jantung, stroke, gangguan pada arteri, penyakit serebrovaskular, penyakit jantung dan berbagai penyakit kardiovaskular lainnya.
2.Berbagai jenis kanker seperti : kanker hati, kanker paru-paru, kanker serviks, kanker payudara, dan jenis kanker lainnya.
3.Penyakit pernafasan kronis meliputi : asma, hipertensi pada paru, dan berbagai penyakit pernafasan lainnya.
4.Diabetes tipe satu dan tipe dua. Serta jenis penyakit tidak menular lainnya yang kerap ditemukan di sekitar kita seperti Alzheimer, artritis, epilepsy, hemophilia dan berbagai penyakit tidak menular lainnya.
Penyakit tidak menular (PTM) merupakan penyakit yang tidak ditularkan dari orang ke orang atau dikenal penyakit kronis. Perkembangan penyakit PTM pada umumnya lambat dan memiliki durasi yang panjang. Di Indonesia, PTM yang terbanyak diusia 30-70 tahun adalah penyakit pembuluh darah otak (20,7%), penyakit jantung iskemik (14,7%), diabetes (9,6%), hipertensi (5,4%), penyakit paru obstruksi kronis (4,2%) dan tumor ganas pada payudara (1,7%).

Penyakit tidak menular menjadi masalah kesehatan masyarakat yang menimbulkan kesakitan, kecacatan dan kematian yang tinggi, serta menimbulkan beban pembiayaan kesehatan sehingga perlu dilakukan penyelenggaraan penanggulangan melalui pencegahan, pengendalian dan penanganan yang komprehensif, efisien, efektif, dan berkelanjutan.
Beberapa faktor yang dapat memicu penyakit tidak menular seperti kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, dan pola hidup tidak sehat seperti kurangnya aktivitas fisik dan pola makan sembarangan.
Deteksi dini penyakit tidak menular merupakan cara untuk mengetahui faktor resiko terjadinya PTM, termasuk pada masyarakat usia produktif. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan pemeriksaan yang dapat digunakan sebagai indikator penyakit tidak menular yang meliputi pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan gula darah dan pemeriksaan asam urat.
Dimulai tanggal 23 Februari 2024 sampai dengan tanggal 8 Maret 2024, Dinas Kesehatan Kota Batu dibantu oleh tenaga puskesmas se-Kota Batu melakukan pemeriksaan deteksi dini penyakit tidak menular pada ASN Kota Batu yang merupakan bagian dari masyarakat usia produktif. Hal ini bertujuan untuk menilai kualitas kesehatan ASN Kota Batu, sehingga bila ditemukan keadaan abnormal dapat dilakukan penanggulangan segera.

Deteksi dini faktor resiko PTM ini dilakukan karena ASN sebagai abdi negara dan abdi masyarakat memiliki tugas utama adalah melayani masyarakat secara prima. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi wawancara faktor risiko, pengukuran berat badan, pengukuran tinggi badan, pengukuran lingkar perut, pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan laboratorium sederhana (gula darah, kolesterol dan asam urat darah), dan konsultasi dokter. Kegiatan ini dilakukan pada setiap OPD secara terjadwal.
“Deteksi dini faktor resiko PTM ini adalah salah satu kepedulian dari Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Kesehatan dan jaringannya terhadap ASN sebagai pelayan masyarakat agar selalu sehat dan prima dalam rangka melakukan tupoksinya sebagai ASN. Pada awal perjalanan PTM seringkali tidak bergejala dan tidak menunjukkan tanda klinis secara khusus sehingga datang sudah terlambat atau pada stadium lanjut akibat tidak mengetahui dan menyadari kondisi kelainan yang terjadi pada dirinya”
Pengendalian faktor risiko PTM merupakan upaya untuk mencegah agar tidak terjadi faktor risiko bagi yang belum memiliki faktor risiko, mengembalikan kondisi faktor risiko PTM menjadi normal kembali dan atau mencegah terjadinya PTM bagi yang mempunyai faktor risiko. Selanjutnya bagi yang sudah menyandang PTM, pengendalian bertujuan untuk mencegah komplikasi, kecacatan dan kematian dini serta meningkatkan kualitas hidup. Pemeriksaan deteksi dini faktor risiko PTM untuk ASN di Kota Batu rencananya akan dilakukan minimal 2x setahun.

