By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept

Agro Redaksi

Redaksi Malang Raya

Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Kota Batu
  • Malang Raya
  • Bhayangkara
    • Bhayangkara Batu
    • Bhayangkara Malang
  • TNI
  • Pendidikan
  • Politik
Reading: Menembus Perbukitan Alor, Kisah Mahasiswa UMM Berantas Stunting dan Hapus Mitos Gizi di NTT
Share
Font ResizerAa
Agro RedaksiAgro Redaksi
Search
  • Agro Home
  • Kota Batu
  • Malang Raya
  • Bhayangkara Batu
  • Bhayangkara Malang
  • TNI
  • Pendidikan
  • Politik
Have an existing account? Sign In
Follow US
Agro Redaksi > Blog > Kesehatan > Menembus Perbukitan Alor, Kisah Mahasiswa UMM Berantas Stunting dan Hapus Mitos Gizi di NTT
KesehatanPendidikan

Menembus Perbukitan Alor, Kisah Mahasiswa UMM Berantas Stunting dan Hapus Mitos Gizi di NTT

akbar
Last updated: July 21, 2026 5:12 pm
akbar
Published: July 21, 2026
Share
SHARE

Agroredaksi.com-Ketimpangan informasi kesehatan dan keterbatasan ekonomi di pelosok Nusantara mendorong Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengirimkan 10 mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) ke Desa Probur, Kecamatan Alor Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT). Melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik GENTASKIN (Gerakan NTT Tuntas Stunting dan Kemiskinan Ekstrem) pada Juli hingga September, mahasiswa UMM membawa misi utama memberantas stunting dan kemiskinan ekstrem guna mendongkrak kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik NTT tahun 2025, Kabupaten Alor mencatat persentase balita stunting sebesar 22,59%. Angka tersebut merepresentasikan total 2.888 jiwa balita yang mengalami stunting, dengan rincian 705 jiwa berada dalam kategori sangat pendek dan 2.184 jiwa dalam kategori pendek.

Koordinator sekaligus peserta KKN Tematik GENTASKIN Batch 2 FIKES, Tristan Gilang Antoro, menjelaskan bahwa berdasarkan pemetaan awal, masyarakat setempat hanya mengandalkan pekerjaan musiman sebagai petani kemiri dan porang. Kondisi finansial yang serba terbatas ini diperparah oleh kuatnya mitos budaya tentang asupan gizi, yang akhirnya memicu tingginya angka stunting pada balita di Desa Probur.

“Mayoritas masyarakat di sini masih sangat minim informasi medis dan lebih memercayai budaya setempat terkait asupan gizi anak, ditambah lagi faktor kemiskinan akibat penghasilan bertani yang tidak menentu menjadi pemicu utama tingginya angka stunting,” ujarnya.

Mersepons persoalan itu, tim KKN UMM bekerja sama dengan puskesmas setempat menginisiasi langkah preventif melalui pendampingan intensif di posyandu serta membagikan selebaran panduan pencegahan kurang gizi. Dedikasi ini diuji oleh medan geografis yang mengharuskan mahasiswa Kampus Putih berjalan kaki menembus perbukitan sejauh tiga kilometer demi pendataan warga. Semua kelancaran program ini tidak lepas dari dukungan penuh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) UMM yang mengurus akomodasi hingga penyesuaian jadwal ujian. Lebih jauh, ia menekankan bahwa kegiatan ini menuntut mahasiswa UMM untuk tulus menghargai budaya setempat agar bisa diterima dengan baik oleh warga desa.

“Pengabdian ini bukan sekadar tentang menjalankan program kerja, melainkan bagaimana cara mahasiswa UMM melebur, menghargai budaya lokal, dan melakukan pendekatan tulus hingga masyarakat menganggap delegasi Kampus Putih sebagai bagian dari keluarga mereka sendiri,” paparnya.

Kehadiran mahasiswa UMM terbukti disambut hangat oleh warga Desa Probur. Interaksi humanis keseharian seperti mencari kayu bakar di hutan dan menumpang fasilitas sanitasi warga sukses meruntuhkan sekat perbedaan bahasa serta kebiasaan. Pengalaman lintas budaya ini menegaskan keberhasilan UMM dalam mencetak lulusan dengan kecerdasan sosial yang tangguh meski berada di lingkungan serba terbatas. Sebagai pesan penutup, Tristan mengingatkan pentingnya kesiapan mental dan fisik sebelum sungguh-sungguh terjun ke tengah masyarakat.

“Bagi rekan-rekan mahasiswa yang kelak akan meneruskan langkah pengabdian ke sini, persiapkan fisik dan mental untuk berbaur, karena kalian mungkin datang dengan keraguan, tetapi dipastikan akan pulang dengan air mata perpisahan,” pungkasnya.(Sfl/hms)

Kemah Santri Muhammadiyah Nasional II Berakhir, Ribuan Santri Ditempa Jadi Kader Bangsa
Penguatan Pendidikan di Kota Batu, Kemendikdasmen Siapkan Solusi Kekurangan Pendidik
Pabrik Infus Muhammadiyah di UMM Siap Pasok Kebutuhan Medis Nasional
Santri PPI-AMF Ubah Limbah Jagung Jadi Produk Ramah Lingkungan, Raih Medali Nasional
PWI Malang Gelar UKW Angkatan 59, Wali Kota Malang Dorong Profesionalisme Jurnalis
Share This Article
Facebook Email Print
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Popular News
Pendidikan

Gandeng Industri, UB Bekali Mahasiswa Instrumentasi dengan Praktik Teknologi PLC-HMI

akbar
akbar
October 14, 2026
Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Taman Rekreasi Selecta Berikan Diskon Tiket hingga 30 Persen
Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Selecta Berikan Diskon Tiket hingga 30 Persen
Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Wali Kota Nurochman Ziarah dan Kirim Doa di Makam Mbah Batu
Wali Kota Malang Dukung Pengembangan Ekonomi Karbon, Lewat Ngalam Seger dan Ngalam Rijik Perkuat Komitmen Pengendalian Emisi
Kadisparta Kota Batu Apresiasi Diskon 50 Persen JTP Group, Ajak Pelaku Wisata Beri Promo HUT Kota
Wali Kota Malang Dukung Pengembangan Ekonomi Karbon, Lewat Ngalam Seger dan Ngalam Rijik Perkuat Komitmen Pengendalian Emisi
Rayakan HUT ke-25 Kota Batu, Jatim Park Group Beri Diskon Tiket 50 Persen untuk Warga Lokal

Kategori

  • Home
  • Kota Batu
  • Malang Raya
  • Bhayangkara
    • Bhayangkara Batu
    • Bhayangkara Malang
  • TNI
  • Pendidikan
  • Politik
- Advertisement -
Ad imageAd image
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
© Agro Redaksi. by carabellijuliet.com
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up