By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept

Agro Redaksi

Redaksi Malang Raya

Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Kota Batu
  • Malang Raya
  • Bhayangkara
    • Bhayangkara Batu
    • Bhayangkara Malang
  • TNI
  • Pendidikan
  • Politik
Reading: UMM Dipercaya UNESCO Kawal Misi Kelestarian Air Dunia
Share
Font ResizerAa
Agro RedaksiAgro Redaksi
Search
  • Agro Home
  • Kota Batu
  • Malang Raya
  • Bhayangkara Batu
  • Bhayangkara Malang
  • TNI
  • Pendidikan
  • Politik
Have an existing account? Sign In
Follow US
Agro Redaksi > Blog > Malang Raya > UMM Dipercaya UNESCO Kawal Misi Kelestarian Air Dunia
Malang RayaPendidikan

UMM Dipercaya UNESCO Kawal Misi Kelestarian Air Dunia

akbar
Last updated: April 14, 2026 10:11 am
akbar
Published: April 14, 2026
Share
SHARE

Agroredaksi.com-Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali membuktikan komitmennya sebagai institusi pendidikan yang berdampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Pada tahun 2026, Kampus Putih secara resmi ditetapkan sebagai mitra UNESCO (UNESCO Chair and Host Institution) untuk program Sustainable Water Ecosystem. Pencapaian prestisius ini menempatkan UMM sebagai satu dari tiga kampus di Indonesia yang berhasil meraih status kemitraan global tersebut.

Pencapaian luar biasa ini bukanlah proses instan, melainkan buah dedikasi panjang dalam riset dan pengabdian masyarakat. Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi, S.Psi., M.Psi., Ph.D., menegaskan bahwa visi UMM untuk memberikan kontribusi di level internasional telah mendorong kampus ini terus berinovasi hingga sukses menembus kemitraan UNESCO.

Sebagai mitra resmi UNESCO, UMM kini mengemban amanah besar memotori program keberlanjutan ekosistem air. Komitmen “Kampus Berdampak” ini direalisasikan melalui tiga program strategis. Pertama, merespons krisis air dan alih fungsi lahan yang mengancam sistem irigasi tradisional warisan dunia di kawasan Subak, Tabanan, Bali.

Kala itu, penggunaan pestisida kimia berlebihan memicu degradasi kualitas lahan, membuat tanah keras, dan menurunkan tingkat kesuburan secara drastis. Kondisi krisis ini mendesak petani mengambil jalan pintas dengan mengalihfungsikan sawah menjadi kawasan vila, yang berdampak fatal pada hilangnya daerah resapan air. UMM pun hadir memberikan solusi nyata melalui penerapan inovasi green farming dan smart farming guna mengembalikan kesehatan tanah sekaligus meningkatkan efisiensi panen.

“Kita memang tidak secara khusus merawat airnya secara langsung saat itu. Namun, melalui pengembangan smart farming dan energi terbarukan, kita secara otomatis menyelamatkan daerah resapan air. Dari sanalah, pada tahun 2024 lalu, UMM mendapat penghargaan bergengsi UNESCO atas upaya konservasi di Subak,” jelas Salis.

Langkah strategis kedua, komitmen UMM turut menyasar pengembangan wilayah Indonesia Timur dengan menerjunkan 52 Akademisi kampus putih ke Nusa Tenggara Timur (NTT). Misi utama pengerahan ahli ini berfokus pada pemetaan titik sumber air baru, membangun sistem ketahanan pangan, dan menekan angka stunting. Sebagai proyek lanjutan, UMM saat ini tengah menyiapkan implementasi teknologi desalinasi bertenaga surya untuk menjamin pasokan air bersih bagi masyarakat setempat.

Ketiga, di sektor energi terbarukan, UMM membuktikan kapasitasnya sebagai eksekutor melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH). Lewat fasilitas PLTMH 1 dan 2 di kompleks kampus dan Taman Rekreasi Sengkaling, aliran Sungai Brantas berhasil disulap menjadi sumber listrik ramah lingkungan. UMM juga berekspansi membantu pengembangan PLTMH di berbagai wilayah, termasuk menghidupkan sektor ekowisata di Sumber Maron dan Boonpring Turen.

Pengakuan level dunia dari UNESCO tidak membuat UMM berpuas diri. Salis menegaskan, status ini merupakan amanah dan penyemangat agar kampus konsisten berada di garda terdepan dalam isu keberlanjutan. Visi pelestarian ini lekat dengan napas Islam Berkemajuan milik persyarikatan Muhammadiyah. “Kita tidak hanya berpikir tentang hari ini, tapi berpikir 50, 100, hingga 500 tahun ke depan untuk anak cucu kita. Mereka membutuhkan lingkungan yang tetap sustain, termasuk ketersediaan airnya,” pungkasnya.(Umm/sfl)

Dosen Umm Ciptakan. “Batik AI Nitik”, Integrasi Kecerdasan Buatan dan Warisan Budaya
Walikota Wahyu: Implementasi SAKIP Efektif, Dorong Keberhasilan Kinerja Pemkot Malang
Konflik Timur Tengah Berdampak Pada Inflasi Dalam Negri
Aris, Alumnus UMM Di Balik Sistem Pengujian Bermotor Indonesia
Jakarta Pertamina Enduro Siap Jalani Laga Kandang Pertama Proliga 2026, Menghadapi Jakarta Electric
Share This Article
Facebook Email Print
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Popular News
Pendidikan

Gandeng Industri, UB Bekali Mahasiswa Instrumentasi dengan Praktik Teknologi PLC-HMI

akbar
akbar
October 14, 2026
Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Taman Rekreasi Selecta Berikan Diskon Tiket hingga 30 Persen
Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Selecta Berikan Diskon Tiket hingga 30 Persen
Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Wali Kota Nurochman Ziarah dan Kirim Doa di Makam Mbah Batu
Wali Kota Malang Dukung Pengembangan Ekonomi Karbon, Lewat Ngalam Seger dan Ngalam Rijik Perkuat Komitmen Pengendalian Emisi
Kadisparta Kota Batu Apresiasi Diskon 50 Persen JTP Group, Ajak Pelaku Wisata Beri Promo HUT Kota
Wali Kota Malang Dukung Pengembangan Ekonomi Karbon, Lewat Ngalam Seger dan Ngalam Rijik Perkuat Komitmen Pengendalian Emisi
Rayakan HUT ke-25 Kota Batu, Jatim Park Group Beri Diskon Tiket 50 Persen untuk Warga Lokal

Kategori

  • Home
  • Kota Batu
  • Malang Raya
  • Bhayangkara
    • Bhayangkara Batu
    • Bhayangkara Malang
  • TNI
  • Pendidikan
  • Politik
- Advertisement -
Ad imageAd image
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
© Agro Redaksi. by carabellijuliet.com
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up