Agroredaksi.com-Batu – Masa pembiasaan di Sekolah Rakyat (SR) Kota Batu masih terus berlangsung sejak awal Agustus 2025. Dari total 150 siswa tingkat SMP yang semula terdaftar, kini tersisa 148 siswa setelah dua orang resmi mengundurkan diri atas permintaan orang tua.

Kepala Sekolah SR Kota Batu, Yuliana, S.S., M.Pd., menjelaskan bahwa dinamika tersebut merupakan hal wajar dalam proses adaptasi siswa di awal tahun ajaran. Masa pembiasaan ini dirancang untuk membentuk karakter mandiri dan disiplin sebelum memasuki pembelajaran formal.
“Namanya masa pembiasaan, pasti ada proses naik turun. Anak-anak belajar beradaptasi dengan lingkungan baru, jauh dari keluarga, dan mengikuti sistem pembelajaran berbeda,” ujar Yuliana, Senin (4/8/2025).

Kedua siswa yang mengundurkan diri diketahui berasal dari Pujon, Kabupaten Malang. Keduanya adalah siswa laki-laki dan keluar atas inisiatif orang tua setelah mempertimbangkan berbagai hal.
“Mereka sebenarnya sempat kerasan di awal, tapi ternyata keinginan untuk tetap bersama orang tua lebih kuat. Kami sudah terima dan proses pengunduran diri sudah resmi kami laporkan ke kementerian,” jelas Yuliana.
SR Kota Batu memang menerapkan sistem pembiasaan tanpa gawai, fokus pada pelatihan karakter serta pengenalan dasar-dasar belajar. Bagi sebagian siswa, proses adaptasi ini memerlukan waktu dan dukungan penuh dari keluarga.
“Mindset anak-anak yang masih ingin bersama orang tua jadi faktor utama. Tapi kami memahami sepenuhnya keputusan tersebut,” tambahnya.
Meski demikian, proses pembiasaan tetap berjalan untuk 148 siswa lainnya, termasuk siswa dari luar daerah seperti Kediri. Pembelajaran formal direncanakan mulai akhir Agustus, sesuai jadwal dari Kementerian.(Sfl)

