Agroredaksi.com-Dosen Program Studi Informatika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Agus Eko Minarno, M.Kom., menciptakan inovasi teknologi kreatif bertajuk Batik AI Nitik. Inovasi ini mengintegrasikan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dengan warisan budaya batik tradisional Indonesia, khususnya motif Nitik yang dikenal memiliki karakter geometris dan repetisi titik yang khas.

Batik AI Nitik dikembangkan sebagai model generatif berbasis deep learning yang dilatih menggunakan dataset motif batik Nitik autentik. Sistem ini dirancang untuk mempelajari karakteristik visual, struktur geometris, pola titik, garis simetris, serta filosofi estetika yang melekat pada tradisi batik Nitik yang berkembang di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.
Melalui pendekatan tersebut, AI mampu menghasilkan motif batik Nitik baru secara otomatis dan konsisten, tanpa meninggalkan identitas visual tradisionalnya. Inovasi ini membuka ruang eksplorasi desain yang lebih luas, sekaligus mempercepat proses kreatif dalam industri batik.
Agus Eko Minarno menjelaskan bahwa Batik AI Nitik bukan sekadar proyek teknologi, melainkan simbol kolaborasi antara budaya dan kecerdasan buatan.
“Batik AI Nitik kami kembangkan sebagai bentuk pelestarian budaya berbasis teknologi. AI tidak menggantikan perajin, tetapi menjadi alat bantu untuk mengeksplorasi motif baru tanpa kehilangan nilai tradisionalnya,” ujar Agus.
Ia menambahkan bahwa pengembangan model ini juga bertujuan mendukung industri kreatif dan fashion berbasis budaya.
“Melalui pendekatan generative AI, kami ingin memperluas kemungkinan desain batik Nitik sekaligus memperkuat identitas budaya Nusantara di era digital,” tambahnya.

Sebagai sebuah brand, Batik AI Nitik memposisikan diri sebagai platform inovasi yang menjembatani tradisi batik dengan perkembangan teknologi modern. Inisiatif ini diharapkan mampu mendorong transformasi digital dalam industri batik, sekaligus menjaga keberlanjutan nilai-nilai budaya Indonesia di tengah pesatnya perkembangan teknologi global.(Sfl)

