By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept

Agro Redaksi

Redaksi Malang Raya

Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Kota Batu
  • Malang Raya
  • Bhayangkara
    • Bhayangkara Batu
    • Bhayangkara Malang
  • TNI
  • Pendidikan
  • Politik
Reading: Kisah Warga Dusun Toyomerto Ubah Limbah Sapi Jadi Energi Bersih, Kurangi Ketergantungan LPG
Share
Font ResizerAa
Agro RedaksiAgro Redaksi
Search
  • Agro Home
  • Kota Batu
  • Malang Raya
  • Bhayangkara Batu
  • Bhayangkara Malang
  • TNI
  • Pendidikan
  • Politik
Have an existing account? Sign In
Follow US
Agro Redaksi > Blog > Uncategorized > Kisah Warga Dusun Toyomerto Ubah Limbah Sapi Jadi Energi Bersih, Kurangi Ketergantungan LPG
Uncategorized

Kisah Warga Dusun Toyomerto Ubah Limbah Sapi Jadi Energi Bersih, Kurangi Ketergantungan LPG

akbar
Last updated: October 8, 2025 9:29 pm
akbar
Published: October 7, 2025
Share
SHARE

Agroredaksi.com-Batu, Jawa Timur – Di lereng Gunung Panderman, Dusun Toyomerto, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, dikenal sebagai sentra penghasil susu murni yang menyuplai kebutuhan masyarakat dan koperasi susu di wilayah Malang Raya. Namun di balik kesuksesan itu, tersimpan inovasi luar biasa: warga mampu mengubah limbah kotoran sapi menjadi sumber energi bersih Bio Gas.

Bagi warga Toyomerto, limbah bukan lagi masalah, tapi peluang. Melimpahnya kotoran sapi diolah menjadi energi baru terbarukan (EBT) yang ramah lingkungan sekaligus ekonomis. Inovasi ini sejalan dengan program pemerintah dalam pengembangan energi baru terbarukan dan pengurangan subsidi LPG 3 kilogram.

Dari Kandang ke Dapur: Gas Ramah Lingkungan dari Limbah Sapi

Salah satu warga, Suryani, pemilik toko kelontong yang juga peternak sapi, telah memanfaatkan biogas selama puluhan tahun.

“Sejak awal program bantuan pembuatan sumur biogas, saya langsung pakai. Sampai sekarang masih jalan dan tidak perlu beli LPG lagi,” tuturnya sambil tersenyum.

Gas hasil fermentasi limbah sapi itu disalurkan melalui pipa ke dapur rumahnya. Setiap hari, ia cukup menambahkan kotoran sapi ke sumur gas yang terhubung ke instalasi biogas terpadu.

Peternak lain, Muhdi, juga telah menggunakan biogas selama lebih dari dua dekade.

“Setiap hari saya isi sumur gas dengan kotoran sapi. Setelah tiga hari, gasnya sudah siap buat masak,” ujarnya.

Menurut Imam ,Kepala Desa Pesanggrahan, program biogas di wilayahnya sudah berjalan sejak adanya dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur Dan pemerintah kota batu ,serta Akademisi dan kini terus dikembangkan mandiri maupun terpadu oleh warga sekitar.

“Biasanya satu sumur biogas bisa melayani 10 sampai 13 kepala keluarga, tergantung kapasitasnya. Warga yang punya dua ekor sapi atau lebih, biasanya langsung bikin sendiri,” jelas Imam.

Proses pembuatan biogas dilakukan dengan sistem anaerobik (tanpa udara), mencampurkan kotoran sapi dan air ke dalam reaktor (digester). Dalam waktu sekitar tiga hari, gas metana mulai terbentuk dan siap disalurkan ke dapur warga.

“Selama pasokan kotoran sapi ada, biogas bisa terus dipakai tanpa henti,” imbuhnya.

Selain menghemat pengeluaran rumah tangga, biogas juga membantu mengurangi pencemaran lingkungan. Limbah yang sebelumnya berpotensi mencemari sungai kini dimanfaatkan menjadi energi bersih. Sisa endapan dari proses biogas bahkan digunakan sebagai pupuk organik untuk tanaman.
Program ini juga mendukung kebijakan transisi energi nasional dan target pemerintah mencapai Net Zero Emission 2060, dengan mendorong masyarakat desa ikut berperan aktif dalam produksi energi bersih dari sumber lokal.

“Kami ikut membantu program pemerintah. Sekarang warga Toyomerto mandiri energi dan tidak lagi bergantung pada LPG subsidi,” kata Imam.

Dari Desa untuk Negeri

Kisah warga Dusun Toyomerto adalah contoh nyata bahwa inovasi energi tidak harus datang dari kota besar. Dengan kreativitas dan semangat gotong royong, warga mampu mengubah limbah menjadi sumber kehidupan baru.
Biogas bukan hanya menghidupkan api di dapur, tetapi juga menyalakan harapan — bahwa masa depan energi Indonesia bisa dimulai dari desa.(Sfl)

Kuatkan Kondusifitas Kota Malang, Walikota Wahyu: Mari Jaga Rumah Kita Bersama
Unlock Exclusive Bonuses at NK101
Best Online Casinos for Real Money: Your Ultimate Guide
MAKOBA,Apresiasi Kepemimpinan Khofifah Gubernur Jawa Timur Untuk Kemajuan Masyarakat Pelaku UMKM
Mobilitas Tumbuh di Awal Tahun, Stasiun di Malang Raya Perkuat Kualitas Pelayanan
Share This Article
Facebook Email Print
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Popular News
Pendidikan

Gandeng Industri, UB Bekali Mahasiswa Instrumentasi dengan Praktik Teknologi PLC-HMI

akbar
akbar
October 14, 2026
Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Taman Rekreasi Selecta Berikan Diskon Tiket hingga 30 Persen
Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Selecta Berikan Diskon Tiket hingga 30 Persen
Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Wali Kota Nurochman Ziarah dan Kirim Doa di Makam Mbah Batu
Wali Kota Malang Dukung Pengembangan Ekonomi Karbon, Lewat Ngalam Seger dan Ngalam Rijik Perkuat Komitmen Pengendalian Emisi
Kadisparta Kota Batu Apresiasi Diskon 50 Persen JTP Group, Ajak Pelaku Wisata Beri Promo HUT Kota
Wali Kota Malang Dukung Pengembangan Ekonomi Karbon, Lewat Ngalam Seger dan Ngalam Rijik Perkuat Komitmen Pengendalian Emisi
Rayakan HUT ke-25 Kota Batu, Jatim Park Group Beri Diskon Tiket 50 Persen untuk Warga Lokal

Kategori

  • Home
  • Kota Batu
  • Malang Raya
  • Bhayangkara
    • Bhayangkara Batu
    • Bhayangkara Malang
  • TNI
  • Pendidikan
  • Politik
- Advertisement -
Ad imageAd image
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
© Agro Redaksi. by carabellijuliet.com
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up