Agroredaksi.com-Mobilitas penumpang kereta api di wilayah Malang Raya menunjukkan tren positif pada awal tahun 2026. Peningkatan jumlah pelanggan ini mencerminkan tingginya minat masyarakat menggunakan transportasi kereta api yang aman, nyaman, dan tepat waktu, khususnya untuk mendukung aktivitas kerja, pendidikan, maupun perjalanan wisata di wilayah Malang Raya.
Seiring meningkatnya mobilitas tersebut, KAI Daop 8 Surabaya terus menghadirkan layanan yang lebih optimal guna memastikan kenyamanan dan kelancaran perjalanan pelanggan. Berbagai peningkatan dilakukan, mulai dari penguatan pelayanan di area stasiun, optimalisasi fasilitas ruang tunggu, peningkatan kebersihan, hingga pengaturan arus penumpang agar tetap tertib dan aman.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyampaikan bahwa pertumbuhan jumlah penumpang di awal tahun menjadi momentum bagi KAI untuk terus berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik. “Peningkatan mobilitas pelanggan di wilayah Malang Raya menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kereta api. Kami berkomitmen menghadirkan layanan yang semakin optimal, baik dari sisi fasilitas, pelayanan petugas, maupun kemudahan akses informasi perjalanan,” jelasnya.
Sepanjang Januari 2026, volume penumpang yang menggunakan kereta api di Kota dan Kabupaten Malang mencapai 204.013 pelanggan, atau meningkat sebesar 3 persen dibandingkan periode yang sama pada Januari 2025 yang tercatat sebanyak 197.992 pelanggan. Peningkatan tersebut menunjukkan kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh terhadap layanan transportasi kereta api, khususnya di wilayah Malang Raya.
Selama periode tersebut, terdapat lima stasiun di wilayah Malang Raya menjadi titik keberangkatan dan kedatangan volume pelanggan kereta api jarak jauh dengan rincian sebagai berikut :
- Stasiun Malang sebanyak 176.968 pelanggan
- Stasiun Malang Kota Lama sebanyak 11.310 pelanggan
- Stasiun Lawang sebanyak 5.124 pelanggan
- Stasiun Kepanjen sebanyak 10.078 pelanggan
- Stasiun Sumberpucung sebanyak 533 pelanggan
Kelima stasiun tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung konektivitas wilayah, khususnya untuk perjalanan menuju kota-kota besar seperti Yogyakarta, Surabaya, Bandung, Banyuwangi hingga Jakarta.
Sebagai bentuk peningkatan pengalaman pelanggan, KAI Daop 8 Surabaya juga menghadirkan berbagai inovasi layanan seperti peningkatan fasilitas ruang tunggu, serta informasi perjalanan secara real-time melalui kanal digitalisasi yang telah tersedia di stasiun yakni passenger information display system dan signage, sehingga membantu pelanggan memperoleh informasi secara cepat, jelas, dan akurat selama berada di area stasiun. Selain itu, peningkatan juga didukung dengan kehadiran layanan face recognition untuk mempercepat proses boarding yang lebih tertata khusus di Stasiun Malang.
“Dengan berbagai langkah peningkatan layanan tersebut, diharapkan dapat terus menjadi pilihan utama masyarakat dalam melakukan perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan, sekaligus mendukung pertumbuhan mobilitas dan sektor pariwisata di wilayah Malang Raya,” pungkas Mahendro.(Sfl)

