Agroredaksi.com-Guna meningkatkan digitalisasi pembayaran di masyarakat, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang menggelar Festival QRIS UMKM dan Masyarakat (QRISMA) di kawasan wisata Kayutangan Heritage, Kota Malang.(4/5/26).
Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong peningkatan transaksi pembayaran non-tunai melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).Penggunaan QRIS sebagai standar kode QR nasional untuk pembayaran digital di Indonesia terus menunjukkan tren positif.

Di wilayah kerja Bank Indonesia Malang, pada Maret 2026 tercatat volume transaksi pembayaran digital mencapai 28 juta transaksi di tujuh kabupaten/kota. Dari jumlah tersebut, sebanyak 20 juta transaksi atau sekitar 73 persen terjadi di Kota Malang.
Untuk mempertahankan dan meningkatkan tren tersebut, BI Malang berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Malang menghadirkan QRISMA volume pertama yang berlangsung selama lima hari. Program ini tidak hanya menyasar sektor ritel modern dan kuliner, tetapi juga mendorong pemanfaatan pembayaran digital di kawasan wisata.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengapresiasi langkah Bank Indonesia dalam meningkatkan literasi keuangan digital di tengah masyarakat, khususnya melalui pemanfaatan e-money dan QRIS.
“QRISMA ini menjadi langkah strategis dalam mendorong masyarakat semakin terbiasa menggunakan pembayaran digital. Kami sangat mengapresiasi upaya Bank Indonesia dalam meningkatkan literasi e-money, terutama di kawasan wisata seperti Kayutangan Heritage yang memiliki potensi ekonomi besar,” ujar Wahyu Hidayat.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Malang, Indra Kuspriyadi, menyampaikan bahwa pengembangan pembayaran digital berbasis QRIS akan terus diperluas, termasuk di lingkungan pemerintah daerah.
“Peningkatan penggunaan QRIS akan terus kami dorong, termasuk implementasinya di sektor pemerintahan. Selain itu, digitalisasi pembayaran ini juga menjadi salah satu langkah untuk meminimalisir peredaran uang palsu di masyarakat,” jelas Indra Kuspriyadi.
Secara pertumbuhan, penggunaan QRIS di Kota Malang pada Maret 2026 melonjak hingga 182 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari sisi nominal, Kota Malang menyumbang Rp1,27 triliun atau sekitar 60 persen dari total nilai transaksi di wilayah kerja BI Malang yang meliputi Malang Raya, Pasuruan, dan Probolinggo, dengan total mencapai Rp2,13 triliun.
Melalui QRISMA, diharapkan digitalisasi pembayaran semakin meluas dan mampu memperkuat ekosistem ekonomi digital, khususnya di sektor UMKM dan pariwisata di Kota Malang.(Ans)

