Agroredaksi.com-Usaha perikanan tidak selalu membutuhkan lahan luas. Hal itu dibuktikan oleh Panji Kristianto , warga asal Banten yang kini menetap di Desa Songgokerto, Kota Batu. Dengan memanfaatkan lahan sederhana di belakang rumah, ia mengembangkan usaha penjualan bibit lele dan belut yang kini mulai dikenal oleh para pembudidaya.

Meski lahannya tidak terlalu luas, Panji mampu memaksimalkan tempat yang ada dengan menggunakan kolam terpal sederhana tanpa rangka atau tulang. Cara tersebut dinilai lebih hemat biaya dan mudah dalam perawatan.

“Lahannya memang tidak luas, jadi saya menggunakan kolam terpal tanpa tulang. Yang penting airnya terjaga dan bibitnya sehat,” ujar Panji.
Dengan metode sederhana tersebut, Panji tetap mampu menyediakan stok bibit dalam jumlah cukup banyak. Kolam terpal yang digunakan juga memudahkan proses perawatan serta penggantian air sehingga kualitas bibit tetap terjaga.

Dalam usahanya, Panji menyediakan bibit lele Sangkuriang dengan beberapa ukuran, mulai dari 4-6 cm, 10–11 cm, hingga sekitar 20 cm. Harga bibit lele dimulai dari Rp25.000 per 100 ekor untuk ukuran 6 cm, sedangkan ukuran 10–11 cm dijual sekitar Rp60.000 per 100 ekor. Untuk ukuran yang lebih besar, harga menyesuaikan.
“Pembelian bisa eceran maupun partai besar. Kami juga memberikan potongan harga bagi pembeli yang mengambil lebih dari 500 ekor,” jelas Panji.
Selain bibit lele, Panji juga menyediakan bibit belut ukuran sekitar 15 cm dengan harga sekitar Rp100.000 per kilogram, yang berisi lebih dari 200 ekor.
Menurut Panji, bibit yang dijualnya diambil langsung dari peternak sehingga kualitasnya tetap terjaga dan stok selalu tersedia.
“Bibit kami ambil langsung dari peternak, jadi kualitasnya bagus dan stoknya selalu ready,” katanya.
Pembeli bisa datang langsung ke lokasi di Desa Songgokerto, Kota Batu, atau melakukan pemesanan secara online. Selain bibit, Panji juga melayani pesanan lele konsumsi maupun belut yang siap diolah dalam kondisi masih hidup.
Ia menilai peluang usaha bibit lele dan belut di wilayah Kota Batu masih cukup menjanjikan karena belum banyak penjual yang menyediakan bibit tersebut.
“Di Kota Batu masih jarang yang menjual bibit lele dan belut, jadi peluangnya masih terbuka cukup besar,” ungkapnya.
Dengan usaha yang dimulai dari lahan sederhana di belakang rumah tersebut, Panji kini mampu mengembangkan usahanya sekaligus membantu mencukupi kebutuhan ekonomi keluarganya.(Sfl)

