By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept

Agro Redaksi

Redaksi Malang Raya

Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Kota Batu
  • Malang Raya
  • Bhayangkara
    • Bhayangkara Batu
    • Bhayangkara Malang
  • TNI
  • Pendidikan
  • Politik
Reading: Pabrik Infus Muhammadiyah di UMM Siap Pasok Kebutuhan Medis Nasional
Share
Font ResizerAa
Agro RedaksiAgro Redaksi
Search
  • Agro Home
  • Kota Batu
  • Malang Raya
  • Bhayangkara Batu
  • Bhayangkara Malang
  • TNI
  • Pendidikan
  • Politik
Have an existing account? Sign In
Follow US
Agro Redaksi > Blog > Ekonomi > Pabrik Infus Muhammadiyah di UMM Siap Pasok Kebutuhan Medis Nasional
EkonomiPendidikan

Pabrik Infus Muhammadiyah di UMM Siap Pasok Kebutuhan Medis Nasional

akbar
Last updated: June 11, 2026 3:36 pm
akbar
Published: June 11, 2026
Share
SHARE

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memperkuat peran strategisnya dalam mewujudkan kemandirian kesehatan nasional. Komitmen ini diwujudkan lewat penyediaan lahan untuk pembangunan pabrik infus PT Suryavena Farma Indonesia di Jalan Raya Ngijo, Karangploso, Kabupaten Malang. Dari total 14 hektare aset lahan milik UMM di lokasi tersebut, sekitar tiga hektare dialokasikan khusus sebagai kawasan industri terpadu. Peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek ini resmi dilaksanakan pada Kamis (11/6).

Peresmian proyek ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI yang juga Sekretaris BPH UMM, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Wakil Bupati Malang, Direktur PT Suryavena Farma Indonesia, serta Wakil Rektor II UMM Dr. Ahmad Juanda, Ak., M.M., C.A. Pabrik yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2027 ini diproyeksikan menjadi penopang utama rantai pasok alat kesehatan, baik bagi jaringan Rumah Sakit Muhammadiyah maupun masyarakat luas.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., menegaskan bahwa pendirian pabrik infus ini adalah manifestasi dari ekosistem socio-religious corporation yang digagas oleh persyarikatan. Menurutnya, inisiatif ini membuktikan bahwa organisasi keagamaan mampu membangun kemandirian ekonomi dan kesehatan melalui aktivitas bisnis profesional yang orientasi utamanya adalah kemaslahatan publik dan kontribusi nyata bagi negara, bukan sekadar mencari keuntungan finansial.

“Ini bukan untuk Muhammadiyah, ini untuk bangsa. Bisnis yang kami bangun bukan bisnis demi bisnis, tetapi bisnis yang manfaatnya kembali kepada kehidupan orang banyak,” tegasnya.

Lebih lanjut, Haedar memaparkan bahwa agama tidak sebatas mengatur akidah dan ibadah, melainkan juga urusan muamalah dalam tata kehidupan sosial-ekonomi. Oleh karena itu, keterlibatan di sektor industri medis ini diposisikan sebagai bentuk pengabdian yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, akuntabilitas, dan keberlanjutan guna menopang berbagai layanan pendidikan hingga pemberdayaan umat.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor II UMM, Dr. Ahmad Juanda, Ak., M.M., C.A., menjelaskan bahwa kontribusi Kampus Putih tidak berhenti pada penyediaan lahan. Ke depannya, kawasan ini akan diintegrasikan menjadi ekosistem Laboratorium Direktorat Saintek UMM yang mempertemukan aktivitas industri dengan fungsi tri dharma perguruan tinggi, yakni pendidikan, riset, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).

“Pembangunan ini merupakan bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri dalam menjawab kebutuhan strategis nasional. Selain mendukung layanan kesehatan, kawasan ini juga dirancang untuk menjadi pusat kolaborasi yang mengintegrasikan inovasi, pendidikan, dan praktik industri sehingga mampu mencetak sumber daya manusia yang relevan dengan perkembangan sektor kesehatan,” ujarnya.

Dengan beroperasinya pabrik infus PT Suryavena Farma Indonesia pada 2027 mendatang, langkah ini diharapkan menjadi tonggak sejarah baru dalam penguatan industri kesehatan berbasis nilai sosial di Tanah Air. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi pesan kuat bahwa kemandirian ekonomi, inovasi pendidikan, dan pelayanan publik yang inklusif dapat berjalan beriringan demi menghadirkan manfaat yang seluas-luasnya bagi pembangunan bangsa.(Sfl/umm)

Dukung Ketahanan Pangan,TNI Angkatan Laut Belajar Konservasi
Mahasiswa UMM, Ciptakan Alat Deteksi Rematik
Dosen UMM Soroti Efek QRIS, Pengeluaran Kecil Bisa Jadi Masalah Besar
Bukti Ekosistem Halal, Seluruh Kantin UMM Raih Pengakuan Zona Khawasan Halal Aman Dan Sehat
Tim Bappenas Tinjau Kesiapan Tugu Tirta Jadi Percontohan Nasional Sistem Air Minum untuk Dukung Program MBG
Share This Article
Facebook Email Print
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Popular News
Pendidikan

Gandeng Industri, UB Bekali Mahasiswa Instrumentasi dengan Praktik Teknologi PLC-HMI

akbar
akbar
October 14, 2026
Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Taman Rekreasi Selecta Berikan Diskon Tiket hingga 30 Persen
Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Selecta Berikan Diskon Tiket hingga 30 Persen
Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Wali Kota Nurochman Ziarah dan Kirim Doa di Makam Mbah Batu
Wali Kota Malang Dukung Pengembangan Ekonomi Karbon, Lewat Ngalam Seger dan Ngalam Rijik Perkuat Komitmen Pengendalian Emisi
Kadisparta Kota Batu Apresiasi Diskon 50 Persen JTP Group, Ajak Pelaku Wisata Beri Promo HUT Kota
Wali Kota Malang Dukung Pengembangan Ekonomi Karbon, Lewat Ngalam Seger dan Ngalam Rijik Perkuat Komitmen Pengendalian Emisi
Rayakan HUT ke-25 Kota Batu, Jatim Park Group Beri Diskon Tiket 50 Persen untuk Warga Lokal

Kategori

  • Home
  • Kota Batu
  • Malang Raya
  • Bhayangkara
    • Bhayangkara Batu
    • Bhayangkara Malang
  • TNI
  • Pendidikan
  • Politik
- Advertisement -
Ad imageAd image
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
© Agro Redaksi. by carabellijuliet.com
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up