Agroredaksi.com – Di tengah kondisi ekonomi yang sedikit melemah, semangat umat Muslim khususnya warga Desa Sumberejo, Kecamatan Batu, Kota Batu untuk melaksanakan ibadah kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tetap tinggi. Hal tersebut terlihat dari banyaknya hewan kurban yang diterima panitia kurban Masjid Nurul Huda Desa Sumberejo tahun ini.

Panitia kurban Masjid Nurul Huda melaksanakan penyembelihan hewan kurban dengan melibatkan para remaja masjid, pemuda desa hingga anak-anak yang ikut membantu proses pembagian daging kurban kepada masyarakat.
Tahun ini, panitia menerima sebanyak 8 ekor kambing aqiqoh ,128 ekor kambing kurban, serta 3 ekor sapi. Daging Hewan kurban tersebut kemudian didistribusikan kepada warga di tiga dusun yakni Dusun Sumberejo, Dusun Santrean, dan Dusun Sumbersari.

Ketua panitia kurban yang juga Ketua Remaja Masjid Desa Sumberejo, Rizaldiansyah mengatakan jumlah hewan kurban tahun ini tidak jauh berbeda dibanding tahun sebelumnya dan masih berpotensi bertambah.
“Alhamdulillah tahun ini semangat warga untuk berkurban cukup tinggi. Meski kondisi ekonomi saat ini sedang melemah, masyarakat tetap antusias untuk melaksanakan ibadah kurban,” ungkap Rizal.
Ia menambahkan, proses penyembelihan hingga pembagian daging kurban ditargetkan selesai dalam satu hari dengan melibatkan banyak unsur masyarakat, terutama para pemuda desa.
“Kami melibatkan remaja masjid, pemuda desa bahkan anak-anak agar mereka juga belajar tentang semangat gotong royong dan makna berbagi kepada sesama,” tambahnya.

Suasana kebersamaan dan gotong royong tampak terasa sejak pagi hari di area Masjid Nurul Huda. Warga bahu membahu membantu proses penyembelihan, pengemasan hingga pendistribusian daging kurban kepada masyarakat yang membutuhkan.
Ibadah kurban sendiri memiliki makna mendalam bagi umat Islam. Selain sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT meneladani pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, kurban juga menjadi simbol kepedulian sosial, keikhlasan, serta semangat berbagi kepada sesama, khususnya masyarakat yang membutuhkan.
Momentum Idul Adha juga menjadi penguat nilai kebersamaan dan solidaritas antarwarga, sehingga tradisi berkurban tidak hanya bernilai ibadah, namun juga mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.(Sfl)

