Agroredaksi.com– Lantunan musik ceria berpadu dengan keceriaan anak-anak TK Terpadu Anak Saleh, Jalan Candi Panggung, Kota Malang, saat memperingati Hari Batik Nasional, 2 Oktober 2025. Dengan penuh semangat, para murid tampil anggun mengenakan busana batik aneka motif, mulai dari Mega Mendung, Kawung, Malangan, Merawit, hingga batik cap pelepah pisang.

Tak sekadar memakai batik, anak-anak juga diajak mengenal proses membatik secara sederhana. Menggunakan metode jumputan, kain kaos putih dicelup dengan pewarna sintetis, menghasilkan pola unik dalam waktu sekitar 15 menit.

Aktivitas ini membuat anak-anak semakin dekat dengan warisan budaya yang diakui UNESCO sebagai mahakarya dunia.

Kepala Sekolah TK Terpadu Anak Saleh, Mike S. Arifin, menegaskan pentingnya menanamkan rasa cinta pada batik sejak usia dini.
“Melalui peringatan Hari Batik, kami ingin anak-anak, sebagai generasi penerus, bangga dengan busana batik Indonesia yang sempat diklaim negara tetangga. Batik adalah kearifan lokal sekaligus identitas bangsa yang harus terus kita jaga,” jelasnya.
Kemeriahan semakin terasa ketika para siswa memperagakan fashion show batik. Dengan penuh percaya diri, mereka berjalan di atas panggung kecil, lengkap dengan aksesori yang mempercantik tampilan. Ada yang tampil jenaka dengan gaya khas anak-anak, ada pula yang tampak anggun layaknya model cilik.

Kegiatan ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga media edukasi kreatif. Lewat peragaan busana dan praktik membatik, anak-anak belajar bahwa batik bukan hanya kain bercorak indah, melainkan simbol kebanggaan bangsa Indonesia.(Sfl)

