Agroredaksi.com – Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan bahwa seluruh siswa Sekolah Rakyat nantinya akan memperoleh fasilitas pendukung belajar. Salah satunya adalah laptop, yang saat ini masih dalam proses pengadaan dan diharapkan dapat segera didistribusikan ke seluruh titik Sekolah Rakyat.Hal tersebut di ungkapkan Gus Ipul Saat meninjau sekolah rakyat yang berada di PPSPA Bima Sakti, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu Senin 8 september 2025.

Selain laptop , menurut Gus Ipul ,pemerintah juga telah menyiapkan delapan set seragam lengkap untuk setiap siswa. Seragam tersebut terdiri dari pakaian biru putih setara SMP, seragam pramuka, baju laboratorium, baju olahraga, pakaian tidur, hingga almamater resmi Sekolah Rakyat. Distribusi seragam ini ditargetkan selesai pada akhir September, bersamaan dengan beroperasinya puluhan titik Sekolah Rakyat di berbagai daerah.

Tidak hanya siswa, perhatian juga diberikan kepada para pengajar. Gus Ipul menegaskan, guru Sekolah Rakyat akan menerima tunjangan yang disesuaikan dengan standar nasional. Meskipun di sejumlah daerah nilainya masih lebih rendah dari rata-rata, pemerintah berkomitmen menyesuaikan agar lebih adil. Saat ini, pembahasan mengenai tunjangan guru telah dilakukan bersama Kementerian PAN-RB dan Badan Kepegawaian Negara.

Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu terobosan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang difokuskan pada pemerataan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program ini dirancang agar setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, tanpa terbebani biaya dan keterbatasan fasilitas.
Melalui Sekolah Rakyat, siswa tidak hanya mendapat pendidikan formal setara sekolah menengah pertama, tetapi juga memperoleh dukungan penuh berupa asrama, fasilitas belajar, seragam, hingga perangkat teknologi seperti laptop. Dengan demikian, diharapkan siswa bisa lebih siap menghadapi tantangan zaman yang semakin digital.
Tak hanya fokus pada murid, program ini juga menaruh perhatian pada kesejahteraan tenaga pendidik. Para guru dan wali asrama mendapat dukungan tunjangan, sehingga mampu mengajar dengan lebih baik dan fokus mendampingi para siswa.
Dengan dukungan fasilitas yang merata, baik untuk siswa maupun tenaga pendidik, pemerintah berharap Sekolah Rakyat dapat menjadi solusi nyata dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Program ini diharapkan tidak hanya mencerdaskan generasi muda secara akademik, tetapi juga membentuk karakter kebangsaan, kemandirian, dan semangat gotong royong.
“Sekolah Rakyat adalah wujud komitmen negara untuk memastikan semua anak Indonesia, terutama yang kurang mampu, bisa mendapatkan kesempatan yang sama di bidang pendidikan,” ujar Gus Ipul.
Ke depan, pemerintah menargetkan ratusan titik Sekolah Rakyat beroperasi di seluruh Indonesia, dengan kapasitas menampung puluhan ribu siswa.(Sfl)

