By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept

Agro Redaksi

Redaksi Malang Raya

Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Kota Batu
  • Malang Raya
  • Bhayangkara
    • Bhayangkara Batu
    • Bhayangkara Malang
  • TNI
  • Pendidikan
  • Politik
Reading: Tak Perlu Minder Saat Bukber, Psikolog UMM Ingatkan Setiap Orang Punya Ritme Hidup Berbeda
Share
Font ResizerAa
Agro RedaksiAgro Redaksi
Search
  • Agro Home
  • Kota Batu
  • Malang Raya
  • Bhayangkara Batu
  • Bhayangkara Malang
  • TNI
  • Pendidikan
  • Politik
Have an existing account? Sign In
Follow US
Agro Redaksi > Blog > Pendidikan > Tak Perlu Minder Saat Bukber, Psikolog UMM Ingatkan Setiap Orang Punya Ritme Hidup Berbeda
Pendidikan

Tak Perlu Minder Saat Bukber, Psikolog UMM Ingatkan Setiap Orang Punya Ritme Hidup Berbeda

akbar
Last updated: March 5, 2026 1:27 pm
akbar
Published: March 5, 2026
Share
SHARE

Agroredaksi.com-Buka bersama yang semestinya menjadi ruang silaturahmi kerap berubah menjadi arena perbandingan sosial ketika obrolan tentang karier, bisnis, studi, hingga pernikahan membuat sebagian orang mempertanyakan posisinya sendiri. Dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Atika Permata Sari, S.Psi., M.Psi., menjelaskan bahwa rasa minder bukan muncul karena bukbernya, melainkan karena pertemuan dengan teman yang memiliki progres kehidupan berbeda, sehingga tanpa sadar seseorang melakukan upward social comparison saat melihat pencapaian orang lain yang dinilai lebih tinggi.

“Sebetulnya penekanan yang membuat minder bukan pada kegiatan bukbernya, tapi pada bagaimana saat kita bertemu dengan orang-orang yang progres kehidupannya berbeda dengan kita. Saat kita melihat ada teman yang lebih sukses, kita jadi membandingkan diri kita dengan orang tersebut. Ketika itu terjadi, perasaan iri, cemas, dan minder sangat mungkin muncul sebagai respons,” ujarnya 04 Maret lalu pada Tim Humas UMM.

Ia menambahkan bahwa dorongan untuk membandingkan diri semakin kuat ketika pertemuan terjadi dengan teman lama karena adanya faktor kemiripan yang membuat perbandingan terasa lebih relevan dan personal. Teman SMA atau teman kuliah dianggap memiliki titik awal yang sama, sehingga secara tidak sadar dijadikan tolok ukur keberhasilan hidup saat ini. Semakin besar rasa kemiripan yang dirasakan, semakin besar pula kecenderungan menjadikan mereka sebagai benchmark dalam menilai kondisi diri sendiri, baik dari segi karier, relasi, maupun capaian finansial.

“Karena merasa punya sejarah yang sama, kita cenderung berpikir seharusnya posisi kita sekarang tidak jauh berbeda. Padahal setiap orang memiliki ritme perkembangan yang tidak sama. Meski begitu, perasaan minder dalam situasi sosial adalah hal yang normal. Secara alami, manusia membandingkan diri untuk mengetahui posisi dan kondisi dirinya saat ini, baik terkait kemampuan, kepribadian, maupun sikap,” jelasnya.

Lebih lanjut, Atika menegaskan bahwa proses tersebut tidak selalu berdampak negatif. Membandingkan diri dengan mereka yang lebih sukses bisa menjadi sumber motivasi untuk berkembang, sementara melihat orang dengan capaian berbeda juga dapat menumbuhkan rasa syukur dan memperkuat kepercayaan diri, selama individu mampu memaknainya secara proporsional.

“Adapun peran media sosial yang memperkuat kecenderungan perbandingan sosial tersebut. Riset menunjukkan bahwa semakin sering seseorang mengamati kehidupan orang lain di media sosial, semakin rendah tingkat self-esteemyang dimiliki, padahal konten yang ditampilkan sering kali hanya potongan kecil dari kehidupan seseorang dan tidak merepresentasikan realitas secara menyeluruh,” katanya.

Untuk tetap percaya diri saat bertemu banyak orang, dosen psikologi tersebut menyarankan agar individu tidak hanya fokus pada mereka yang pencapaiannya lebih tinggi, tetapi juga belajar melihat perjalanan orang lain secara lebih proporsional. Selain itu, penting untuk mengalihkan energi pada pengembangan diri dengan bertanya langkah konkret apa yang bisa dilakukan untuk berkembang, serta membiasakan diri menuliskan setidaknya tiga perkembangan yang telah dicapai sebagai pengingat bahwa setiap orang bertumbuh dengan waktu dan ritme berbeda. Jika overthinking berlangsung lama dan mengganggu aktivitas sehari-hari, ia menekankan bahwa bantuan profesional selalu tersedia.(Sfl)

Kolaborasi UMM dan Martha Tilaar, Dorong Mahasiswa Jadi Inovator Dunia Kosmetik
Tekanan Ekonomi Global Meningkat, Akademisi UB Ingatkan Beban Subsidi dan Inflasi Dalam Negri
Nuzulul Qur’an Bukan Sekadar Seremonial, Dosen UMM Ajak Umat Hidupkan Nilai Al-Qur’an di Tengah Krisis Moral
Wali Kota Malang Tekankan Pentingnya SLF untuk Keamanan Bangunan Pesantren”
Ribuan Porsi Buka Puasa Hangatkan Kebersamaan Jamaah di Masjid Raden Patah UB
Share This Article
Facebook Email Print
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Popular News
Pendidikan

Gandeng Industri, UB Bekali Mahasiswa Instrumentasi dengan Praktik Teknologi PLC-HMI

akbar
akbar
October 14, 2026
Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Taman Rekreasi Selecta Berikan Diskon Tiket hingga 30 Persen
Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Selecta Berikan Diskon Tiket hingga 30 Persen
Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Wali Kota Nurochman Ziarah dan Kirim Doa di Makam Mbah Batu
Wali Kota Malang Dukung Pengembangan Ekonomi Karbon, Lewat Ngalam Seger dan Ngalam Rijik Perkuat Komitmen Pengendalian Emisi
Kadisparta Kota Batu Apresiasi Diskon 50 Persen JTP Group, Ajak Pelaku Wisata Beri Promo HUT Kota
Wali Kota Malang Dukung Pengembangan Ekonomi Karbon, Lewat Ngalam Seger dan Ngalam Rijik Perkuat Komitmen Pengendalian Emisi
Rayakan HUT ke-25 Kota Batu, Jatim Park Group Beri Diskon Tiket 50 Persen untuk Warga Lokal

Kategori

  • Home
  • Kota Batu
  • Malang Raya
  • Bhayangkara
    • Bhayangkara Batu
    • Bhayangkara Malang
  • TNI
  • Pendidikan
  • Politik
- Advertisement -
Ad imageAd image
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
© Agro Redaksi. by carabellijuliet.com
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up