By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept

Agro Redaksi

Redaksi Malang Raya

Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Kota Batu
  • Malang Raya
  • Bhayangkara
    • Bhayangkara Batu
    • Bhayangkara Malang
  • TNI
  • Pendidikan
  • Politik
Reading: Di Balik Tradisi Mudik, UMM Soroti Makna Retret Spiritual dan Kultural Idul Fitri
Share
Font ResizerAa
Agro RedaksiAgro Redaksi
Search
  • Agro Home
  • Kota Batu
  • Malang Raya
  • Bhayangkara Batu
  • Bhayangkara Malang
  • TNI
  • Pendidikan
  • Politik
Have an existing account? Sign In
Follow US
Agro Redaksi > Blog > Agama > Di Balik Tradisi Mudik, UMM Soroti Makna Retret Spiritual dan Kultural Idul Fitri
Agama

Di Balik Tradisi Mudik, UMM Soroti Makna Retret Spiritual dan Kultural Idul Fitri

akbar
Last updated: March 20, 2026 1:09 pm
akbar
Published: March 20, 2026
Share
SHARE

Agroredaksi.com-Perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah tidak hanya dimaknai sebagai penanda berakhirnya Ramadan, tetapi juga sebagai momentum penting untuk melakukan retret kultural dan spiritual. Hal ini disampaikan Prof. Dr. Biyanto, M.Ag dalam khutbah Idul Fitri di Kampus III Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Jumat, 20 Maret 2026. Dalam khutbahnya, Biyanto menekankan bahwa tradisi mudik yang melekat dalam masyarakat Indonesia memiliki makna yang jauh lebih dalam dibanding sekadar perjalanan pulang kampung. Ia menyebut mudik sebagai bentuk retret kultural yang memperkuat identitas sosial sekaligus retret spiritual yang mengembalikan manusia pada nilai-nilai fitrah.

“Melalui mudik, masyarakat tidak hanya melakukan perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan batin untuk kembali pada akar budaya dan nilai-nilai kemanusiaan,” ujarnya.

Menurutnya, retret kultural tercermin dalam upaya masyarakat menjaga tradisi silaturahmi, mempererat hubungan keluarga, serta merawat kearifan lokal yang telah diwariskan lintas generasi. Tradisi saling mengunjungi, bermaaf-maafan, hingga berkumpul bersama keluarga besar menjadi bagian penting dari proses tersebut. Di sisi lain, retret spiritual hadir melalui refleksi diri setelah menjalani ibadah Ramadan. Momentum Idul Fitri dimanfaatkan untuk mengevaluasi diri, memperbaiki hubungan dengan sesama, serta memperkuat hubungan dengan Tuhan.

Biyanto menegaskan bahwa kedua dimensi ini tidak dapat dipisahkan. Retret kultural tanpa spiritualitas akan kehilangan makna, sementara retret spiritual tanpa sentuhan sosial dan budaya akan terasa hampa dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia juga mengingatkan bahwa nilai-nilai yang dibangun selama Ramadan, seperti empati, kepedulian, dan pengendalian diri, seharusnya terus dijaga setelah Idul Fitri. Dalam konteks ini, mudik menjadi ruang aktualisasi nilai-nilai tersebut dalam kehidupan nyata.

“Idul Fitri adalah momentum untuk kembali ke fitrah, bukan hanya secara personal, tetapi juga dalam relasi sosial. Di sinilah pentingnya menjaga keseimbangan antara dimensi budaya dan spiritual,” tuturnya.

Sementara itu, Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., mengajak seluruh jamaah untuk memanfaatkan momentum Idul Fitri sebagai sarana mempererat kembali hubungan sosial yang mungkin sempat renggang. Ia menegaskan bahwa Idul Fitri harus menjadi titik balik untuk membangun persaudaraan dan kekerabatan sebagai manifestasi ibadah dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Ia juga menekankan pentingnya kepedulian sosial sebagai buah dari ibadah puasa yang dijalankan secara lebih mendalam. Menurutnya, puasa pada tingkat khawas al-khawas tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menaklukkan hawa nafsu yang berlebihan terhadap urusan dunia.

“Dengan demikian, kita menjadikan dunia ini jalan perbaikan, amal ihsan, sebagai wujud kesejatian manusia,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Nazaruddin Malik menyampaikan ucapan Idul Fitri kepada seluruh jamaah sekaligus permohonan maaf atas kekurangan selama penyelenggaraan Ramadan hingga pelaksanaan shalat Idul Fitri.

Dengan demikian, Idul Fitri tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga momentum refleksi menyeluruh menguatkan dimensi kultural dan spiritual sekaligus mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.(Sfl)

KBIH Mabruro Pererat Silaturahmi di Bulan Syawal, Gelar Santunan dan Doa Bersama
PERINGATI MAULID NABI, BMMJ TEMAS GELAR KHITANAN MASSAL UNTUK 11 ANAK
Takbir dan Kebahagiaan Warnai Penyembelihan Hewan Kurban di SLBN Kota Batu
Ramadan Jadi Ruang Jeda, Civitas UMM Gelar I’tikaf sebagai Retret Spiritual
Gema Takbir Hari Raya Idul Adha 1447 H Siap Semarakkan Kota Batu
Share This Article
Facebook Email Print
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Popular News
Pendidikan

Gandeng Industri, UB Bekali Mahasiswa Instrumentasi dengan Praktik Teknologi PLC-HMI

akbar
akbar
October 14, 2026
Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Taman Rekreasi Selecta Berikan Diskon Tiket hingga 30 Persen
Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Selecta Berikan Diskon Tiket hingga 30 Persen
Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Wali Kota Nurochman Ziarah dan Kirim Doa di Makam Mbah Batu
Wali Kota Malang Dukung Pengembangan Ekonomi Karbon, Lewat Ngalam Seger dan Ngalam Rijik Perkuat Komitmen Pengendalian Emisi
Kadisparta Kota Batu Apresiasi Diskon 50 Persen JTP Group, Ajak Pelaku Wisata Beri Promo HUT Kota
Wali Kota Malang Dukung Pengembangan Ekonomi Karbon, Lewat Ngalam Seger dan Ngalam Rijik Perkuat Komitmen Pengendalian Emisi
Rayakan HUT ke-25 Kota Batu, Jatim Park Group Beri Diskon Tiket 50 Persen untuk Warga Lokal

Kategori

  • Home
  • Kota Batu
  • Malang Raya
  • Bhayangkara
    • Bhayangkara Batu
    • Bhayangkara Malang
  • TNI
  • Pendidikan
  • Politik
- Advertisement -
Ad imageAd image
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
© Agro Redaksi. by carabellijuliet.com
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up