Agroredaksi.com – Malang.Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat perkembangan industri jasa keuangan di wilayah kerja OJK Malang terus menunjukkan kinerja positif. Hingga Agustus 2025, penyaluran kredit dan pembiayaan perbankan tumbuh 9,53 persen (year on year/yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan rata-rata nasional sebesar 7,64 persen yoy.

Secara nominal, total kredit yang disalurkan meningkat dari Rp99,35 triliun pada Agustus 2024 menjadi Rp108,82 triliun pada Agustus 2025, atau naik 0,39 persen dibandingkan bulan sebelumnya (Juli 2025). Sementara itu, kualitas kredit masih terjaga baik dengan rasio Non Performing Loan (NPL) sebesar 2,85 persen yoy.

Kepala OJK Malang, Farid Falatehan, menjelaskan bahwa pertumbuhan ini mencerminkan kepercayaan masyarakat dan pelaku usaha terhadap stabilitas sektor keuangan di wilayah Malang Raya dan sekitarnya.
“Tren pertumbuhan ini menunjukkan bahwa fungsi intermediasi perbankan berjalan baik dan solid. Dukungan pembiayaan bagi sektor produktif, khususnya UMKM dan sektor riil, terus menjadi fokus kami bersama perbankan agar momentum ekonomi di wilayah ini tetap terjaga,” ujar Farid.
Berdasarkan data OJK, Bank Umum Konvensional (BUK) masih mendominasi dengan total penyaluran Rp100,39 triliun, tumbuh 19,66 persen yoy.
Disusul oleh Bank Umum Syariah (BUS) yang menyalurkan Rp6,27 triliun atau tumbuh 7,38 persen yoy.
Kemudian Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dengan penyaluran Rp1,93 triliun tumbuh 8,74 persen yoy, dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) menyalurkan Rp223,93 miliar atau tumbuh signifikan 19,89 persen yoy.
Farid menambahkan, OJK Malang juga terus memperkuat koordinasi lintas sektor untuk memastikan pertumbuhan industri jasa keuangan tetap inklusif dan berkelanjutan.
“Kami tidak hanya fokus pada sisi pertumbuhan, tapi juga penguatan tata kelola, literasi keuangan, dan inklusi keuangan masyarakat. Tujuannya agar manfaat sektor jasa keuangan dapat dirasakan secara merata di seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.
Saat ini OJK Malang membawahi 34 BUK, 6 BUS, 49 BPR, dan 6 BPRS yang beroperasi di wilayah Kota Malang, Kota Batu, Kabupaten Malang, Kota Pasuruan, dan Kabupaten Pasuruan.
Secara nasional, pertumbuhan industri jasa keuangan juga menunjukkan tren positif, dengan kredit perbankan naik 7,56 persen yoy, pembiayaan syariah 10,08 persen yoy, BPR 5,01 persen yoy, dan BPRS 7,43 persen yoy.
Dengan capaian tersebut, industri jasa keuangan di wilayah kerja OJK Malang dinilai mampu menjaga kinerja di atas rata-rata nasional, sekaligus berperan sebagai motor penggerak ekonomi daerah di Jawa Timur bagian selatan.(Sfl)

