Agroredaksi.com-BATU – Menjelang Hari Besar Keagamaan dan Tahun Baru 2026, warga Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, antusias menyerbu gelaran pasar murah yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Bakorwil III Malang ini berlangsung selama dua hari, mulai 4 hingga 5 November 2025, berlokasi di halaman Kantor Kecamatan Bumiaji.Selasa(04/11/25).

Pasar murah ini terselenggara berkat kerja sama dengan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Batu. Beragam kebutuhan pokok dijual dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar, sehingga memberikan alternatif bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga menjelang akhir tahun.

Harga komoditas yang ditawarkan antara lain:Beras SPIP: Rp55.000 / 5 KgBeras Premium: Rp73.000 / 5 KgTepung terigu: Rp10.000 / KgMinyak goreng: Rp15.000 / KgGula pasir: Rp16.000 / KgBawang putih: Rp7.000 / 250 gramBawang merah: Rp8.000 / 250 gramTelur ayam: Rp24.000 / Kg.
Tidak hanya kebutuhan pokok, pasar murah juga menghadirkan beragam produk UMKM khas Kota Batu, seperti olahan pangan, minuman herbal, hingga kerajinan, yang turut mendukung pemberdayaan pelaku usaha lokal.

Fandi Agung nugroho kepala pengembangan ekonomi Bakorwil III Malang yang hadir dalam kegiatan ini menyampaikan bahwa program pasar murah merupakan salah satu bentuk intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan di masyarakat.
“Kegiatan ini adalah wujud kehadiran pemerintah agar kebutuhan pokok tetap terjangkau menjelang akhir tahun. Kami ingin masyarakat merasakan langsung manfaatnya,” ujarnya
Sekretaris Camat Bumiaji serta kepala Diskoperindag kota batu yang turut meninjau jalannya kegiatan menyampaikan apresiasi serta berharap acara seperti ini bisa terus berlanjut di tahun mendatang untuk meringankan beban masyarakat.Suasana pasar murah yang ramai ini menunjukkan bahwa intervensi pemerintah masih sangat dibutuhkan dalam menjaga daya beli warga menjelang momen perayaan akhir tahun.

Fitri menjadi salah satu warga yang sejak pagi sudah ikut mengantre bahan pangan bersubsidi. Ia datang bersama anggota keluarganya untuk memastikan kebutuhan dapur bisa terpenuhi dengan harga lebih terjangkau menjelang akhir tahun.Dalam keterangannya, Fitri mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah ini.
“Alhamdulillah, harganya jauh lebih murah dibanding di toko. Sangat membantu untuk kebutuhan rumah tangga, apalagi menjelang tahun baru seperti ini,” ujar Fitri.
Meski demikian, ia memahami adanya pembatasan pembelian beberapa komoditas karena stoknya tidak terlalu banyak.
“Memang ada batasan belinya, tapi saya rasa wajar ya biar semua warga dapat bagian. Yang penting harganya ringan di kantong,” tambahnya sambil tersenyum.
Fitri berharap kegiatan seperti ini bisa lebih sering digelar, terutama ketika harga kebutuhan pokok mulai naik di tengah momen perayaan atau liburan panjang.(Sfl)

