Agroredaksi.com-KABAR BANDUNG — Di tengah ramainya wisatawan yang menikmati keindahan Gunung Tangkuban Perahu, terselip kisah perjuangan seorang pedagang batu akik. Adalah Kang Asep, warga kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, yang puluhan tahun menggantungkan hidup dari berjualan cincin batu akik kepada para pengunjung.
Meski tidak setiap hari dagangannya laku, Kang Asep tetap sabar dan sopan menawarkan cincin batu akik kepada wisatawan yang datang ke kawasan wisata Gunung Tangkuban Perahu.

Wajahnya yang tampak keriput sekilas membuatnya terlihat lebih tua. Namun, pria berusia 55 tahun ini masih cukup kuat untuk terus bekerja dan menjalani aktivitasnya di tengah udara dingin kawasan puncak Tangkuban Perahu.
Selama puluhan tahun, Kang Asep setia menjajakan cincin batu akik di kawasan tersebut. Ia harus terbiasa dengan suhu dingin pegunungan, ditambah aroma belerang yang cukup menyengat di sekitar kawasan kawah.
Bagi Kang Asep, setiap cincin yang berhasil terjual bukan sekadar transaksi. Hasil penjualan menjadi bagian penting untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya.
“Memang tidak setiap hari ada yang membeli. Tapi saya tetap menawarkan dengan sopan. Kalau satu cincin saja terjual, saya sudah bersyukur, karena dari sinilah saya mencari rezeki untuk keluarga.”
Puluhan tahun menjalani profesi tersebut membuat Kang Asep tidak mudah menyerah. Baginya, selama masih diberikan kesehatan dan kemampuan untuk bekerja, berjualan batu akik akan tetap dijalaninya.
Di antara ramainya wisatawan dan indahnya panorama Tangkuban Perahu, perjuangan Kang Asep menjadi potret kecil tentang kerasnya kehidupan.
Sebuah cincin batu akik mungkin hanya bernilai puluhan atau ratusan ribu rupiah. Namun bagi Kang Asep, setiap cincin yang terjual adalah harapan—harapan untuk membawa pulang rezeki dan memenuhi kebutuhan keluarganya.(Sfl)

