Agroredaksi.com – Arus kunjungan wisata ke Kota Batu menunjukkan peningkatan signifikan sejak 28 Desember 2025. Volume kendaraan yang masuk ke wilayah Kota Batu tercatat rata-rata mencapai 1.700 unit per jam. Meski terjadi lonjakan arus wisatawan, kondisi lalu lintas masih relatif terkendali tanpa kemacetan berarti.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, menyampaikan bahwa puncak kunjungan wisatawan diperkirakan terjadi pada 31 Desember 2025. Setelah momentum pergantian tahun, jumlah wisatawan diprediksi mulai menurun pada 2 hingga 3 Januari 2026, seiring berakhirnya masa libur panjang.
“Puncak kunjungan kami perkirakan terjadi di tanggal 31 Desember. Setelah itu biasanya mulai turun secara bertahap,” ujar Onny.
Disparta Kota Batu menargetkan capaian kunjungan wisatawan pada Desember 2025 lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Secara khusus, target kunjungan dipatok lebih dari dua juta wisatawan, mencerminkan optimisme terhadap kebangkitan sektor pariwisata daerah.

Onny mengungkapkan, data kunjungan wisatawan sejauh ini sudah tersedia, meski proses pengolahan masih dilakukan secara bertahap. Keterbatasan sumber daya manusia menjadi salah satu kendala dalam rekapitulasi data secara menyeluruh.
“Hingga saat ini, realisasi data yang tercatat sekitar 53 persen, atau setara dengan 255 ribu wisatawan dari sektor akomodasi. Data tersebut belum mencakup sektor kuliner dan usaha pendukung lainnya,” jelasnya.
Disparta meyakini jumlah kunjungan riil jauh lebih besar dari angka sementara yang tercatat. Aktivitas wisata harian, kunjungan wisata kuliner, serta pergerakan wisatawan tanpa menginap belum seluruhnya terdata dalam sistem.
Kota Batu sendiri memiliki beragam pilihan destinasi wisata yang menjadi magnet utama wisatawan, mulai dari wisata alam, edukasi, buatan, hingga wisata keluarga. Sejumlah destinasi unggulan seperti kawasan wisata pegunungan, taman rekreasi, desa wisata, hingga destinasi edukasi terus menjadi tujuan favorit selama libur akhir tahun.
Selain itu, sektor wisata kuliner juga menjadi daya tarik tersendiri. Beragam pusat kuliner, kafe, hingga restoran dengan konsep khas pegunungan dan panorama alam semakin memperkaya pengalaman wisatawan. Keberagaman kuliner lokal hingga modern turut mendorong lama tinggal dan belanja wisatawan di Kota Batu.
Untuk menyambut lonjakan kunjungan, Pemerintah Kota Batu juga telah menyiapkan berbagai sarana dan prasarana pendukung, mulai dari perbaikan akses jalan, pengaturan lalu lintas, fasilitas parkir, hingga penguatan layanan informasi wisata. Infrastruktur pendukung di kawasan destinasi dan pusat keramaian terus ditingkatkan demi kenyamanan pengunjung.
Pemerintah Kota Batu berharap sinergi lintas sektor terus diperkuat, melibatkan unsur pengamanan, pelayanan publik, pelaku usaha, serta masyarakat. Pengelolaan wisata yang aman, nyaman, dan tertib menjadi fokus utama guna menjaga citra Kota Batu sebagai destinasi wisata unggulan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.(Sfl)

