Agroredaksi.com – Malang – Gelaran Kontes Kapal Indonesia (KKI) 2025 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi berakhir dengan sukses dan penuh antusiasme. Penutupan yang digelar pada Sabtu, 6 Desember 2025 di Hall Dome UMM tersebut menjadi puncak dari kompetisi inovasi maritim terbesar di Indonesia.

Selama berlangsungnya acara, Kampus Putih UMM menjadi pusat perhatian berkat hadirnya tim-tim terbaik dari berbagai perguruan tinggi. Para peserta memamerkan beragam kapal inovatif, mulai dari kapal tanpa awak, kapal hemat energi, hingga kapal penyelamat berteknologi tinggi. Seluruh karya diuji dalam serangkaian lomba yang ketat dan menantang, memperlihatkan kualitas riset dan kreativitas mahasiswa Indonesia.

Antusiasme para peserta dan dukungan penuh sivitas akademika UMM membuat penyelenggaraan KKI tahun ini berlangsung meriah sekaligus kompetitif. Selain menjadi ajang unjuk gigi teknologi, KKI 2025 memperkuat kolaborasi antarmahasiswa untuk terus mendorong inovasi kemaritiman nasional.
Dengan keberhasilan tersebut, UMM kembali menegaskan posisinya sebagai kampus rujukan dalam pengembangan teknologi dan kompetisi nasional berskala besar.

Penutupan KKI dan Abdidaya Ormawa 2025 dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. Dalam kesempatan tersebut, ia turut memimpin doa bersama serta aksi penggalangan donasi untuk membantu korban banjir di Sumatera.
Fauzan mengapresiasi semangat para mahasiswa yang telah menunjukkan inovasi terbaiknya sekaligus mengingatkan bahwa kompetisi bukan akhir perjalanan, melainkan awal dari karya-karya yang lebih besar.
Penutupan juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP. Penasihat Khusus Presiden RI untuk Urusan Haji sekaligus Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMM.
Dalam sambutannya, ia memotivasi para mahasiswa agar tidak cepat puas, tetap rendah hati, dan terus berjuang menjadi generasi tangguh.
Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si.
Rektor Universitas Muhammadiyah Malang.Ia menegaskan bahwa kolaborasi adalah kunci lahirnya inovasi di perguruan tinggi. Nazaruddin juga berharap KKI dan Abdidaya dapat menjadi inspirasi baru bagi sivitas akademika untuk memperkuat semangat pengabdian.
Dengan kombinasi inovasi, kolaborasi, dan solidaritas sosial, KKI 2025 di UMM tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum memperkuat karakter dan kepedulian mahasiswa Indonesia menuju Indonesia Maju 2045.(Sfl)

