Agroredaksi.com – Sejumlah pelaku afiliator dan pelaku UMKM di platform media sosial TikTok kini tengah dirundung keresahan. Pasalnya, sejak Sabtu 30 Agustus 2025, pihak TikTok secara resmi menghentikan sementara layanan live shopping di Indonesia. Keputusan ini langsung berimbas pada aktivitas jual beli yang biasa dilakukan para pedagang secara daring, sehingga penjualan mereka menurun drastis.

Bagi para pelaku UMKM, keputusan tersebut menimbulkan dampak yang signifikan. Rista Amelia, seorang afiliator asal Desa Sumberejo Kota Batu dengan akun @zahwaasyabiya1, mengaku sudah hampir dua hari tidak dapat memasarkan produknya melalui fitur live TikTok. Padahal, jalur ini merupakan sarana utama dalam strategi pemasarannya untuk menjangkau konsumen.

“Ya, saya merasa kehilangan penghasilan gara-gara live TikTok tidak bisa dipakai lagi. Omzet berkurang drastis,” keluh Rista saat diwawancarai. Dari informasi yang ia dapatkan melalui grup WhatsApp afiliator, fitur live baru bisa diaktifkan kembali pada 13 September 2025 mendatang.
Tidak hanya Rista, ratusan pelaku usaha kecil menengah (UMKM) di berbagai daerah pun mengalami nasib serupa. Selama ini mereka mengandalkan fitur live commerce untuk menjual berbagai produk, mulai dari fashion, makanan, hingga kebutuhan rumah tangga. Tanpa fitur ini, mereka kesulitan menjangkau konsumen dalam skala luas, dan omzet penjualan pun terjun bebas.

Para pelaku UMKM menilai, penghentian sementara fitur live TikTok berdampak langsung pada keberlangsungan usaha kecil. Beberapa bahkan khawatir akan gulung tikar jika kondisi ini berlangsung lebih lama. Mereka berharap pemerintah segera turun tangan memberikan solusi, sekaligus menyiapkan regulasi yang lebih jelas agar kegiatan jual beli digital tetap berjalan lancar tanpa merugikan pihak manapun.
“Selama ini, live TikTok sangat membantu kami dalam berjualan. Kalau tiba-tiba dihentikan tanpa alternatif yang jelas, kami yang paling dirugikan,” ungkap salah satu pelaku usaha fashion di Malang.
Fenomena ini menegaskan bahwa ekosistem perdagangan digital kini sudah menjadi tulang punggung UMKM di Indonesia. Gangguan kecil dalam sistem, apalagi penghentian layanan penting seperti live shopping, terbukti memberi dampak luas terhadap perekonomian akar rumput.
Kebijakan penghentian fitur live tersebut diambil menyusul situasi demonstrasi di sejumlah daerah yang berujung ricuh, menimbulkan kerusuhan, aksi anarkis, hingga memakan korban jiwa. TikTok, sebagai salah satu platform digital dengan basis pengguna besar di Indonesia, menyatakan keputusan ini dilakukan secara sukarela tanpa adanya intervensi dari pemerintah.
“Kami secara sukarela menangguhkan fitur TikTok Live untuk beberapa hari ke depan di Indonesia. Kebijakan ini diambil karena meningkatnya eskalasi kekerasan dalam unjuk rasa belakangan ini. Kami juga terus menghapus konten yang melanggar Panduan Komunitas dan memantau situasi yang ada,” ujar Juru Bicara TikTok dalam keterangan resminya.(Sfl)

