By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept

Agro Redaksi

Redaksi Malang Raya

Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Kota Batu
  • Malang Raya
  • Bhayangkara
    • Bhayangkara Batu
    • Bhayangkara Malang
  • TNI
  • Pendidikan
  • Politik
Reading: Ungkap Akar Konflik AS–Israel dengan Iran, Pakar UMM Soroti Ancaman Inflasi dan Krisis Energi bagi Indonesia
Share
Font ResizerAa
Agro RedaksiAgro Redaksi
Search
  • Agro Home
  • Kota Batu
  • Malang Raya
  • Bhayangkara Batu
  • Bhayangkara Malang
  • TNI
  • Pendidikan
  • Politik
Have an existing account? Sign In
Follow US
Agro Redaksi > Blog > Malang Raya > Ungkap Akar Konflik AS–Israel dengan Iran, Pakar UMM Soroti Ancaman Inflasi dan Krisis Energi bagi Indonesia
Malang RayaPendidikan

Ungkap Akar Konflik AS–Israel dengan Iran, Pakar UMM Soroti Ancaman Inflasi dan Krisis Energi bagi Indonesia

akbar
Last updated: March 5, 2026 1:41 pm
akbar
Published: March 5, 2026
Share
SHARE

Agroredaksi.com-Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memicu kekhawatiran dampak global, termasuk terhadap stabilitas ekonomi Indonesia. Di tengah meningkatnya spekulasi publik soal kemungkinan perang berskala besar, pengamat menilai konflik tersebut bukan sekadar persoalan militer sesaat, melainkan akumulasi rivalitas panjang yang berakar pada persoalan keamanan eksistensial antarnegara.

Pakar hubungan internasional Dion Maulana P., M.Hub.Int, Ph.D (cand.)., Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), menjelaskan bahwa hubungan antara Israel dan Iran sejak lama berada dalam situasi saling mengancam secara fundamental. Menurutnya, dalam konsep keamanan ontologis (ontological security), kedua negara sulit mencapai rasa aman selama pihak lawan masih dianggap ancaman utama terhadap eksistensi negara.

“Iran itu ancaman bagi Israel, Israel juga ancaman bagi Iran. Selama kamu ada, aku tidak akan merasa aman. Jadi konflik seperti ini akan terus ada karena persoalan keamanannya sudah pada level eksistensial,” ujarnya 02 Maret pada Tim Humas UMM.

Dion menilai eskalasi terbaru dipicu kebuntuan negosiasi nuklir antara Iran dan Washington yang berlangsung sejak tahun sebelumnya. Dialog yang sempat berjalan kembali menemui jalan buntu hingga akhirnya terjadi serangan terhadap fasilitas pengembangan nuklir Iran di tengah proses diplomasi yang masih berlangsung. Ia menyebut keputusan Presiden Donald Trump tidak hanya dipengaruhi isu pengayaan nuklir, tetapi juga tekanan keamanan kawasan.

“Alasannya dua. Pertama soal pengayaan nuklir yang dikhawatirkan menjadi senjata. Kedua, Iran dianggap mengancam sekutu Amerika di Timur Tengah, terutama Israel dan basis militer Amerika di kawasan,” katanya.

Meski demikian, Dion meminta publik tidak terburu-buru menyimpulkan konflik ini akan berujung pada perang dunia ketiga. Ia menilai proses menuju konflik global membutuhkan dinamika panjang, berbeda dengan eskalasi konflik regional. Menurutnya, berbagai klaim yang menyebut keterlibatan negara besar seperti China, Rusia, maupun Korea Utara harus diverifikasi terlebih dahulu.

“Banyak informasi yang beredar itu harus dicek dan ricek lagi. Tidak bisa langsung disimpulkan akan menjadi Perang Dunia Ketiga, karena proses menuju ke sana itu sangat kompleks,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan eskalasi konflik saat ini telah memasuki fase yang lebih berbahaya setelah jalur energi strategis dunia di Selat Hormuz dilaporkan telah ditutup. Penutupan salah satu jalur distribusi minyak paling vital di dunia tersebut berpotensi memicu guncangan ekonomi global yang dampaknya dapat dirasakan hingga ke negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Menurut Dion, terganggunya arus distribusi energi internasional tidak hanya akan memicu lonjakan harga minyak dunia, tetapi juga berpotensi mendorong perubahan sikap politik luar negeri negara-negara besar yang terdampak tekanan ekonomi.

“Kalau Selat Hormuz ditutup, ekonomi dunia pasti terguncang. Kalau ekonomi negara besar terganggu, biasanya kebijakan luar negeri mereka menjadi lebih agresif,” kata Dion.

Dampaknya Indonesia juga akan merasakan tekanan langsung, terutama dari sektor energi dan pangan. Gangguan distribusi minyak berpotensi mendorong kenaikan harga bahan bakar minyak yang kemudian diikuti lonjakan harga kebutuhan pokok hingga inflasi.

“Harga BBM pasti akan naik dalam beberapa waktu ke depan. Kalau BBM naik, harga bahan pokok ikut naik. Kalau itu terjadi, inflasi tidak bisa dihindari,” ujarnya.

Terkait langkah pemerintah Indonesia, Dion juga mengkritisi tawaran mediasi yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai secara teori resolusi konflik, mediasi sulit dilakukan selama pertempuran masih berlangsung.

“Mediator itu hadir setelah kekerasan berhenti. Kalau pertempuran masih berjalan, secara teori resolusi konflik tidak rasional menawarkan mediasi,” katanya.

Selain itu, Dion menilai Indonesia perlu mengevaluasi posisi diplomatiknya dalam forum internasional Board of Peace (BOP) pasca serangan terhadap Iran. Menurutnya, tindakan militer yang terjadi di tengah proses negosiasi justru bertolak belakang dengan semangat perdamaian yang seharusnya dijunjung oleh lembaga tersebut. Ia menilai kredibilitas sebuah forum internasional harus diukur dari tindakan nyata para anggotanya, bukan sekadar retorika diplomatik.

“Indonesia harus mempertimbangkan untuk keluar dari Board of Peace. Bagaimana mungkin lembaga yang mengklaim membawa perdamaian justru dipimpin negara yang menyerang pihak lain di tengah negosiasi? Itu tidak mencerminkan perdamaian. Kita melihat negara atau lembaga itu dari kredibilitasnya. Kalau tindakan dan ucapannya berbeda, maka sulit dipercaya. Indonesia tidak boleh hanya ikut arus,” katanya.

Sebagai langkah strategis, ia menyarankan Indonesia mengambil sikap diplomatik yang lebih tegas terhadap pelanggaran hukum internasional.

“Indonesia harus berani bersikap tegas dan tidak boleh takut terintimidasi. Kalau hukum internasional terus diinjak-injak, tinggal menunggu waktu negara lain juga bisa menjadi korban,” pungkasnya.(Sfl)

Semarak,Ratusan Siswa SD/MI Kota Batu Ikuti FLS2N 2026, Disdik Dorong Talenta Seni Berprestasi
TNI gendong nenek yang kesulitan berjalan,Di Desa Terdampak Erupsi
Pasar Saham Memerah Akibat Kepanikan Global, Dosen UMM Imbau Masyarakat Tak Terbawa Arus
Unik! Bagi Takjil Ramadan, Agribisnis Bagikan Sayur Mayur ke Pengguna Jalan
Kajian Ramadan Fikih Wanita DWP Kota Batu, Perkuat Pemahaman Keagamaan dan Santuni Anak Yatim
Share This Article
Facebook Email Print
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Popular News
Pendidikan

Gandeng Industri, UB Bekali Mahasiswa Instrumentasi dengan Praktik Teknologi PLC-HMI

akbar
akbar
October 14, 2026
Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Taman Rekreasi Selecta Berikan Diskon Tiket hingga 30 Persen
Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Selecta Berikan Diskon Tiket hingga 30 Persen
Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Wali Kota Nurochman Ziarah dan Kirim Doa di Makam Mbah Batu
Wali Kota Malang Dukung Pengembangan Ekonomi Karbon, Lewat Ngalam Seger dan Ngalam Rijik Perkuat Komitmen Pengendalian Emisi
Kadisparta Kota Batu Apresiasi Diskon 50 Persen JTP Group, Ajak Pelaku Wisata Beri Promo HUT Kota
Wali Kota Malang Dukung Pengembangan Ekonomi Karbon, Lewat Ngalam Seger dan Ngalam Rijik Perkuat Komitmen Pengendalian Emisi
Rayakan HUT ke-25 Kota Batu, Jatim Park Group Beri Diskon Tiket 50 Persen untuk Warga Lokal

Kategori

  • Home
  • Kota Batu
  • Malang Raya
  • Bhayangkara
    • Bhayangkara Batu
    • Bhayangkara Malang
  • TNI
  • Pendidikan
  • Politik
- Advertisement -
Ad imageAd image
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
© Agro Redaksi. by carabellijuliet.com
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up