UB Dorong Kemandirian Ekonomi Warga Temas Lewat Pelatihan Parfum Non-Alkohol
Agroredaksi.com-Tim dan peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan pengabdian masyarakat melalui pelatihan pembuatan dan pemasaran parfum non-alkohol di RW 007 Kelurahan Temas.
Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertemakan “Pelatihan Pembuatan dan Pemasaran Parfum Non-Alkohol” pada hari Sabtu, 18 Oktober 2025 di RW 007, Kelurahan Temas, Kota Batu yang dihadiri oleh ibu-ibu PKK RW 007 Kelurahan Temas.

Tim terdiri dari dosen dan mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) yang diketuai oleh Dr. apt. Adeltrudis Adelsa D., M.Farm.Klin.
Ketua pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa Kota Batu sebagai kota wisata kaya akan peluang ekonomi kreatif. Namun, akses terhadap pelatihan keterampilan dan pengembangan produk bernilai ekonomi tinggi masih terbatas, khususnya bagi ibu-ibu PKK. Melalui pelatihan seperti pembuatan parfum non-alkohol ini, diharapkan para ibu PKK dapat memanfaatkan potensi lokal, meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga, serta menciptakan produk khas daerah yang berdaya saing dan menarik bagi wisatawan
“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan baru kepada masyarakat serta mendorong semangat wirausaha di lingkungan PKK” ujarnya.

Gagasan pengembangan parfum non-alkohol muncul karena produk ini dinilai lebih aman bagi kulit sensitif, ramah lingkungan, serta dapat digunakan oleh masyarakat luas, termasuk mereka yang menghindari penggunaan alkohol karena alasan kesehatan.
Sesi pemaparan materi oleh tim dosen Universitas Brawijaya
Pelatihan ini berfokus pada praktik pembuatan parfum non-alkohol berbasis essential oil dalam bentuk roll on dan balm. Sebelum praktik dimulai, peserta menerima satu kantong berisi perlengkapan dan bahan yang akan digunakan selama kegiatan. Peserta kemudian diarahkan untuk membuat sediaan parfum secara mandiri dan hasil produk yang telah dibuat dapat dibawa pulang sebagai bentuk hasil pembelajaran.

Selain pelatihan teknis, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai manajemen bisnis dan strategi pemasaran produk yang disampaikan oleh Moh. Erfan Arif, SE., M.M. dosen dari FEB UB. Melalui sesi ini, peserta diajak memahami pentingnya pengelolaan usaha, penentuan harga jual, pengemasan produk yang menarik, serta strategi promosi agar produk parfum yang dihasilkan memiliki daya saing di pasaran.
Peserta yang sedang melakukan praktik pelatihan pembuatan parfum non-alkohol
Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat setempat. Ketua RW 007, Riyanto, menyampaikan apresiasinya atas kegiatan tersebut.
“Sebelumnya sudah pernah ada pelatihan, tetapi baru kali ini kami diajarkan cara membuat parfum non-alkohol. Ini menjadi pengalaman baru yang sangat bermanfaat,” ungkapnya
“Terima kasih kepada Bapak dan Ibu dosen serta mahasiswa Universitas Brawijaya yang telah berbagi ilmu. Kami tidak hanya belajar membuat parfum, tetapi juga mendapatkan wawasan tentang cara berwirausaha,” ujar Ibu RW.
Peserta yang sedang melakukan praktik pelatihan pembuatan parfum non-alkohol dalam bentuk balm
Para peserta tampak sangat antusias saat memasuki sesi praktik pembuatan parfum. Mereka mengungkapkan rasa senang karena dapat langsung mencoba membuat parfum non-alkohol secara mandiri. Menurut para peserta, proses pembuatannya jauh lebih mudah dari yang dibayangkan dan bisa diaplikasikan di rumah menggunakan bahan yang mudah diperoleh. Selain menjadi keterampilan baru yang menyenangkan, mereka juga melihat adanya peluang untuk mengembangkan keterampilan ini sebagai usaha rumahan nantinya.
“Saya benar-benar menikmati kegiatan ini karena prosesnya mengasyikkan. Parfumnya juga harum, padahal hanya menggunakan bahan-bahan alami,” kata Ibu Surti, Ibu PKK RW 007.
“Saya merasa kegiatan ini sangat bermanfaat karena proses pembuatannya mudah dan memberi kami pengalaman baru untuk bisa membuat minyak wangi sendiri di rumah,” ujar Ibu Imah, Ibu PKK RW 007.
Melalui kegiatan pelatihan ini, Universitas Brawijaya menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kolaborasi lintas fakultas dan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, khususnya dalam pengembangan keterampilan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.(Hms/sfl)

