By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept

Agro Redaksi

Redaksi Malang Raya

Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Kota Batu
  • Malang Raya
  • Bhayangkara
    • Bhayangkara Batu
    • Bhayangkara Malang
  • TNI
  • Pendidikan
  • Politik
Reading: Virus Gemini Jadi Momok Petani Cabai, Tanaman Bule dan Produktivitas Terancam
Share
Font ResizerAa
Agro RedaksiAgro Redaksi
Search
  • Agro Home
  • Kota Batu
  • Malang Raya
  • Bhayangkara Batu
  • Bhayangkara Malang
  • TNI
  • Pendidikan
  • Politik
Have an existing account? Sign In
Follow US
Agro Redaksi > Blog > Pertanian > Virus Gemini Jadi Momok Petani Cabai, Tanaman Bule dan Produktivitas Terancam
Pertanian

Virus Gemini Jadi Momok Petani Cabai, Tanaman Bule dan Produktivitas Terancam

akbar
Last updated: October 13, 2026 9:43 am
akbar
Published: October 13, 2026
Share
SHARE

Agroredaksi.com – KOTA BATU — Keberadaan virus Gemini atau yang dikenal petani sebagai virus bule menjadi momok tersendiri bagi petani cabai. Serangan virus ini dapat menghambat pertumbuhan tanaman, menurunkan produktivitas, bahkan menyebabkan tanaman tidak mampu menghasilkan buah secara optimal.
Virus Gemini merupakan sebutan yang umum digunakan untuk kelompok virus penyebab penyakit kuning pada tanaman, termasuk cabai. Salah satu kelompok virus yang banyak menyebabkan penyakit ini adalah Begomovirus, yang umumnya ditularkan oleh serangga kutu kebul (Bemisia tabaci).
Tanaman cabai yang terserang biasanya menunjukkan gejala berupa daun menguning, menebal, menggulung ke atas, serta pertumbuhan yang kerdil. Pada serangan berat, tanaman sulit berkembang secara normal dan produksi buah dapat menurun drastis.
Serangan virus ini menjadi persoalan serius apabila terjadi sejak fase vegetatif atau masa pertumbuhan awal tanaman. Pada fase tersebut, tanaman seharusnya mengembangkan akar, batang, dan daun sebagai penunjang pertumbuhan serta pembentukan buah pada fase berikutnya.
Jika infeksi terjadi sejak dini, pertumbuhan tanaman dapat terganggu sehingga potensi hasil panen ikut menurun. Kondisi ini tentu menjadi kerugian bagi petani karena biaya perawatan telah dikeluarkan, tetapi hasil produksi yang diharapkan tidak tercapai.

Taslan, salah satu petani cabai di wilayah Kelurahan Temas, Kota Batu, yang telah puluhan tahun berkecimpung dalam dunia pertanian cabai, mengatakan hingga kini dirinya belum menemukan obat yang benar-benar dapat menyembuhkan tanaman yang telah terinfeksi virus Gemini.
Menurutnya, langkah yang dapat dilakukan ketika tanaman menunjukkan gejala serangan adalah melakukan pencegahan agar penyebaran tidak semakin meluas ke tanaman yang masih sehat.

“Selama ini saya belum menemukan obat yang benar-benar bisa menyembuhkan tanaman cabai yang sudah terkena virus Gemini. Kalau sudah terindikasi terserang, biasanya tanaman harus dicabut agar tidak menjadi sumber penularan ke tanaman yang masih sehat,” ujar Taslan.

Ia menjelaskan, serangan virus Gemini menjadi salah satu hal yang dikhawatirkan petani karena penyebarannya dapat berlangsung cepat, terutama ketika terdapat kutu kebul yang membawa virus dari tanaman terinfeksi ke tanaman sehat.
Karena itu, petani perlu melakukan pemantauan secara rutin terhadap kondisi tanaman, khususnya sejak fase awal pertumbuhan. Tanaman yang menunjukkan gejala mencurigakan perlu segera diperiksa agar langkah pengendalian dapat dilakukan sebelum serangan meluas.
Taslan juga menyoroti kondisi cuaca yang cenderung kering dan panas sebagai salah satu kondisi yang perlu diwaspadai petani. Menurutnya, keadaan tersebut kerap menjadi perhatian karena dapat berkaitan dengan meningkatnya keberadaan hama pembawa virus di lahan pertanian.
Meski demikian, cuaca panas dan kering bukan penyebab langsung munculnya virus Gemini. Infeksi terjadi ketika virus masuk ke tanaman, umumnya melalui kutu kebul yang membawa virus. Kondisi lingkungan tertentu dapat memengaruhi perkembangan populasi serangga pembawa tersebut.
Tidak Ada Obat untuk Menyembuhkan Tanaman yang Terinfeksi
Secara teknis, hingga saat ini belum ada pestisida yang dapat menyembuhkan tanaman cabai dari infeksi virus Gemini. Pengendalian lebih diarahkan pada pencegahan penularan, pengendalian kutu kebul sebagai vektor, serta penanganan tanaman yang telah terinfeksi.
Tanaman yang positif terinfeksi dan menjadi sumber penularan dapat dicabut, kemudian ditangani dengan cara yang aman sesuai kondisi lahan. Petani juga perlu mengendalikan kutu kebul, membersihkan gulma inang, menggunakan bibit sehat, serta memantau tanaman secara berkala.Pengendalian kutu kebul perlu dilakukan secara tepat karena serangga ini dapat memindahkan virus antartanaman. Penggunaan insektisida, jika diperlukan, harus mengikuti petunjuk label dan menerapkan prinsip pengendalian hama terpadu agar tidak memicu resistansi.
Gejala daun menguning dan menggulung memang dapat mengarah pada dugaan infeksi virus Gemini, tetapi gejala serupa juga bisa disebabkan oleh gangguan lain, seperti kekurangan unsur hara atau serangan hama. Oleh karena itu, pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan penyebabnya.
Bagi petani cabai, pencegahan sejak awal menjadi langkah penting untuk menjaga tanaman tetap sehat dan produktif. Sebab, ketika virus telah menginfeksi tanaman, upaya yang paling memungkinkan bukan menyembuhkan tanaman tersebut, melainkan menekan penyebaran dan melindungi tanaman yang masih sehat.
Bagi Taslan dan petani cabai lainnya di Kota Batu, kewaspadaan terhadap virus Gemini menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan usaha tani, terutama ketika tanaman masih berada pada fase vegetatif dan belum memasuki masa produktif.(Sfl)

Harga Sawi Daging Tembus Rp17 Ribu per Kg, Dampak Program Makan Bergizi Gratis Dongkrak Permintaan
Petani Tanaman Hias philo dendron di Gunungsari Batu Kebanjiran Pesanan Di Bulan maulid
Harga Cabe Rawit Meroket hingga Rp60 Ribu per Kilogram, Petani Raup Untung
Kemarau Panjang, Harga Buah Pisang Naik Lebih dari 50 Persen, Pasokan Makin Langka
Sempat Rp4 Ribu Dalam Sepekan, Harga Sawi Daging Kini Kembali Turun Jadi Rp2 Ribu per Kilogram
Share This Article
Facebook Email Print
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Popular News
Pendidikan

Gandeng Industri, UB Bekali Mahasiswa Instrumentasi dengan Praktik Teknologi PLC-HMI

akbar
akbar
October 14, 2026
Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Taman Rekreasi Selecta Berikan Diskon Tiket hingga 30 Persen
Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Selecta Berikan Diskon Tiket hingga 30 Persen
Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Wali Kota Nurochman Ziarah dan Kirim Doa di Makam Mbah Batu
Wali Kota Malang Dukung Pengembangan Ekonomi Karbon, Lewat Ngalam Seger dan Ngalam Rijik Perkuat Komitmen Pengendalian Emisi
Kadisparta Kota Batu Apresiasi Diskon 50 Persen JTP Group, Ajak Pelaku Wisata Beri Promo HUT Kota
Wali Kota Malang Dukung Pengembangan Ekonomi Karbon, Lewat Ngalam Seger dan Ngalam Rijik Perkuat Komitmen Pengendalian Emisi
Rayakan HUT ke-25 Kota Batu, Jatim Park Group Beri Diskon Tiket 50 Persen untuk Warga Lokal

Kategori

  • Home
  • Kota Batu
  • Malang Raya
  • Bhayangkara
    • Bhayangkara Batu
    • Bhayangkara Malang
  • TNI
  • Pendidikan
  • Politik
- Advertisement -
Ad imageAd image
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
© Agro Redaksi. by carabellijuliet.com
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up